
Adan terlihat masih berada di bawah selimutnya pagi ini tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan bangun dalam waktu dekat.
Namun ponsel Adan tiba-tiba mendapat panggilan dari Senior Licard, dengan malaspun Adan menjawabnya.
"Halo senior ada apa menelpon pagi-pagi buta seperti ini" ucap Adan sesekali menguap.
"PAGI-PAGI BUTA APANYA, KAU YANG BUTA LIHATLAH SUDAH HAMPIR JAM 12 SIALAN" balas Licard berapi-api.
Sontak Adan pun melihat jam di ponselnya yang telah menunjukkan pukul 11:35 dan yang lebih membuatnya terkejut adalah ternyata Licard telah menelponnya lebih dari 20x ini membuatnya merasa sedikit aneh.
"Ekhem, baiklah senior sepertinya ada hal penting yang ingin kau katakan" ucap Adan.
"Hari ini tuan Wilson ingin bertemu denganmu dia ingin kau pergi ke kantornya sekarang juga yang berada di distrik B3" tutur Licard setelah meredam emosinya.
"Baiklah aku akan segera berangkat" ucap Adan santai lalu mematikan teleponnya.
Ia pun bangkit menuju kamar mandi sedangkan Licard di sisi lain sedang menahan amarahnya oleh tingkah Adan ini.
"Sabar, sabar Licard mau bagaimanapun dia itu cucu dari gurumu" gumam Licard seraya mengelus dadanya
Setelah selesai mandi, Adan pun mengenakan pakaian khasnya yaitu pakaian serba hitam.
__ADS_1
Adan pun segera mengeluarkan motornya dan melaju ke kantor tuan Wilson yang berada di distrik B3.
Sesampainya di distrik B3 Adan pun memarkirkan motornya di depan sebuah bangunan dengan tulisan Wilson group.
Tak ingin membuang waktu, Adan pun langsung ingin masuk ke dalam gedung itu namun dihalangi oleh 2 orang yang bertubuh tinggi besar yang nampaknya merupakan security ditempat ini.
"Apa perlumu di disini? Sepertinya aku tak pernah melihatmu datang kesini" ucap salah satu dari mereka.
'lumayan, securitynya saja seperti ini ckckckck pantas menjadi perusahaan terbesar saat ini' gumam Adan dalam hati.
"Aku ada janji dengan tuan Wilson" ucap Adan.
Sontak itu membuat dua security tersebut tertawa terbahak-bahak, menurut mereka yang bisa membuat janji dengan tuan Wilson hanyalah pengusaha-pengusaha besar dan orang-orang terkenal, sedangkan pria didepannya ini tidak tampak seperti orang kaya atau orang terkenal.
Hal ini tentu membuat Adan kesal tanpa basa basi ia pun melesatkan tendangan ke arah salah satu security dan membuatnya terlempar sejau 3 meter.
Security yang melihat temannya di tendang sejauh 3 meter itupun terkejut, namun bukannya takut ia malah memilih menyerang Adan dengan melesatkan tinjunya tepat di depan muka Adan.
Adan dengan santainya menangkap tangan security berbadan besar tersebut, lalu kemudian meremasnya dengan kuat membuat sang security berteriak sakit, Adanpun kemudian melepaskan tangannya dan meninju perut security tersebut hingga ia jatuh tersungkur.
Saat hendak masuk ke dalam gedung tiba-tiba seorang wanita meneriaki Adan.
__ADS_1
"Hei kau, dasar berandalan" ucap wanita tersebut.
Adan hanya memincingkan matanya mendengar ia dipanggil berandalan.
"Hei kau dasar buta, siapa yang kau panggil berandalan apa kau tak melihat kalau merekalah yang duluan mencari masalah denganku?" Ucap Adan kesal.
"Cih berandalan tetaplah berandalan, apa yang ingin kau lakukan di sini" ucap wanita tersebut berjalan mendekat ke arah Adan.
"Hah aku? Aku ada janji dengan tuan Wilson, tuan Wilson sendiri yang memintaku datang kesini" ucap Adan kemudian hendak memasuki gedung.
"Tunggu, sejak kapan ayahku membuat janji dengan seorang berandalan sepertimu?" Tanya wanita tersebut dengan nada sinis.
Adan yang berusaha menahan emosinya hampir saja ingin memaki gadis di depannya akan tetapi dia ingat dengan kata Licard, bahwa wanita didepannya inilah yang akan dia lindungi nantinya.
Saat Adan ingin melanjutkan perdebatan seorang pria paruh baya dengan menggunakan sebuah tongkat dan kacamata beserta seorang pengawal datang dan melerai mereka berdua.
"Hahahaha kau memang cucunya Ramzy, gaya bertarung dan berbicaranya sepertinya telah diwariskan kepadamu hahahah" ucap pria paruh baya tersebut dengan tawa renyah.
"Ayah! Kenapa ayah turun sendiri dan apa ayah mengenal pria berandalan ini?" Ucap wanita tersebut dengan pertanyaan bertubi-tubi.
"Sudahkan Natasya mari kita bicara di ruangan ayah, dan kau kemari lah aku sudah menunggumu hahaha" ucap tuan Wilson kemudian mereka bersama-sama menaiki lift menuju ruangan tuan Wilson yang berada di lantai 12.
__ADS_1
Sedangkan kedua security yang berdebat dengan Adan kini terlihat panik dengan wajah pucat, habisnya ternyata tuan mereka sepertinya sangat dekat dengan Adan, mereka berharap besok mereka masih bisa bekerja di perusahaan ini.