Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
chapter 12. Mengintai Musuh


__ADS_3

Adan pagi ini telah berkumpul dengan seluruh anggota serigala pembunuh yang jumlahnya kurang lebih ada 200 orang.


"Saya rasa semua orang telah diberitahu alasan kenapa kita berkumpul disini oleh masing-masing ketua divisi maka saya akan langsung membahas inti dari operasi kita kali ini" ucap Adan.


Sontak semua orang mengiyakan pertanyaan Adan.


Adan kemudian membahas strategi untuk misi kali ini.


Misi kali ini adalah misi untuk menangkap tersangka pembunuhan orang tua Adan.


Sekaligus untuk membongkar satu penghianat di prajurit Dragon.


"Misi kali ini saya tidak menerima kata gagal" tekan Adan.


"Siap tuan" ucap serentak anggota serigala pembunuh.


………


Di kamar Natasya, gadis tersebut sedang mempersiapkan diri menuju ke sekolah.


"Oke semuanya udah siap" tutur Natasya dengan nada lega.


Natasya kemudian mengambil ranselnya lalu menuju ke mobil dimana Licard telah menunggunya.


"Paman ayo berangkat!!" Ujar Natasya.


Licard hanya tersenyum kemudian mengangguk.


Semenjak kejadian kemarin sore Natasya menjadi sedikit lebih pendiam dari biasanya.


Bahkan gadis tersebut tidak lagi pamit kepada Wilson saat ingin berangkat ke sekolah. yang dimana biasanya Natasya akan selalu berpamitan terlebih dahulu sebelum menuju ke sekolah.


Saat diperjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan, Licard fokus menyetir mobil dan Natasya fokus memikirkan Adan.


Gadis itu masih saja memikirkan perkataan ayahnya kemarin jika Adan telah anmesia.


Dia juga bingung jika Adan anmesia sekarang dia berada dimana dan kenapa ayahnya sama sekali tidak memberitahukan lokasi Adan dirawat.


Tak terasa Natasya telah sampai di depan sekolah, Natasya kemudian berpamitan kepada Licard dan langsung keluar dari mobil menuju ke kelasnya.


Saat dalam perjalan ke kelas seorang pria mendatangi Natasya, pria tersebut langsung memegangi tangan Natasya dengan sangat keras hingga membuat Natasya sedikit meringis.

__ADS_1


"Acha ikut aku sebentar! Ada yang ingin kuberitahukan padamu" ujar pria tersebut.


Natasya mendengus pelan kemudian mencoba melepaskan diri dari genggaman pria yang memegang tangannya.


Natasya kemudian membayangkan seandainya saja Adan ada disisinya maka Adanlah yang pertama membantu Natasya melepaskan genggaman pria tersebut.


"Rey berhenti gangguin Acha! Lebih kamu ngurusin cewek centil mu itu" setelah mengatakan itu Natasya kemudian melakukan jurus yang telah Adan ajarkan padanya.


Natasya mengangkat kakinya kemudian mengayunkannya dengan keras ke arah ************ Rey.


Dan


"Arghhhh" Rey melepaskan genggaman tangannya pada Natasya kemudian beralih memegang hartanya yang hampir dibuat pecah oleh Natasya.


Setelah mengeksekusi jurus yang telah Adan ajarkan, Natasya kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke kelasnya.


………


Kantor Wilson.


Wilson sedang duduk seraya merenungi apa yang telah ia lakukan pada putri semata wayangnya.


Ia hanya ingin putrinya fokus belajar dan melupakan Adan untuk sementara waktu agar fokus belajarnya tidak terganggu.


"Sepertinya hubungan mereka bukan hanya hubungan pengawal dan nona saja" gumam Wilson seraya menghembuskan nafas dengan kasar pertanda jika ia sedang frustasi saat ini.


………


"Tuan semua persiapan telah siap" ujar elang hitam kepada Adan.


"Baik mulailah seperti yang telah kita rencanakan tadi" perintah Adan.


Elang hitam mengangguk kemudian dia bersama beberapa orang menaiki sebuah mobil.


Setelah itu Adan juga mengikuti mobil tersebut dengan motor kesayangannya.


Setelah beberapa menit akhirnya Adan tiba disuatu restoran di distrik A1.


"Misi dimulai" ujar Adan lewat alat komunikasi rahasia.


Setelah Adan mengatakan itu, Elang hitam dan beberapa anggota serigala pembunuh lainnya keluar dari mobil dan memasuki restoran.

__ADS_1


Terlihat mereka sepertinya sedang memperhatikan dua orang yang sedang berbicara dengan serius.


Satunya lelaki dan satunya lagi perempuan, mereka adalah dalang dari kematian Orangtua Adan.


"Dua domba telah terlihat menunggu perintah selanjutnya" ujar ular merah salah satu dari anggota serigala pembunuh.


"Dekati domba kemudian korek informasi darinya" perintah Adan.


"Dimengerti" serentak semua anggota serigala pembunuh dengan suara yang kecil.


Ular merah pun berusaha berjalan mendekat ke arah target mereka. Ular merah kemudian duduk di meja yang berjarak sekitar tiga meter darinya.


"Ular hitam telah berada di posisi"


"Elang hitam telah berada diposisi"


"Harimau kuning telah berada diposisi"


"Pedang darah berada diposisi"


"Racun hijau juga telah berada di posisi"


Semua anggota serigala pembunuh telah mengambil posisi dimana mereka dapat menguping pembicaraan dari target mereka.


Sedangkan Adan masih menunggu waktu yang tepat untuk beraksi.


"Kumpulkan informasi yang cukup kemudian tinggalkan tempat ini segera tanpa menimbulkan kecurigaan" ujar Adan.


Setelah berada sekitar 1 jam didalam restoran, Elang hitam dan 4 anggota lainnya telah keluar dari restoran.


Mereka kemudian mengemudikan mobil mereka menuju lokasi markas dari target mereka.


"Seperti itulah tuan" ujar elang hitam setelah menjelaskan semua apa yang mereka berlima dengar.


Sedangkan Adan hanya mengangguk dengan ekspresi serius.


"Baiklah regu 2,3,4 dan 5 berangkat menuju ke lokasi markas musuh sekarang juga!!" Perintah Adan.


Adan berencana untuk mengepung markas musuh kemudian mencari sosok yang telah merenggut nyawa kedua orang tuanya.


"Stella tunggu saja kau! Akan ku bongkar semua perbuatan kejimu kepada anggota prajurit Dragon" bisik Adan dengan tangan mengepal

__ADS_1


__ADS_2