Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
chapter 4. Gadis cerewet dan memulai misi


__ADS_3

Saat Adan bersama dengan tuan wilson dan Natasya berada di ruangan tuan Wilson Natasya langsung duduk di sofa dengan muka yang cemberut.


Tua Wilson hanya tersenyum dan melihat Adan yang masih berdiri dan tidak duduk di sofa bersama dengan putrinya.


"Adan, kenapa tidak duduk?" tanya tuan Wilson dengan tersenyum.


Adan hanya diam akan tetapi ia sedikit melirik Natasya yang duduk di sofa saat ini.


"Apa yang kau lihat hah!!" Tanya Natasya dengan nada membentak.


Adan hanya berdecih mendengar ucapan Putri tuan Wilson tersebut, tak bisa dipungkiri bahwa Natasya adalah sosok wanita yang kecantikannya di atas rata-rata bahkan Adan belum pernah melihat wanita yang cantiknya sepadan dengan Natasya.


"Sayangnya sikapnya tak jauh berbeda dengan preman-preman di pasar, cih" gumam Adan dengan berdecih.


Namun siapa sangka ternyata Natasya mendengar gumaman Adan ia pun berdiri dengan tatapan yang menyeramkan seraya berkata.


"Hei kau! Dasar berandalan cepat selesaikan urusanmu di sini lalu pergilah" ucap Natasya


Tuan Wilson sepertinya telah lelah melihat perdebatan dua anak muda di depannya, ia pun menjelaskan alasannya memanggil Adan kemari.


"Seperti itulah alasan ayah memanggil Adan lebih tepatnya memintanya menjadi pengawal pribadimu Acha" jelas tuan Wilson menjelaskan alasan kenapa ia memanggil Adan kemari.

__ADS_1


Acha atau Natasya hanya diam dan mendengus mendengar perkataan ayahnya ia tak melawan atau berdebat dengan ayahnya, alasannya memang beberapa hari ini banyak sekali orang yang ingin mencelakainya.


"Baiklah, baiklah kali ini aku akan mendengarkan ayah" ucap Acha dengan suara yang kecil.


Tuan Wilson hanya tersenyum dan mengangguk mendengar persetujuan dari putrinya.


"Baik, kalau begitu Adan mulai hari ini kau bisa bekerja sebagai pengawal pribadi anakku gaji yang kutawarkan sebesar 700.000 kredit perbulannya bagaimana apa kau setuju" ucap tuan Wilson dengan enteng.


Jangan tanyakan bagaimana kondisi Adan saat ini, bahkan bayaran termahal yang pernah ia terima adalah hanya 200.000 kredit dan itu sudah cukup untuk biayanya selama dua bulan.


"Ekhem, baiklah saya setuju tuan Wilson" ucap Adan mencoba tetap biasa-biasa saja.


Tuan Wilson pun mengangguk dan memberi tahu bahwa tugas pertama Adan adalah mengawal putrinya sampai kerumah dengan selamat.


Adan hanya mengangguk kemudian ia pun turun ke lantai bawah bersama dengan nona barunya.


Sesampainya di bawah Acha terlihat bingung, karena Adan menaiki motor sedangkan ia menaiki mobil padahal tadi ayahnya menyuruh agar mereka pulang bersama.


Namun ia telah memikirkan hal ini ia menyuruh salah satu orang yang bekerja di bawahnya untuk mengantar mobilnya kembali kerumahnya sedangkan ia akan naik motor bersama Adan.


Tanpa aba-aba ia pun menaiki motor Adan bahkan sebelum pemiliknya menaikinya, ini membuat Adan mengerutkan dahinya dan hampir saja mengeluarkan kata-kata pamungkasnya akan tetapi ia tetap ingat bahwa gadis didepannya ini adalah majikan barunya.

__ADS_1


Tak ingin membuang waktu Adan pun menaiki motor dan melesat ke arah rumah Acha, tentu saja dengan arahan gadis tersebut jika tidak besar kemungkinannya kalau Adan tidak akan sampai ke rumah Acha.


Setelah turun dari motor Acha dan Adan pun langsung memasuki rumah yang kelihatannya lebih seperti istana di bandingkan rumah.


"Aish, orang kaya memang beda" gumam Adan dengan menggeleng


"Ayah telah memberi tahuku kau akan menempati kamar kosong yang berada di sebelah kamarku dan untum kuncinyaaa" ucap Acha seraya merogoh kantongnya.


"Ini" ucap Acha memberikan kunci dengan gantungan hello Kitty kepada Adan.


Adan seolah tak melihat gantungan yang menggantung di kunci tersebut ia pun mengambilnya dan langsung membuka kamar barunya tersebut.


Lumayan hanya itulah kata yang keluar dari mulut pria tersebut.


••••••••••


Malam harinya Adan pun keluar dari kamarnya dan ingin keluar untuk kembali kerumahnya dan mengambil barang-barangnya.


Akan tetapi siapa sangka Acha pun keluar dari kamarnya dengan pakaian tidurnya, sontak hal tersebut mangangetkan pemuda tersebut apalagi dengan kondisi sang majikan yang sepertinya telah menangis.


"Apa yang terjadi padamu?"tanya Adan.

__ADS_1


"Kau ingin keluar? Aku ingin ikut?" Bukannya menjawab gadis tersebut malah meminta Adan untuk membawanya keluar.


Adan tak bisa berbuat apa-apa, akhirnya ia membawa majikannya untuk mengambil barang-barangnya di rumahnya dengan Acha yang masih memakai baju tidur.


__ADS_2