Pendekar Penentang Surga

Pendekar Penentang Surga
25. BERMAIN-MAIN


__ADS_3

Di luar Kota Nan ~


terlihat seorang pria tua, dan seorang pemuda berlajan menuju gerbang keluar Kota Nan.


setelah melewati gerbang Kota Nan, mereka Berdua berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke arah ibu kota.


...----------------...


Ketika dalam perjalan, terlihat Cen Li dan kakek tua itu berbincang -bincang.


"ternyata dia berada di tingkat raja tahap menengah , pantas saja aku tidak bisa mengukur kekuatan nya * gunam Cen Li dalam hati


" hah? kakek berada di tingkat Raja? kakek pasti sangat kuat," ucap Cen Li untuk mengalihkan pembicaraan.


"jangan mengelak, mengapa kau bisa secepat itu? , apa kau menipu ku? " ucap kakek tua itu.


"tidak kek, aku hanya di ajarkan guru ku cara berlari dengan Cepat, aku bahkan tidak sadar jika aku sangat Cepat " Cen Li menjawab dengan memasang wajah sedih sebagai pengalihan.


*hah, mungkin saja guru bocah ini punya cara khusus untuk menambah kecepatan * gunam Kakek tersebut dalam hati.


Cen Li dan kakek tua terus berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi~


di perjalanan mereka tak menemukan sesuatu yang menarik mau pun yang membahayakan ~


" kakek, sampai kapan kita akan terus berlari" ucap Cen Li


"ternyata bocah ini juga lelah, aku sangat curiga tadi nya, dari mana dia menyimpan tenaga sebesar itu " gunam kakek tua dalam hati


"baiklah kita akan beristirahat sebentar, aku juga lelah setelah seharian berlari tanpa henti ceni " ucap kakek tua


mereka pun mencari tempat Beristirahat di sekitar tempat yang mereka lewati itu.


"seperti nya tempat ini cocok untuk beristirahat, mari kita beristirahat disini " ucap kakek tua


mereka akhirnya beristirahat di tepi sungai yang luas nya sebesar lapangan bola kaki.


Cen Li pergi berburu, untuk makan malam mereka sementara kakek tua itu memasang api dan bersantai sembari meminum arak seperti biasa nya.

__ADS_1


setelahbeberapa waktu , matahari pun di gantikan oleh bulan yang indah.


Cen Li akhir nya kembali dari perburuan nya dengan membawa 2 ekor kelinci di tangan nya.


"sudah ku duga kakek tua itu pasti sedang bersantai sembari meminum arak " gunam Cen Li


kakek tua yang melihat kedatangan Cen Li tersenyum cerah.


" akhir nya kau datang juga Cen LiLi, aku sudah lelah menunggu kedatangan mu itu. ku fikir kau sudah di terkam binatang buas di hutan sana " ucap kakek tua itu.


"hahaha, tidak ada binatang buas yang mau memakan ku karena daging ku pahit setelah sering minum arak yang kau beri hahahaha " ucap Cen Li


" kalau begitu berarti daging juga pahit ya? " tanya kakek tua itu dengan wajah polos.


"seperti nya begitu, mengingat kau dan arak seperti suami dan istri yang tak terpisah kan , hahaha" Kata Cen Li sambil tertawa


mereka pun menikmati makanan dan arak yang ada , serta bercerita panjang lebar lalu kemudian berbaring di atas rumput hijau dan ditemani api yang masih menyala.


ke esokan pagi Cen Li terbangun, dan melihat kakek tua itu masih tertidur pulas .


Tak berapa lama kakek tua itu pun terbangun, melihat itu Cen Li pun langsung meledek Kakek tua itu.


"ternyata kakek sudah bangun, aku mengira kakek akan tidur terus dan tidak bangun lagi " ucap Cen Li


"apa maksud mu bocah sialan , apa kau ingin aku mati? sekali lagi kau mengatakan seperti itu, aku akan membagi tubuh mu menjadi 7 bagian " ucap Kakek tua kesal.


"ternyata emosi kakek tidak stabil ya, seperti kakek harus meminum arak terlebih dahulu agar bisa mengontrol diri, hahahhaa " ucap CeN Li


"seperti nya mulut mu harus di tutup dengan tinju milik ku ya " ucap Kakek tua dengan aura yang sedikit bocor dari tubuh nya.


Cen Li yang merasakan aura kakek tua langsung merinding, dia takut kakek tua menjadi kan nya daging panggang.


memang secara kekuatan, dan pengalaman bertarung tentu Cen li masih lebih lemah di banding kakek tua itu. kakek tua berada di tahap menengah tingkat raja, sementara Cen Li masih berada di tahap awal.


"maaf kek, aku hanya bercanda saja, cepat tarik kembali aura milik mu itu, jika tidak aku tidak akan mau pergi bersama mu lagi " gertak Cen Li.


" apa kau pikir aku akan peduli jika kau pergi sendiri? aku tidak perduli sama sekali, jika kau mau pergi silahkan saja " ucap kakek tua dengan nada dingin namun dia tetap menarik aura nya

__ADS_1


"hehe, kakek berkata seperti itu namun kakek tetap menarik aura miliki mu , jika begitu aku tidak akan pergi, karena aku mengatakan akan pergi jika kau tidak menarik aura milik mu " goda Cen Li lagi


Kakek tua yang sudah merasa kesal langsung melompat ke arah Cen Li dan membawa nya terbang ke arah sungai.


setelah sampai di sungai kakek tua itu melepaskan genggam nya pada Cen Li dan membiarkan nya jatuh ke sungai.


aaaaasssssaaaaaawssssaa.. aaaaaaaaa Cen Li berteriak saat akan Jatuh ke sungai.


Jeburrrrrrrr, terdengar suara air sungai setelah Cen Li mendarat di sungai itu.


"dasar kakek tua, aku hanya bercanda tapi tempramen buruk, seperti nya dia tidak tau bahwa sekarang adalah zaman bercanda.


banyak hal yang sekarang di jadikan candaan. " gunam Cen Li setelah naik ke darat


Cen Li mengganti jubah milik nya, lalu mendekat ke arah kakek tua yang sedang bersantai menikmati arak nya.


Cen Li meraih arak milik kakek tua dan minum di samping nya.


"kakek jangan terlalu sering minum arak, nanti kau cepat tua " ucap Cen Li


"aku kan memang sudah tua bod*h" ucap kakek tua


"oh iya aku lupa kek, maaf kan aku " ucap Cen Li


"sudah lah, kau tidak usah bermain - main dengan ku bocah, aku sudah tau bahwa kau hanya menggoda ku saja " ucap kakek tua itu.


Hai para rides tercinta dan setanah air.


selama 2 hari ini author sedang mengurus usaha author di real life yang terletak di salah satu kota di indonesia.


usaha tersebut akhir akhir ini sering di palak oleh preman setempat, itu karna usah author memang baru buka di tempat itu .


melihat usaha author yang di palakin preman, tentu saja author harus turun tangan dan membasmi mereka dengan jurus langkah Cahaya milik Cen Li dan She kuan.


sekali lagi author minta maap dan selamat membaca novel ini lagi .


Besok novel ini akan up normal kembali 2-3 chapter perhari. goodbay

__ADS_1


__ADS_2