Pendekar Penentang Surga

Pendekar Penentang Surga
21.Kota Nan


__ADS_3

di tengah hutan ~


Terlihat seorang pemuda tampan dan seorang gadis sedang berbincang, mereka adalah Cen Li dan Han Jingmi.


......................


" tunggu sebentar tuan, aku mau mengucapkan Terima kasih karena telah menyelamat kan ku, jika tidak ada tuan aku pasti sudah di tangkap oleh mereka " ucap wanita tersebut


wanita itu bernama Han Jingmi , putri dari walikota kota Nan.


"tidak masalah , aku hanya kebetulan lewat saja" ucap Cen Li santai lalu berbalik pergi.


Cen Li Bergegas meninggalkan mereka karena Sebenarnya Cen Li sedang menahan muntah nya.


kejadian tadi adalah pengalaman pertama Cen Li dalam hal membunuh. dan ketika kepala anggota organisasi taring iblis itu terjatuh, Cen Li langsung mual dan ingin muntah.


selain itu Cen Li juga tidak tertarik dengan wanita karena saat ini di kepala Cen Li hanya tentang menjadi kuat dan di akui semua orang.


"tuan mau pergi kemana? agar aku dan pengawal ku mengantar kan mu " ucap Han Jingmi karena melihat Cen Li bergegas pergi


"tidak usah, aku tidak membutuh kan tumpangan, Terima kasih " ucap Cen Li sembari Mempercepat langkah nya.


Han Jingmi hanya bisa menatap kepergian sosok yang menolong nya tersebut.


sebenar nya dia sangat ingin membalas kebaikan Cen Li namun Cen Li sendiri tidak menghirau kan nya.


Han Jingmi pun berbalik dengan raut wajah murung, Han Jingmi heran melihat Cen Li yang tidak menghirau kan nya padahal Han Jingmi merupakan kembang desa dan disukai banyak orang.


sangat jarang ada lelaki yang menghirau kan nya ketika berbicara, bahkan banyak pemuda kaya yang ingin mempersunting Han Jingmi menjadi istri nya.


"baiklah, mari kita lanjut kan perjalan ini " ucap Han Jingmi kepada pengawal nya. sembari berjalan menaiki kereta kuda milik nya


di tempat lain ~


"hah.... hah.... hah... seperti nya sudah aman" gunam Cen Li dengan nafas tersengal.


Cen Li baru saja berlari dengan kecepatan penuh agar tidak di ikuti oleh Han Jingmi dan pengawal nya.


"Buakkkkk, buakkkkkk, buakkkkk "terdengar suara muntah Cen Li.


Cen Li akhirnya bisa mengeluarkan muntah nya dengan leluasa.


Cen Li merasa malu pada Han Jingmi dan para pengawal nya jika mereka melihat Cen li muntah dan mual karena belum pernah membunuh dan melihat mayat manusia


Cen Li Memilih beristirahat di bawah pohon rindang, dan berkultivasi untuk memulih kan diri karena kejadian yang dia alami tadi membuat nya ke habisan stamina.

__ADS_1


Satu hari berlalu ~


Cen Li membuka mata , lalu mencari sumber air untuk membersihkan diri.


Tubuh dan tenaga Cen Li sudah kembali pulih, setelah ini dia akan melanjut kan perjalanan nya.


"baiklah, seperti nya aku sudah bisa melanjut kan perjalanan ku, sebaik nya aku mencari desa atau kota terdekat," gunam Cen Li


Cen Li bergerak melanjut kan perjalanan nya dengan kecepatan tinggi.


setelah setengah hari bergerak tanpa henti, Cen Li akhirnya menemukan permukiman penduduk.


Cen Li berjalan mendekati pintu masuk permukiman tersebut.


"ternyata ini kota Kota Nan" gunam Cen Li setelah melihat nama Kota Nan terukir indah diatas pintu masuk nya.


Cen Li mendekati pintu masuk tersebut dan di hadang oleh Penjaga pintu tersebut.


" Permisi Tuan, tolong tanda pengenal anda " ucap penjaga tersebut dengan ramah.


"aku tidak memiliki tanda pengenal " ucap Cen Li


"tuan berasal dari mana?dan apa tujuan anda kemari" tanya pengawal itu lagi.


"Baiklah, biaya masuk 3 keping perak, dan biaya tanda pengenal 2 keping emas " ucap penjaga tersebut


Cen Li langsung memberi 5 keping emas kepada penjaga pintu masuk tersebut.


"ini berlebih tuan, " ucap pelayan Tersebut


"tidak masalah, ambil saja sisa nya untuk mu " ucap Cen Li


" Terima kasih tuan, dan ini tanda pengenal tuan.. ucap pelayan tersebut sambil melempar slip giok putih ke arah Cen Li.


"sekarang tuan sudah bisa masuk dalam Kota," ucap penjaga pintu tersebut.


"Terima kasih " ucap Cen Li


Cen Li pun masuk ke dalam Kota Nan , lalu segera mencari restoran yang lezat di Kota itu.


Cen Li berjalan mengelilingi kota tersebut dengan santai, terlihat banyak orang berlalulalang, dan berjualan disekitaran jalan kota Nan.


setelah beberapa waktu berlalu, Cen Li akhir nya menemukan sebuah Restoran mewah dan langsung berjalan kearah restoran tersebut


"maaf tuan, anda mau kemana? ucap penjaga restoran tersebut sembari mengahadang Cen Li masuk

__ADS_1


" aku mau beristirahat, dan menikmati makan enak di restoran ini " ucap Cen Li


"baiklah, biaya masuk 2 keping perak tuan " ucap penjaga itu.


Cen Li melemparkan satu keping emas kearah penjaga tersebut lalu memasuki restoran itu dengan santai


Pelayan restoran tersebut langsung bergerak menyambut Cen Li setelah melihat Cen Li memasuki Restoran.


"ada yang bisa saya bantu tuan " ucap pelayan wanita tersebut.


"berikan aku tempat terbaik dan makanan terbaik restoran ini " ucap Cen Li sambil memberikan 10 keping emas kepada pelayan tersebut.


Pelayan tersebut terkejut melihat jumlah koi emas yang di berikan Cen Li,


"baik tuan, mari ikuti saya tuan " ucap pelayan tersebut


pelayan itu membawa Cen Li menuju ruangan VIP restoran itu. Restoran tempat Cen Li berada saat ini ber nama Restoran Cahaya Bulan.


sesuai dengan nama nya, Setiap malam restoran ini akan terlihat indah di bawah cahaya bulan jika di lihat dari luar restoran


dan pemandangan dari dalam restoran


pun juga tak kalah bagus nya.


Cen Li duduk sembari menatap keluar , dia mengakui bahwa pemandangan dari dalam restoran ini cukup bagus, walaupun masih siang hari.


setelah beberapa menit menunggu, pelayanan Restoran itu datang bersama rekan nya sambil membawa beberapa makanan untuk Cen Li


"Ini menu-menu terbaik kami tuan, semoga tuan menyukai menu restoran kami" ucap pelayan tersebut


"Terima kasih " ucap Cen Li


Cen Li langsung menyantap makanan tersebut tanpa basa-basi , untuk soal makanan Cen li tidak akan pernah menahan diri.


di masa lalu Cen Li sering sekali ke laparan dan menangis karena tidak ada makanan.


bahkan untuk makan saja Cen li harus mempertaruhkan nyawa nya dan pergi berburu ke hutan. padahal saat itu Cen Sendiri tidak memiliki kekuatan, hanya keberanian saja yang ada pada diri nya saat itu.


Halo para pembaca, semoga novel ini bisa menghibur para pembaca.


novel ini hanya wadah bagi author untuk menuangkan hobby dan imajinasi nya.


jika ada masukan dan saran silahkan sampaikan di kolom komentar.


selamat membaca dan terima kasih 🙏🙏👍

__ADS_1


__ADS_2