Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
Chapter 9. Saingan baru Acha


__ADS_3

Mendengar suara Natasya di telepon, tuan Wilson bergegas menuju rumahnya menggunakan mobilnya.


Sedangkan Licard yang mendengar jika Adan sedang terluka dan nyawanya sedang terancam juga bergegas dengan beberapa petinggi prajurit Dragon.


Sesampainya Tuan Wilson dirumah ia begitu terkejut melihat rumahnya yang telah hancur sebagian.


Licard juga sampai dirumah tuan Wilson ia juga begitu terkejut melihat penampilan rumah yang lebih terlihat seperti kapal pecah.


Licard bersama tuan Wilson kemudian masuk kedalam rumah dengan terburu-buru.


Licard kini dilanda rasa bersalah yang begitu besar, bagaimana tidak ialah yang bertanggung jawab atas misi Adan kali ini.


Sedangkan tuan Wilson merasa panik akan kondisi putri semata wayangnya saat ini.


..........


Di dalam kamar


Adan saat ini masih mencoba mempertahankan kesadarannya sedangkan Natasya masih menangis histeris.


"Adan, Adan jangan tinggalin Acha!! Adan!!" Jerit Natasya.


Adan hanya berusaha tersenyum agar mengurangi rasa khawatir sang majikan.


Bukannya tenang setelah melihat senyuman Adan, Natasya malahan semakin histeris dibuatnya.


Apalagi saat ini celurit sang pembunuh masih bersarang didada Adan.


"Uhuk, uhuk, aku tidak apa-apa Acha tenang saja" ucap Adan seraya terbatuk-batuk.


Acha sedikit tenang mendengar ucapan Adan apalagi saat mendengar Adan memanggilnya Acha.


Namun Natasya masih saja menangis saat ini.


"Acha, Acha tidak kenapa-napakan?" Tanya tuan Wilson seraya memeriksa keadaan putrinya tersebut.


Sedangkan Licard sama sekali tidak memperdulikan Natasya.


Ia hanya melihat kondisi Adan yang sangat mengenaskan saat ini.


"Sial, Aku berjanji akan membalaskan dendammu pada organisasi pembunuh bayaran sialan itu" janji Licard dengan gigi gemertak.


Akhirnya Adan dibawa menuju kerumah sakit bersama dengan Tuan Wilson, Natasya dan juga Licard.


............

__ADS_1


Di rumah sakit.


Natasya tak bisa tenang sekarang, meskipun saat ini Adan telah dirawat oleh dokter profesional yang dihubungi oleh Ayah Natasya.


"Tenanglah Acha, Adan pasti akan baik-baik saja dia adalah pria yang baik" ujar Tuan Wilson berusaha menenangkan putri semata wayangnya.


Licard hanya mondar-mandir seraya memegang dagunya saat ini.


Rasa bersalahnya benar-benar membuat sang prajurit Harimau yang terkenal ganas dan tanpa ampun itu pusing.


Apalagi Adan adalah cucu dari guru Licard yaitu Ramzy.


Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan Adan seraya berkata.


"Maaf pasien saat ini sedang kritis dan membutuhkan darah" ucap dokter tersebut.


Sebelum Natasya, Licard dan tuan Wilson menjawab.


Tiba-tiba seorang wanita datang dan menawarkan menjadi pendonor darah bagi Adan.


"Saya, saya akan mendonorkan darah saya, golongan darah kami sama" ucap wanita tersebut.


"Maaf, kalau boleh tahu ibu siapanya pasien?" Tanya dokter tersebut.


"Saya adalah kekasihnya" ucap wanita itu dengan mantap.


"Huh" dengus Natasya.


Licard dan Tuan Wilson hanya melirik Natasya yang mukanya telah berubah saat ini.


Bahkan Natasya beberapa kali menghentakkan kakinya dengan kesal kemudian memanyunkan bibirnya.


"Cemburu" tebak Tuan Wilson dan Licard dalam hati.


Kemudia kedua pria tersebut saling menatap lalu tertawa geli seraya melirik Natasya.


..........


Beberapa saat kemudian, wanita tersebut datang dan menunggu didepan ruangan Adan.


Sekali lagi Natasya melihat wanita tersebut dengan rasa kesal yang tak bisa disebutkan.


Kemudian dokter keluar dan mengatakan bahwa kondisi Adan telah membaik.


Natasya tanpa meminta izin kemudian masuk kedalam ruangan Adan.

__ADS_1


Sang Ayah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya yang sedang dilanda cemburu tersebut.


Saat mereka berada didalam ruangan Adan Natasya kemudian bertatapan dengan wanita tersebut dengan pandangan tidak suka.


"Apa kau adalah kekasih Adan" tanya Natasya dengan tatapan menyelidik.


"Benar, aku adalah kekasih Adan namaku Stella Cornelia" ujar Stella dengan nada santai.


Sedangkan Natasya hanya mendengarnya dengan tatapan tidak suka.


.........


Selama di dalam ruangan tidak ada yang memulai perbincangan semuanya terasa canggung.


Apalagi degan kehadiran Stella yang berstatus sebagai kekasih Adan.


Akhirnya Licard dan tuan Wilson memutuskan untuk keluar karena ingin mengurus beberapa hal penting.


Hingga akhirnya tinggalah dua wanita yang sedang memperebutkan satu pria.


Namun beberapa saat kemudian Stella hendak ingin keluar dari ruangan.


"Aku ingin mengurus beberapa hal darurat terlebih dahulu, oh iya mohon jaga baik-baik calon suamiku dan jangan mencoba-coba untuk menggodanya karena dihatinya hanya ada aku STELLA seorang" ujar Stella memanas-manasi Natasya.


Kemudian setelah mengatakan hal itu Stella keluar dari ruangan. Natasya kemudian mengeluarkan semua kekesalannya.


Natasya kemudian menghentak-hentak kakinya ke lantai seraya berkata.


"Dasar wanita sialan, huh dia pikir Adan yang kulkas berjalan menyukainya cih akhhhh" geram Natasya.


Kemudian setelah menenagkan perasaannya Natasya kemudian duduk disamping Adan.


"Adan emang benar itu pacar Adan?" Tanya Natasya meskipun yang ditanya saat ini masih tidak sadarkan diri.


"Adan Acha mau jujur" ujar Natasya kemudian memegang tangan Adan.


"Achaa" gantung Natasya.


"Acha sebenarnya suka sama Adan tapi Acha cuma mau kalau Adan itu peka dan nembak Acha duluan" ujar Natasya kemudian meneteskan air mata dari matanya.


Karena lelah menangis akhirnya Natasya tertidur dengan berbantalkan tangan Adan.


Tanpa disangka-sangka mata Adan terbuka lalu kemudian tersenyum pria tersebut mendengar semua hal yang diucapkan oleh Natasya.


"Selamat tidur majikan Adan yang cengeng" bisik Adan ditelinga Acha.

__ADS_1


Namun siapa sangka tiba-tiba Acha mengumamkan sesuatu yang membuat bibir Adan kembali tersenyum.


"Adan Acha cinta mati sama Adan" gumam Natasya didalam tidurnya.


__ADS_2