Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
Chapter 5. Bertemu pacar Acha


__ADS_3

Saat keluar dari rumah sampai menaiki motor tak sedikitpun Natasya berbicara, ini membuat Adan sedikit bingung setaunya gadis yang satu ini merupakan gadis yang sangat cerewet entah kenapa kali ini dia benar-benar hanya diam saja.


Di tengah perjalanan Adan merasakan bahwa punggungnya kini telah basah oleh sesuatu, saat ia melirik ke langit sepertinya tidak ada hujan juga.


Namun Adan baru mengingat kalau saat ini ia sedang membonceng Natasya, dan jikalau mereka saat ini kehujanan bukankah seluruh tubuhnya akan basah bukan punggung saja?


Jadi Adan membuat spekulasi bahwa majikannya saat ini sedang menangis, la pun memelankan laju motornya dan berkata.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Adan.


Bukannya di jawab Natasya malah memeluk Adan dan tangisannya semakin kuat.


Adan pun memutuskan untuk singgah sebentar di sebuah taman yang tak jauh dari rumahnya.


"Kita singgah sebentar disini, lagipula tidak ada siapa-siapa disini" ucap Adan kemudian turun dari motornya.


Natasya juga mengikuti Adan dan duduk di sebuah kursi yang berada di taman tersebut.


"Sekarang kau boleh mengatakan alasan kau menangis" tutur Adan dengan lembut.


Akan tetapi yang ditanya tidak menjawab sama sekali, Adan akhirnya memutuskan untuk menunggu nya tenang dan membicarakannya sendiri.


Setelah merasa tenang akhirnya Natasya pun mulai bercerita.


"Aku, aku memiliki seorang kekasih, biasanya sebelum tidur aku dan dia melakukan video call, tapi tadi aku melihat bahwa ia sedang bersama dengan seorang wanita di sebuah hotel" ucap Natasya diiringi dengan gugurnya air matanya ke pelipisnya.


Adan hanya mendengar lalu kemudian mengusap air mata sang majikan yang sukses membuat majikannya tersebut kaget akan perlakuan Adan padanya.


"Kalau begitu tinggalkan saja, bukankah ia telah mengkhianatimu? Apalagi masih banyak sekali lelaki di dunia ini" ucap Adan dengan tersenyum lembut.


Natasya yang mendengar perkataan Adan hanya tertunduk lesu.


"Kenapa? Kau telah cinta mati padanya?" Tanya Adan namun tak mendapat jawaban.

__ADS_1


Adan hanya menggeleng.


"Natasya lihat mataku! Dengar! Jika kau tak meninggalkannya bisa saja nanti ia melakukan sesuatu yang lebih dari ini, misalnya ia memanfaatkan harta yang kau miliki" ucap Adan.


"Apakah ia satu sekolah denganmu? Kita akan bertemu besokkan? Biar aku yang berbicara padanya" ucap Adan


Natasya langsung menggeleng tak setuju, menurutnya jika Adan bertemu dengan kekasihnya itu bukannya berbicara mereka akan baku hantam nantinya.


"Jangan jangan itu tak perlu, lagian nanti kau bukannya berbicara tapi malah memukulinya, aku tau kau ahli beladiri tapi dia adalah seorang ketua geng motor di sekolah di mempunya banyak antek-antek" ucap Natasya melarang.


Namun Adan hanya menjawab dengan santai.


"Aku adalah pengawalmu berarti aku aku akan melawan siapa saja yang menyakitimu"


Gadis tersebut terkejut dengan perkataan Adan, bagaimana tidak selain kakeknya tidak ada yang tulus berteman dengannya, sebagian besar orang mendekatinya karena hartanya saja miris memang.


"Terimakasih kalau begitu" ucap Natasya dengan malu-malu


"Tidak perlu sungkan mulai sekarang kau bebas bercerita apapun padaku" ujar Adan dengan tersenyum.


"Baiklah kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan hari sudah semakin larut" ajak Adan namun, belum sempat sang majikan mengiyakan tiba-tiba pandangan terpaku pada seseorang lebih tepatnya sepasang kekasih yang sedang bermesraan di sekitaran taman tersebut.


Tanpa aba-aba Natasya kemudian menghampiri kedua insan tersebut.


Alangkah terkejutnya ia mendapati bahwa dugaannya benar, kalau lelaki yang sedang bermesraan ini adalah kekasihnya.


"Rey, dasar kau tidak tahu malu bukankah aku adalah kekasihmu? Dan kau Riana bukankah kita adalah teman baik kenapa kau malah bermesraan dengan Rey disini?" Tanya gadis tersebut lagi-lagi air matanya merembes keluar dari matanya.


Sedangkan sepasang kekasih yang dipergoki oleh Natasya hanya tersenyum meskipun sebenarnya mereka juga kaget.


"Sebenarnya aku ingin merahasiakan ini lebih lama lagi namun siapa sangka malam sepertinya aku tidak bisa menutupinya lagi" ucap Rey Yeng merupakan kekasih Natasya.


"Natasya Alana Wilson sebenarnya kamu ini memang sepasang kekasih dari 5 tahun lalu, kami mendekatimu karena alasan yang sama yaitu harta milik mu" ucap Rey kemudian tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Lihatlah sekarang aku sudah memiliki mobil dan rumah mewah tanpa mengeluarkan uang sepeser pun karena kekasih bodohku telah membelikannya untuk ku" ucap Rey kemudian merangkul Riana.


Perkataan itu sukses membuat hati majikan Adan tersayat ia seakan masih tak percaya hal yang terjadi di depan matanya saat ini.


Adan yang melihat dari jauh mulai berjalan mendekati mereka dengan perlahan.


Tak bisa menahan gejolak emosinya Natasya langsung menampar Riana yang sedang berada dalam rangkulan Rey.


"Dasar ****** murahan" itulah kata-kata yang terlontar dari mulut Natasya setelah mendaratkan tamparannya di pelipis Riana.


"Kau apa yang kau lakukan?" Marah Rey dan segera ia juga ingin menampar Natasya.


Namun saat Natasya sudah memejamkan mata siap menerima tamparan dari kekasihnya, tidak lebih tepatnya mantan kekasihnya, Adan yang sedari tadi telah berada di belakang Natasya langsung maju dan menghentikan aksi Rey dengan memegang tangannya.


"Jika kau ingin menyakitinya maka kau harus melewati mayat ku dulu" ucap Adan perlahan namun jelas.


Saat ini entah kenapa Adan merasa sangat marah melihat kekasih dan teman baik majikannya ternyata selama ini hanya memanfaatkan majikannya, apalagi mengetahui jika mereka telah menjadi sepasang kekasih bertahun-tahun yang lalu.


Adan lantas memelintir tangan Rey, kemudian kemudian meninju perut Rey hingga pria tersebut terdorong beberapa langkah.


Namun tak berhenti sampai di situ, Adan kemudian kembali melayangkan tinjunya yang kemudian mengenai pelipis Rey yang membuat pria tersebut memuntahkan beberapa pasang gigi.


Tak ingin berhenti Adan lagi-lagi maju dan kemudian memberikan tendangan ke arah dagu Rey yang sukses membuat pria itu jatuh.


Saat Adan ingin memukul Rey lebih lanjut, ia melihat jika Riana telah mendekap Natasya seraya memegang pisau yang berada di leher Natasya, bahkan terlihat kalau leher Natasya telah mengeluarkan beberapa tetes darah.


Adan semakin emosi dia pun berjalan ke arah Natasya.


"Berhenti jika tidak aku akan membunuhnya" ancao Riana dengan panik.


Bukannya berhenti Adan langsung meraih pisau yang bertengger di leher Natasya yang membuat tangannya berdarah.


Ia kemudian melempar pisau tersebut lalu tanpa ampun meninju wajah Riana hingga membuat tulang hidungnya remuk.

__ADS_1


Adan kemudian menarik Natasya ke motor lalu mereka berlalu pergi meninggalkan sepasang kekasih tersebut.


__ADS_2