
Seorang pemuda yang berumur 19 tahun dengan wajah yang cukup tampan namun dihalangi oleh beberapa helaian rambut yang menutupi sebagian wajahnya serta memiliki tubuh yang lumayan tinggi dan kekar membuat pesonanya susah untuk ditolak oleh sebagian besar wanita.
Ia adalah Argadana atau biasa di panggil Adan seorang yatim piatu yang orang tuanya meninggal saat kecelakaan.
Setelah kejadian memilukan itu, Adan dirawat oleh seorang pria paruh baya bernama Ramzy, yang dimana pada saat kecelakaan tragis beberapa tahun silam Ramzy lah yang menyelamatkan Adan.
Setelah berumur 17 tahun sang kakek angkat tercinta meninggal karena penyakit lamanya, ini membuat Adan sangat terpukul ia pun memutuskan untuk berhenti bersekolah dan menjadi seorang prajurit bayaran yang merupakan profesi Kakek angkatnya dahulu, hal ini ia ketahui saat sang kakek sudah dekat dengan ajalnya, hal ini juga menjelaskan kenapa Ramzy sedari dulu melatihnya dalam ilmu bela diri.
Flashback
"Kakek jangan tinggalkan Adan kek, aku akan berusaha lebih keras lagi, aku akan menjadi seorang ahli beladiri yang hebat kek mohon bertahanlah" ucap Adan dengan air mata merembes dari matanya.
"Ahahah cucuku yang baik, uhuk, uhuk, kakek sangat senang mendengarnya uhuk, uhuk ingatlah saat kakek sudah tidak ada jangan kendorkan latihanmu uhuk, uhuk" ucap kakek Ramzy dengan terbatuk-batuk namun tetap dengan senyum khasnya.
"Kakek apa yang kakek ucapkan mari ikut denganku ke rumah sakit kek" bujuk Adan pada sang kakek.
__ADS_1
"Sudahlah nak, uhuk, uhuk rumah sakit tak akan mampu menyelamatkan kakek, uhuk,uhuk sebelum kakek pergi kakek ingin memberitahumu satu rahasia uhuk, luka ini sebenarnya kakek dapatkan saat masih menjadi tentara bayaran dulu uhuk,uhuk makanya kakek juga melatihmu berharap kejayaan kakek akan diwariskan olehmu uhuk, uhuk" ucap kakek dengan terbatuk-batuk
Adan hanya diam mendengar hal tersebut ia juga heran mengapa sang kakek sangat keras melatihnya ternyata kakeknya dulu adalah seorang prajurit bayaran yang terkenal dan ingin dia mewarisi kejayaan kakeknya tersebut.
Setelah mengungkapkan hal tersebut mata sang kakek pun akhirnya tertutup nafasnya telah berhenti begitu juga dengan denyut nadinya.
"Tidak mungkin, kakek!! Kakek!!" teriak histeris Adan saat orang yang disayanginya lagi-lagi pergi meninggalkannya.
Flashback selesai
"Sudah 14 tahun ayah, ibu Adan merindukan kalian. kakek, Adan juga merindukan kakek" ucapnya lirih dengan mata senduh namun tak terlihat karena tertutup dengan rambutnya.
"Lone wolf ada misi, datang ke markas pada jam 09:00" setelah selesai membaca pesan tersebut Adan pun bangkit dan segera bersiap-siap.
"Masih jam 7:30 aku akan mandi dahulu" Tutur Adan seraya melihat jam di hpnya.
__ADS_1
Setelah mandi dan bersiap ini Adan siap berangkat dengan mengenakan jaket kulit hitanmnya.
Adan keluar dan mengunci rumah peninggalan kakek angkatnya Adan pun berangkat menuju ke garasi mengambil motor kesayangannya lalu berangkat menuju markas prajurit bayaran naga.
saat ini Adan mamacu motornya menuju restoran naga markas prajurit naga.
Selama ini hanya berapa orang saja yang tahu bahwa sebenarnya lokasi markas prajurit bayaran naga berada di restoran naga lebih tepatnya di bawah restoran naga.
Selama perjalanan tidak ada hal yang menghambat perjalanan Adan, setelah beberapa menit berkendara ia pun tiba di sebuah restoran 3 lantai.
Sejak kedatangan Adan banyak mata yang tertuju padanya, bagaimana tidak? Adan memiliki tubuh yang tinggi dan kekar apalagi ditambah ia mengendarai moge yang telah di modifikasi beberapa bagian menambah kesan keren pada Adan.
"Lihatlah pria itu, tampan bukan akhhh aku ingin jadi kekasihnya" ucap seorang pelanggan perempuan yang terpesona penampilan Adan.
"Apa kau mimpi? Kau ingin menjadi kekasihnya lihatlah dirimu yang tak seberapa dan kau ingin menjadi kekasihnya" balas perempuan lain dengan mendengus.
__ADS_1
"Ish kau, apa tak bisa membiarkan ku menghayal sebentar" kesal perempuan tersebut.
Namun Adan sama sekali tak menggubris hal tersebut, ia pun melangkah memasuki restoran disertai banyak sekali tatapan memuja para wanita yang sedang makan di sana.