
di kota Nan ~
Cen Li sangat gembira dalam hati nya, namun dia tetap menahan diri. jika saja tidak ada orang sama sekali maka Cen Li sudah melompat- lompat kegirangan.
Sebenarnya Cen Li bisa menjawab teka - teki itu karena ingatan yang di Terima nya dari lang hui.
"Hah, terimakasih guru, aku menyayangi kalian berdua " Ucap Cen Li dalam hati.
Cen Li sadar jika bukan karena warisan kedua gurunya mungkin Cen Li tidak akan bisa melangkah sejauh ini.
*apa kau sibuk anak muda? mari kita berbicara di tempat lain? * Kakek tua itu mengirim transisi Suara di kepala Cen Li
* baiklah, mari berbicara di tempat lain, di sini terlalu ramai * balas Cen Li
*ikuti aku* ucap kakek tua itu singkat. sambil berjalan pergi
Cen Li mengikuti kakek tua itu dari belakang.
kakek tua itu berhenti di sebuah gubuk tua yang terlihat lusuh dan tidak di tempati.
*mari duduk * ucap kakek tua sembari mengajak Cen Li duduk di depan halaman gubuk tersebut .
Cen Li hanya menurut dan duduk di tempat itu.
kakek tua itu mengeluarkan arak dari cincin milik nya.
"mari minum anak muda " ucap kakek itu
Cen li sangat penasaran dengan kakek tua itu, mengapa kakek tersebut bisa merasakan aura nya tadi dan memiliki banyak harta di langka di cincin nya.
Tadi ketika di tempat permainan tadi, Cen Li sempat melihat isi dalam Cincin penyimpanan kakek tersebut. ada banyak senjata langka, tanaman - tanaman langka dan kitab langka.
yang membuat Cen Li sangat senang adalah Ketika kakek tersebut mengatakan bahwa Cen Li bisa memilih salah satu jika dia bisa memenangkan permainan teka-teki tadi.
"seperti yang ku katakan tadi, kau bisa memilih salah satu barang yang ada di cincin ku " kata kakek tersebut
"iya kakek , dari awal aku sangat tertarik dengan pedang yang ada di dalam cincin mu , karena aura nya begitu kuat" jawab Cen Li
__ADS_1
kakek tua itu mengeluarkan sebuah pedang dengan aura agung yang mencekam dari cincin milik nya.
"nama pedang ini adalah pedang Penguasa langit. pedang ini aku dapat kan ketika aku mengembara ke benua lain , namun untuk menepati apa yang aku katakan tadi, aku akan memberikan nya pada mu " kata kakek tua sembari melempar kan pedang emas dengan ukiran naga yang terlihat indah.
Cen Li sangat senang menerima pedang itu, dia tidak menyangka akan mendapat kan harta berharga di kota Nan ini. padahal dari awal Tujuan Cen Li hanya singgah saja di kota ini dan tidak mengharap kan apapun.
"Terima kasih kakek" ucap Cen Li
"Siapa nama mu anak muda? dan dari mana kau berasal? " kata Kakek itu
"namaku Cen Li, aku berasal dari desa kecil " kata Cen Li
"lalu siapa guru mu? mengapa kau bisa menyamar kan aura mu? dan buah langka itu dari mana kau mendapatkan nya " tanya kakek tua yang sebenarnya juga penasaran dengan Cen Li
"guru ku ada di hutan kesengsaraan, aku menyamarkan aura agar orang lain tidak bisa merasakan keberadaan ku, dan buah langka itu adalah pemberian guru ku " jawab Cen Li
Cen Li merasa kakek tua ini orang baik, sehingga dia memberitahu yang sebenar nya dan tidak menutupi nya
kake tua itu sangat terkejut mendengar apa yang Cen Li sampai kan, Siapa pun tau bahwa hutan kesengsaraan adalah hutan yang sangat berhaya dan mematikan.
"baiklah anak muda, mari minum " ucap kakek itu lagi
Cen Li meraih minuman itu dan membuka penutup wajah yang di pakai nya,
Kakek tua tersenyum setelah melihat wajah Cen Li yang bersih dan mulus. kakek tersebut mengira wajah Cen Li di penuhi luka akibat latihan di hutan kesengsaraan sehingga dia memakai penutup wajah.
"kau sendiri kakek? berasal dari mana? dan kakek belum memperkenal kan diri " ucap Cen Li lagi
"aku hanya orang tua yang suka mengembara kesana -kemari " jawab nya singkat
Cen Li mengerti dan tidak memaksa kakek tersebut untuk memberitahu latar belakang nya.
namun Cen Li masih sangat penasaran karena dari tadi Cen Li tidak bisa merasakan kekuatan kakek tersebut, sekeras apapun Cen Li mencoba
"setelah ini kemana kau akan pergi? " kak tua itu angkat bicara setelah mereka berdua sempat diam sesaat.
" aku tidak tau kakek, kemana angin membawa ku maka kesitu lah aku akan pergi " ucap Cen Li
__ADS_1
Kakek itu tersenyum mendengar jawaban Cen Li, karena dia sendiri dulu juga sama seperti Cen Li, mengembara kesana kemari tanpa tujuan.
"sebaik nya kau ke ibu kota dan mengikuti kompetisi Muda berbakat yang di selenggarakan disana " ucap kakek tersebut
Cen Li memikirkan apa yang di sampai kan oleh kakek tua itu, menurut nya itu hal yang bagus dan patut di coba.
" baiklah, aku akan pergi kesana setelah ini " ucap Cen Li
"hahaha kalau begitu aku akan menemani mu, karena untuk mendaftar kan diri sebagai peserta kau harus memiliki pendamping atau guru" ucap kakek tua tersebut
"bukan kah itu merepot kan mu kek? lebih baik kakek beristirahat sekarang dari pada mengurus hal yang merepotkan itu.
" tidak masalah Cen Li, aku juga suka mengembara dan kebetulan aku memang ingin menonton pertarungan generasi muda saat ini "ucap kakek tesebut.
" baik lah jika demikian, mohon bantuan mu kakek " ucap Cen Li
"tidak masalah, semuanya memang sudah di garis kan " ucap kakek tersebut.
"kompetisi nya akan di gelar 2 bulan lagi, dan jadi kita harus segera pergi ke ibu kota untuk mendaftar kan mu Cen Li" ucap kakek itu lagi.
"baik lah kakek, aku mengerti " ucap Cen Li
"kita akan melanjut kan perjalan besok, karena hari ini sudah gelap sebaik nya kita beristirahat " ucap kakek tersebut
Cen Li mengangguk tanda setuju dengan apa yang di katakan oleh kakek tua tersebut.
kakek tersebut bangkit dan masuk ke dalam gubuk tersebut untuk beristirahat, kemudian entah mengapa Cen Li malah mengikuti kakek itu masuk ke dalam gubuk tersebut.
halo para pembaca,
Novel ini hanya wadah penulis menuangkan imajinasi saja, semoga kalian bisa terhibur saat membaca novel sederhana ini.
penulis sendiri juga tidak terlalu berpengalaman dalam menulis novel, dan jika para pembaca punya masukan untuk novel ini, silahkan sampai kan di kolom komentar.
"BEBAS KOMENTAR ASAL SOPAN "
selamat membaca
__ADS_1