
Adan yang telah berada di dalam restoran tak ingin membuang-buang waktu ia pun berjalan ke arah kasir yang juga merupakan anggota prajurit bayaran.
Namun ia agak bingung selama ini belum pernah ia melihat Adan, wajar saja baru kali ini Adan masuk tanpa mengenakan masker.
Adan kemudian mengambil sebuah kartu dan memberikannya pada kasir tersebut.
Sang kasir yang melihat kartu tersebut kemudian membulat sempurna matanya dan berkata dalam hati.
'DIA ADALAH LONE WOLF!!! Ya Tuhan lone wolf yang terkenal ternyata masih sangat muda' batinnya
"Silahkan masuk" ucap sang kasir setengah setelah menenangkan ekspresinya.
Adan yang mendengar hal tersebut kemudian berjalan menuju ke lift dan menaruh kartunya tadi di sebuah alat scane, dan yang awalnya hanya ada pilihan lantai 1,2,3 kini menjadi -2,-1,1,2,3.
Inilah rahasia Dragon resto yang hanya diketahui oleh prajurit bayaran bahkan manager restoran saja tidak tahu bahwa ada lantai -2 dan -1.
Sesampainya di lantai -2 terlihat banyak sekali prajurit bayaran yang tengah lalu lalang dan ada juga beberapa yang sedang mengobrol.
Semuanya mengenakan penutup wajah begitupula dengan Adan yang telah mengenakan penutup wajah atau topeng yang bermotif serigala saat ia berada di dalam lift.
"Lone wolf!!" Teriak seseorang yang mengenakan topeng monyet.
"Ada apa?" jawab Adan seraya membalikkan badan.
"Bos telah menunggumu di ruangannya" ucap pria bertopeng monyet.
__ADS_1
"Baik, pimpin jalan" ucap Adan
Pria bertopeng monyet hanya mengangguk dan memimpin jalan menuju ke ruangan seseorang yang dia panggil bos.
Setelah beberapa saat mereka pun tiba di depan suatu ruangan besar.
"Masuklah bos telah menunggumu" ucap pria bertopeng monyet kemudian berlalu pergi.
Adan hanya mengangguk kemudian memasuki ruangan besar tersebut, di dalam ruangan itu terlihat seorang pria paruh baya yang memiliki tubuh tinggi dan kekar tampak sedang berkutat dengan pikirannya sendiri sehingga tak menyadari keberadaan Adan.
"Ahh kau telah datang, kemarilah! Ada hal penting yang ingin kutanyakan padamu" ucap pria paruh baya tersebut kepada Adan.
Adan pun duduk didepan meja pria paruh baya tersebut.
"Untuk apa kau memanggilku bos senior Li?" tanya Adan kepada pria paruh baya di depannya.
Namun karena kedekatan keduanya Adan tak sungkan memanggilnya dengan nama aslinya yaitu Licard.
"Seperti yang kukatakan tadi ada misi penting dan hanya boleh kau yang laksanakan, lihatlah ini!" ucap Licard seraya menunjukkan sebuah dokumen pada Adan.
"Misi ini adalah misi yang sangat penting, saking pentingnya tidak ada yang tahu sampai kapan kau akan berada dalam misi ini" sambung Licard
Setelah menerima dokumen tersebut dan mendengar penjelasan Licard Adan pun memeriksa dokumen tersebut dan kemudian mengernyitkan dahi.
"Senior, kau bilang hanya aku yang bisa melaksanakan misi ini?" tanya Adan.
__ADS_1
"Ya" jawab singkat Licard
Jawaban tersebut membuat Adan bingung pasalnya dalam dokumen tersebut tertera bahwa yang diminta adalah prajurit senior sedangkan Adan hanyalah prajurit khusus.
"Disini mengatakan prajurit yang diperlukan adalah prajurit senior dan aku hanya seorang prajurit khusus" ucap Adan
Namun Licard bukannya membalasnya ia malah memberikan sebuah lencana berwarna ungu dengan ukiran naga kembar dan sebuah kartu baru identitas baru yang berwarna ungu juga.
"Kini kau adalah prajurit senior" ucap Licard
Hal ini sedikit membuat Adan bingung namun mengingat poin kontribusi yang telah ia kumpulkan memang telah cukup untuk dipromosikan sebagai prajurit senior.
Biasanya para prajurit yang ingin naik pangkat harus mengumpulkan poin kontribusi dari hasil menyelesaikan misi barulah mereka di promosikan ke tingkat selanjutnya, namun karena banyaknya misi berbahaya yang di laksanakan Adan dengan seorang diri ia pun berhasil menjadi prajurit bayaran senior termuda.
"Jadi bagaimana? Kau masih tidak mau? Upahnya lumayan mahal dan juga kau bisa tinggal di sebuah rumah mewah ahahaha yang lebih penting klien kita ini juga merupakan teman kakekmu" ucap Licard.
Setelah merenung sejenak akhirnya Adan memutuskan untuk menerima misi tersebut.
"Baiklah aku menerimanya" ucap Adan kemudian menandatangani dokumen yang ia lihat tadi.
Melihat hal itu Licard hanya tersenyum, selesai menandatangani dokumen tersebut Adan pun bersiap pergi dari ruangan Licard, saat akan membuka pintu Licard berkata pada Adan.
"Jangan lupa pakai lencana mu" ucap Licard.
Mendengar hal itu Adan hanya mengangguk dan memasang lencana tersebut di dadanya kemudian berlalu pergi dari ruangan Licard.
__ADS_1
....................