Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
Chapter 11. Anmesia


__ADS_3

Setelah bisa bergerak, Adan memutuskan untuk meninggalkan ruangan tempat ia dirawat.


"Maaf Lone wolf tapi keadaanmu belum pulih" ujar seorang perawat kepada Adan.


"Aku sudah pulih dan aku masih punya misi yang harus di selesaikan" balas Adan.


Namun saat Adan akan melangkahkan kakinya tiba-tiba seorang pria paruh baya berbadan kekar masuk.


"Lone wolf kau tak perlu menjadi pengawal, Licard sendiri yang mengawal Acha saat ini" ucapnya.


Adan dibuat bingung kenapa Licard yang turun tangan sendiri menangani misi ini, biasanya Licard baru akan turun tangan saat misi yang benar-benar membutuhkan kekuatannya.


"Saat ini kondisimu belum begitu pulih lebih baik saat ini kau beristirahat saja" ucap pria paruh baya itu dengan wajah serius.


Adan hanya bisa tersenyum kecut dan kembali duduk di ranjang tempat ia dirawat.


Beberapa saat kemudian terdengar bunyi notifikasi dari ponsel Adan.


Setelah membaca pesan yang ada di ponselnya Adan memukul meja didekatnya hingga hancur.


"Sial, ternyata pelakunya dia tunggu saja kau wanita sialan" Ucap Adan dengan emosi yang meledak-ledak.


………


Di sebuah cafe yang terletak tak jauh dari sekolah Acha, Adan dan seorang pria yang mengenakan masker sedang minum seraya membicarakan sesuatu yang penting.


"Seperti itulah tuan" ujar pria yang duduk didepan Adan dengan hormat.


Terlihat gigi Adan menjadi gemertak setelah mendengar apa yang pria tersebut katakan.


"Baiklah, terima kasih elang hitam kali ini kau benar-benar menyelesaikan misimu dengan sempurna" ucap Adan memberi apresiasi pada pria yang dipanggil elang hitam.


"Terima kasih pujiannya tuan" ucap elang hitam dengan nada senang.


Elang hitam adalah salah satu dari sekian banyak mata-mata yang bekerja untuk Adan.

__ADS_1


Di dalam prajurit Dragon setiap prajurit senior bisa membentuk satuan prajurit khusus.


Seperti pria paruh baya yang melarang Adan tadi, dia memiliki satuan khusus yang bernama harimau gunung.


Dan ia sendiri diberi julukan harimau gunung karena cara bertarungnya yang terkenal agresif.


Sedangkan satuan dibawah Adan bernama serigala pembunuh semua anggotanya terdiri dari pembunuh yang bisa melakukan pembunuhan tanpa korban tau siapa yang membunuh mereka.


Sedangkan alasan mengapa Adan dijuluki Lone wolf karena biasanya satuan serigala pembunuh melancarkan aksinya dengan berkelompok.


Biasanya mereka beraksi dengan satu kelompok yang terdiri dari 5 pembunuh, berbeda dengan Adan yang melaksanakan misi seorang diri saja.


Satuan serigala pembunuh juga bisanya meniggalkan luka bekas cakar di tubuh korbannya sebagai ciri khas mereka.


Sedangkan elang hitam adalah ketua divisi pengintai dari satuan serigala pembunuh.


"Baiklah sampaikan pada semua anggota divisi baik divisi satu, dua atau tiga untuk berkumpul di distrik B2 besok pagi!!" Perintah Adan.


"Baik tuan" ucap Elang hitam.


Kemudian mereka berdua meninggalkan tempat mereka.


………


Natasya saat ini sedang memainkan ponselnya namun ekspresinya menggambarkan jika ia tidak begitu senang sore ini.


"Adan ngga ada, sekolah nyebelin, temen lagi ama pacarnya ish nyebelin" ujar Natasya kemudian membanting hpnya ke kasur.


Natasya kemudian memeluk bantal gulingnya seraya memikirkan kejadian yang hampir membuat nyawanya melayang namun sosok Adan entah darimana muncul lalu menjadi perisai daging bagi Natasya.


"Gimana kondisi Adan saat ini ya?" Natasya bertanya pada dirinya sendiri.


Akhirnya ia pun menanyakan kondisi Adan ke Licard.


Natasya kemudian keluar dari kamar lalu menuju ke arah ruang tamu, temlat Licard biasa menjaga sekaligus menonton telivisi.

__ADS_1


"Paman Licard" panggil Natasya.


Licard yang mendengar panggilan Natasya langsung mematikan telivisi lalu menjawab panggilan Natasya.


"Nona, saat ini kondisi Adan" ucap Licard.


"Adan kenapa paman? Adan ngga apa-apa kan paman?" Tanya Natasya bertubi-tubi.


"Nona mohon maaf tapi Adan saat ini"


"Adan kenapa paman" teriak Natasya matanya tampak mulai mengeluarkan cairan bening.


"Mohon maaf nona"


"Paman Adan kenapa" tanya Natasya kini ia mulai menangis.


"Adan telah anmesia dan kemungkinan telah melupakan semua tentangmu" ucap tuan Wilson yang tiba-tiba muncul di belakang Natasya.


Tuan Wilson biasanya pulang pada jam 12 malam bahkan kadang lebih namun entah kenapa kali ini ia pulang begitu cepat.


"Acha ayah di beritahu guru kalau kamu disekolah tidak memperhatikan materi dengan baik bahkan sering melamun, ayah tidak suka itu, jika hanya karena laki-laki kamu tidak semangat belajar, kesuksesan kamu tidak bisa di bandingkan dengan seorang pria ingat itu" ucap tuan Wilson.


Natasya hanya berkaca-kaca mendengar perkataan ayahnya, biasanya ayahnya akan merangkulnya jika ia sedang terpuruk.


"Ayah, ayah kenapa ngomong gitu?" Tanya Natasya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Pulang ke kamar belajar!!" Perintah tuan Wilson dengan nada mutlak.


Natasya hanya bisa berlari dengan air mata yang bercucuran.


"Kenapa ayah ngomong gitu? Bukannya ayah sendiri yang menyuruh Adan buat ngawal Acha?" Gumam Natasya seraya memeluk kedua lututnya.


"Acha benci, Acha benci sekolah, Acha benci ditinggalin Adan, Acha ngga bisa curhat ke siapa pun" tutur Acha di sela-sela tangisnya.


………

__ADS_1


"Tuan Wilson bukankah ini sedikit berlebihan?" Tanya Licard.


"Aku, aku juga tidak tau, aku bukanlah ayah yang baik, aku telah membuat putriku meneteskan air mata" sesal Wilson seraya menghembuskan nafas.


__ADS_2