Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
Chapter 13. Hancurkan markas mereka


__ADS_3

Adan bersama dengan seluruh anggota serigala pembunuh kini tiba didepan sebuah gedung yang bertuliskan Geng kapak.


Dulunya geng kapak terkenal karena mereka kerap kali melakukan tindakan yang kejam.


Seperti perdagangan manusia atau budak karena mereka merupakan organisasi yang menjadikan manusia sebagai alat untuk ditukarkan dengan uang.


"Tuan apa benar Stella bekerja disini juga?" Seseorang bertanya kepada Adan.


Adan hanya mengangguk kemudian menjelaskan bahwa Prajurit Dragon dan geng kapak dulu pernah bersitegang, jadi hingga saat ini hubungan kedua organisasi ini sedang tidak baik.


Dan setau Adan, ayah dan ibunya dulu pernah meneliti tentang geng kapak.


"Bisa jadi mereka menyewa jasa Stella untuk membunuh ayah dan ibu yang telah mengetahui banyak hal tentang geng kapak" ujar Adan dalam hati.


Beberapa saat mengintai, akhirnya Adan melihat Stella bersama seorang pria yang tampaknya mabuk datang dan hendak memasuki gedung tersebut.


Setelah Adan perhatikan pria tersebut merupakan ketua dari geng kapak saat ini yang juga merupakan anak dari ketua geng kapak generasi sebelumnya.


"Elang hitam! menyusuplah kedalam! kemudian matikan semua kamera pengintai mereka, ingat jangan sampai ketahuan!" Perintah Adan kepada Elang hitam.


Elang hitam dan beberapa anggota serigala pembunuh pun berangkat menuju ke arah markas geng kapak dengan gerakan yang sangat tersembunyi.


Elang hitam kemudian mulai menyusuri setiap sudut ruangan mencari dimana ruang monitor kamera pengintai geng kapak.


Setelah beberapa usaha Elang hitam berhasil menemukan ruangan yang ia cari.


"Kalian berdua lumpuhkan penjaga itu!" Perintah elang hitam kepada dua anggota yang mengikutinya.


Kedua anggota serigala pembunuh tersebut langsung melesat ke arah sang penjaga kemudian menggunakan senjata khas mereka yaitu sarung tangan yang berbentuk cakar untuk melumpuhkan penjaga tersebut.


Dengan sedikit usaha mereka berhasil melumpuhkan beberapa penjaga dengan senjata mereka.


Salah satu dari mereka kemudian masuk terlebih dahulu ke ruangan monitor untuk melumpuhkan penjaga yang berada disana.


Saat anggota serigala pembunuh masuk, sang penjaga langsung kaget dan ingin memencet tombol darurat, namun apalah daya penjaga tersebut lebih duluan terkena cakaran di bagian lehernya.


Elang hitam kemudian masuk lalu mencoba untuk mematikan semua kamera pengintai yang berada di markas geng kapak.


"Tuan, kamera pengintai telah dimatikan" ujar Elang hitam.


Mendengar laporan elang hitam Adan memerintahkan pasukannya agar masuk secara bersamaan dari berbagai arah namun tetap dengan cara sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


Adan sendiri langsung menuju ruangan yang paling besar yang ia curigai sebagai ruangan terpenting di gedung ini.


Ternyata tebakan Adan tidak salah, saat ini Adan melihat Stella sedang bermesra-mesraan dengan pria yang ia lihat tadi.


Adan sudah tidak bisa menahan emosinya ia kemudian memerintahkan pasukannya untuk membantai semua pasukan geng kapak.


"Semua domba yang ada disini..... HARUS MATI!" Perintah Adan.


Sontak Stella yang sedang bermesraan dengan prianya langsung panik mendengar jeritan anggota geng kapak.


Stella kemudian memperbaiki pakaiannya kemudian melihat sekelilingnya.


Saat ini Adan sedang mengintip mereka dari luar ruangan jadi kecil kemungkinan dirinya akan ketahuan.


"Siapa yang berani membuat onar di geng kapak? Apa dia sudah tidak sayang nyawa?" Ujar pria yang bersama Stella.


Mereka berdua pun keluar dari ruangan tempat mereka bermesraan lalu terkejut dengan keadaan markas mereka sekarang.


"Sial! Siapa kalian? Kenapa kalian membantai anggota geng kapak ku?" Ucap pria tersebut dengan mata merah akibat marah.


Namun berbeda dengan Stella, wanita tersebut melihat lambang serigala yang berada di pakaian musuh mereka kali ini dan tentu saja ia sangat terkejut dengan ini.


"Satuan serigala pembunuh? Sial! Mengapa mereka bisa berada disini?" Umpat Stella.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan siapa mereka lebih baik kita pergi dari sini" ucap Stella kemudian bersiap untuk berlari.


Saat mereka akan berlari Adan muncul kemudian langsung menangkap leher pria yang bersama dengan Stella.


Adan mencekiknya tanpa ampun hingga pria tersebut susah untuk bernafas.


Sedangkan Stella melihat kejadian tersebut dengan muka yang datar.


"Kenapa? Apa kau tak ingin menyelamatkan pria mu ini?" Tanya Adan.


Stella sama sekali tidak menjawab pertanyaan Adan.


Adan geram dengan respon Stella kemudian tanpa ampun mencekik pria tersebut hingga pria tersebut terkulai lemas dan tak bernyawa.


Saat melihat pria tersebut mati Stella seakan tak peduli dengannya hal ini tentu membuat Adan geram namun ia tetap dapat mengendalikan emosinya.


"Hahaha kalian para wanita memang hanya memanfaatkan para pria untuk mencapai tujuan kalian" ucap Adan.

__ADS_1


"Benar pria itu dulunya memberiku banyak sekali uang makanya aku sedikit memberinya kesenangan dengan tubuhku ini hahahaha tapi saat ini dia sama sekali tidak penting untukku lagi" ujar Stella.


Adan semakin geram dengan tingkah Stella akhirnya Adan mengeluarkan sebuah pedang pendek yang entah dari mana munculnya.


Adan kemudian melancarkan serangan-serangan yang ganas ke arah Stella.


Wanita tersebut kemudian juga mengeluarkan senjata yang berbentuk sebuah pedang panjang. Keduanya kini sedang beradu ilmu pedang mereka.


Pertempuran mereka begitu hebat bahkan sampai membuat banyak perabotan yang hancur. Stella kemudian melakukan gerakan tebasan tipuan yang berhasil membuat Adan terkena sabetan pedangnya.


Tak sampai disitu, Stella kemudian kembali maju dengan serangkaian serangan yang membuat Adan sedikit kualahan.


Namun Adan dengan cepat kembali menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh Stella.


Stella mengayunkan pedang secara horizontal yang dimana ayunan pedangnya di tangkis oleh Adan, Adan kemudian melakukan kuda-kuda untuk mempersiapkan serangan berikutnya.


"Tebasan serigala bulan!!" Adan kemudian melepaskan sebuah serangan yang berhasil membalikkan keadaan.


Stella yang tadinya unggul dalam sekejap langsung dibuat tak berdaya oleh Adan. Tak berhenti disitu Adan melancarkan rangkaian serangan yang membuat kondisi Stella saat ini begitu parah.


Bibirnya telah mengeluarkan darah lengan dan perutnya beberapa kali terkena sabetan pedang dan.


Adan sepertinya belum puas dengan hal tersebut. Adan kemudian kembali mengeluarkan sebuah jurus kembali.


"Serigala memakan mangsa" Adan melakukan gerakan menusuk yang sangat cepat membuat Stella tidak bisa menghindar sepenuhnya.


Akibatnya Wajahnya terkena tebasan pedang Adan.


"Sialan kau merusak wajah ku serigala sialan" teriak histeris Stella.


Adan tidak memperdulikan sama sekali teriakan Stella, ia kemudian melangkah maju untuk bersiap mengakhiri hidup Stella.


Namun belum sempat Adan menyabet kan pedangnya tiba-tiba seorang pria paruh baya muncul dan melindungi Stella.


"Siapa kau?" Ucap Adan.


Pria paruh baya tersebut kemudian menyerang Adan dengan serangkaian serangan telapak tangan dan juga tendangan.


Setelah beberapa saat bertarung dengan Adan, Pria paruh baya tersebut mengeluarkan sebuah benda kecil lalu melemparkannya kearah Adan dan pasukannya.


Asap pun mengepul Adan dan pasukannya kemudian berusaha menghilangkan asap yang mengganggu penglihatan mereka.

__ADS_1


"Mereka melarikan diri" ucap Adan dengan geram.


__ADS_2