
Hari ini berbeda dengan hari yang biasanya Adan tidak berada di rumah tuan Wilson.
Adan tadie mendapatkan telepon dari Licard bahwa ia memiliki misi dadakan untuk dilaksanakan.
Licard juga telah menghubungi Tuan Wilson untuk menarik sementara Adan dari tugasnya.
Adanpun berangkat setelah mendapat persetujuan dari tuan Wilson, saat ini pemuda tersebut sedang memacu motor miliknya menuju Dragon Resto.
Tanpa berbasa-basi Adan langsung mengenakan topengnya kemudian menscan kartu identitasnya.
.........
Ruangan Licard.
"Ada apa senior? Apa ada hal yang sangat mendadak kali ini sehingga menarikku dari misi jangka panjangku" tanya Adan tanpa basa-basi.
Tanpa berbicara lebih banyak, Licard menyerahkan dokumen yang lumayan tebal pada Adan.
Adan kemudian membolak-balik dokumen tersebut dengan cepat kemudian membanting tangannya diatas meja Licard.
"Kurang ajar, apa organisasi pembunuh bayaran itu ingin mencari masalah lagi dengan kita?" Tanya Adan berapi-api.
Amarah Adan tak bisa tertahan, organisasi pembayaran adalah organisasi yang menjadi musuh bebuyutan prajurit Dragon saat ini.
Apalagi yang Adan baca tadi bahwa organisasi pembunuh bayaran sedang mengintai putri tuan Wilson, Natasya.
Organisasi pembunuh bayaran adalah organisasi yang paling dibenci oleh Adan.
Bagaimana tidak? Luka yang menyebabkan kakeknya meninggal ternyata berasal dari ketua organisasi pembunuh bayaran saat ini.
Dan setelah ia selidiki Kematian orang tuanya juga merupakan akibat organisasi pembunuh bayaran.
Bukti yang ia dapat menunjukkan bahwa ada seseorang yang menggunakan jasa organisasi pembunuh bayaran untuk membunuh orang tuanya.
Sedangkan siapa yang menggunakan jasa mereka belum Adan ketahui sama sekali.
"Jadi senior apa yang harus aku lakukan saat ini?" Adan meminta saran.
"Sebaiknya saat ini kau hanya mengawal klien kita dari jauh saja, jika kau mengawal mereka dari jarak dekat besar kemungkinan mereka akan mengerahkan kekuatan besar hanya untuk mengalahkanmu" ucap Adan.
__ADS_1
"Jika kau mengawalnya dari jauh mereka akan mengira mudah saja membunuh Natasya" ujar Licard dengan serius.
"Baiklah aku akan mengawalnya dari jauh saja kali ini" ucap Adan.
Saat Adan dan Licard berbincang serius tiba-tiba Licard mendapat telepon dari anak buahnya.
"Halo senior harimau, gawat pasukan pengintai melihat pergerakan organisasi pembunuh bayaran di sekitar wilayah rumah Tuan Wilson" ungkap prajurit yang menelpon Licard.
Sedangkan Licard hanya mendengus kesal mendengar kabar tersebut, disisi lain Adan langsung meminta ijin untuk terjun ke lokasi sekarang.
Licard mengangguk namun berpesan pada Adan jika tetap harus berpikiran dingin dan tidak bertindak sendirian jika tidak perlu.
Adan langsung melesat pergi dari markas dengan mengendarai motornya.
.......
Rumah Tuan Wilson
Saat ini Natasya sedang sibuk mengerjakan tugas, meski malam telah demikian larut.
"Ahh akhirnya selesai" ucap Natasya.
"Si sia siapa itu?" Ucap Natasya mulai ketakutan.
Namun bukannya mendapat jawaban ketukan di jendela semakin kuat dan kencang.
Natasya kemudian bangkit dari posisi tidurnya lalu bersiap keluar mencari Adan.
Namun naasnya jendela Natasya telah terbuka menampilkan sosok hitam nan menyeramkan yang memegang celurit di tangannya.
"Akhhh!!" jerit histeris Natasya.
Namun sang pembunuh sepertinya tidak terganggu dengan teriakan Natasya.
Pembunuh tersebut kemudia maju bersiap memenggal Natasya.
"Aahhhhhh tolong Adaaaaaan!!" Teriak putus asa Natasya memanggil pengawalnya.
Namun…
__ADS_1
Slash.
"Argh" terdengar rintihan seseorang.
Pov Adan.
Saat ini Adan memacu motorku dengan sangat cepat menuju rumah Natasya.
Ia telah menelpon tuan Wilson ternyata saat ini ia masih berada di perusahaan.
Jadi saat ini hanya Natasya sendiri yang berada di rumah.
Saat sampai di depan rumah Natasya, Adan Langsung melumpuhkan semua para pembunuh bayaran yang berjaga di luar rumah.
Serangan demi serangan telah di luncurkan Adan dan entah berapa nyawa yang telah ia Renggut.
Saat Adan berada di tangga dengan seorang pembunuh bayaran.
Ia mendengar teriakan Natasya memanggil namanya.
Ia segera menebas pembunuh bayaran yang ia hadapi dengan pedang pendeknya.
Kemudian ia mendobrak pintu kamar Natasya kemudian menggunakan tubuhnya menghadang celurit yang ditujukan pada Natasya.
"Arg" rintih Adan akibat celurit yang telah menancap tepat di dada kirinya.
Pov berakhir
"Adan? Adan adan" teriak histeris Natasya melihat kondisi Adan saat ini.
Sedangkan sang pembunuh hanya mendecih kemudian meninggalkan rumah tuan Wilson.
Karena ia menduga kalau teman-teman Adan pasti akan datang.
"Cih kau beruntung gadis kecil seandainya Lone wolf tidak datang kau telah mati sekarang" ucap pembunuh tersebut kemudian berlalu pergi.
Sedangkan Natasya kemudian menangis histeris melihat keadaan Adan saat ini.
"Adan jangan tinggalkan Acha plis, Adan!! Sadar Adan!!" Teriak Natasya seraya memegang tubuh Adan yang tekulai lemas
__ADS_1