Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
Chapter 15. Menyelamatkan Acha


__ADS_3

Jika kau tidak mengandalkan dirimu untuk maju, maka kau akan selamanya berada dalam kebingungan yang tak akan pernah berakhir"


                        ARGADANA


……………


Adan mulai memikirkan cara untuk menyelamatkan Natasya, dia juga bingung bagaiman bisa Natasya diculik sedangkan ia berada dalam kawalan Licard.


Pria tersebut kemudian mengikuti kedua orang yang membawa Natasya kedalam rumah.


Namun beberapa saat setelah Adan masuk ia ketahuan oleh salah seorang anggota geng kapak.


Sontak Adan kemudian terpaksa bertarung dengan anggota geng kapak tersebut.


Adan entah kenapa merasa jika tubuhnya terasa kaku saat bergerak menghindar dan memberikan serangan.


Hingga beberapa saat kemudian Adan mulai terkepung oleh anggota geng kapak lainnya, Adan semakin dibuat terpojok hingga akhirnya Adan sama sekali tak mampu untuk menahan kepungan dari anggota geng kapak.


"Lone wolf lebih baik kau menyerah saja hahaha" ujar salah seorang anggota geng kapak kepada Adan.


"Ternyata kemampuanmu hanya segini saja dan kau masih berani untuk menerobos masuk di rumah ini, kau harus tau jika anggota geng kapak yang kau bantai bukanlah semua anggota geng kapak melainkan hanya mereka yang belum menuju ke rumah ini" ujar yang lainnya dengan tawa aneh.


Adan terlihat beberapa kali memuntahkan darah segar dari mulutnya pertanda jika keadaannya tidak begitu baik.


Mendengar perkataan anggota geng kapak, Adan hanya diam dan berusaha untuk melawan kembali dengan tenaga yang tak seberapa.


Setiap kali Adan menyerang, semua serangannya pasti akan dipatahkan dengan mudah oleh anggota geng kapak.


"Sialan kenapa tubuhku terasa kaku dan sulit untuk bergerak? Sial, jika keadaan ku tidak seperti kalian semua pasti telah ku bunuh" gumam Adan dengan kesal.


Akhirnya Adan hanya menjadi bulan-bulanan dari anggota geng kapak, salah satu dari mereka kemudian memukul tengkuk Adan hingga membuat pria tersebut jatuh.


"Hahahaha ini kekuatan pembunuh muda no.1 di prajurit Dragon? Lemah! Sungguh lemah hahahaha" ucap salah seorang anggota geng kapak dengan menginjak leher Adan dengan kakinya.


Adan dibuat tak berdaya saat ini semua badannya terasa remuk akibat tendangan dan pukulan yang ia dapatkan.


Keadaan Adan saat ini begitu mengenaskan.


"Hahahaha bagus, kerja bagus, bawa pria ini kemudian ikat dia hahaha kita bisa menjadikan dia sebagai sandera juga untuk mengancam Licard haha" ujar pria paruh baya yang datang bersama Stella yang sedang menggandeng tangannya.


Adan yang melihat Stella bersama dengan pria paruh baya tersebut dibuat semakin geram.


"Jelas-jelas wanita ini tadinya berhubungan dengan ketua baru geng kapak sekarang ia sedang bermain dengan pria paruh baya ini, Sial! Dasar wanita ******!" Geram Adan dalam hati.

__ADS_1


Adan kemudian diringkus lalu dibawa ke sebuah ruangan yang gelap, disana ia juga melihat Natasya yang sedang menangis.


Ingin rasanya Adan menghampiri dan menolong Acha namun sayangnya keadaan tidak memungkinkan hal itu terjadi.


Sedangkan Natasya hanya melihat sekilas orang yang dibawa oleh dua orang pria.


Adan kemudian merogoh sakunya dengan susah payah dan akhirnya mendapatkan sebuah pisau kecil yang dapat digunakan untuk membebaskan dirinya.


Keadaan ruangan tempat Adan dan Natasya berada begitu gelap, sehingga Natasya yang sangat sangat mengenali Adan tak mampu untuk melihat wajah pria tersebut.


Setelah membebaskan dirinya, Adan kemudian mendekat ke arah Natasya lalu membebaskan gadis tersebut.


Natasya dibuat bingung dengan tindakan pria tersebut, mengapa pria ini membantuku? Itulah yang ada dipikiran Natasya saat ini.


"Acha tetap tenang ya" ujar Adan menenangkan Natasya seraya mengelus rambut gadis tersebut.


Natasya biasanya akan memberontak jika Adan yang berani macam-macam kepadanya, namun entah kenapa saat pria yang tak bisa Natasya lihat wajahnya ini malah membuat Natasya merasa aman didekatnya.


"Oke oke" jawab Natasya dengan anggukan kepala yang cepat.


Adan dibuat senyum dengan tingkah laku Natasya akan tetapi dia tau jika keadaan mereka saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bersantai.


Adan kemudian memegang tangan Natasya berusaha untuk membawa gadis tersebut untuk keluar dari ruangan gelap ini.


"Aku juga tidak begitu ingat" ujar Adan.


Natasya hanya mengangguk kemudian mereka melanjutkan kembali langkah mereka untuk mencari jalan keluar dari ruangan tersebut.


………


Wison dan Licard saat ini telah berada didekat rumah atau lebih tepatnya markas rahasia geng kapak.


"Apa rencana anda Licard?" Tanya Wilson dengan tak sabar.


Licard hanya tersenyum kemudian memerintahkan anak buahnya untuk menyerbu markas rahasia tersebut.


"Rencanaku simpel, yaitu hancurkan markas mereka kemudian selamatkan nona muda" ujar Licard kemudian turun dan memulai pertarungan.


Perkataan Licard sukses membuat Wilson terperangah, selama ini dia mengira jika Wilson merupakan orang yang bertindak dengan hati-hati namun sepertinya asumsinya kurang tepat.


Setiap anggota geng kapak yang Licard temui tidak ada yang bertahan bahkan untuk beberapa jurus, semuanya langsung tumbang saat berhadapan dengan Licard.


Setelah Licard sampai di ruang tamu dari rumah tersebut Licard berusaha mencari cara untuk berhadapan langsung dengan ketua geng kapak, itulah alasan mengapa ia langsung menyerbu rumah ini tanpa taktik apapun untuk memancing semua anggota geng kapak keluar.

__ADS_1


"Keluarlah Carl, hadapi aku secara langsung!" Teriak Licard dengan lantang memanggil ketua geng kapak.


"Kau sama saja seperti dulu Licard, sangat barbar" ujar seorang pria paruh baya.


Dia adalah Carl ketua geng kapak sekaligus musuh lama Licard.


"Kau juga sama seperti dulu, rambut di kepala mu tidak pernah tumbuh" ucap Licard seraya tersenyum.


"Dasar bajingan! beraninya kau menghinaku, terima pukulanku!!" geram Carl.


Pertarungan sengit antara Licard dan Carl pun dimulai.


Licard menghadapi Carl dengan kekuatan penuh, ia sangat tau seberapa kuat om-om yang ia lawan saat ini.


Sementara kedua pemimpin bertarung, anak buah Licard berusaha untuk mencari lokasi dimana Natasya di sandera.


………


Adan dan Natasya telah melihat pintu keluar dari ruangan gelap ini, namun Adan juga mendengar suara pertarungan dari luar sana.


Adan mengira jika Licard dan satuan khususnya telah datang untuk menyelamatkan Natasya.


"Emm, Acha diluar sana ada pertarungan antara pasukan senior Licard dan anggota geng kapak, saat keluar dari ruangan ini kau harus mencari orang yang mengenakan pakaian dengan lambang pegasus di dada mereka, itu adalah tanda dari pasukan khusus senior Licard"ujar Adan.


Adan masih belum ingin mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya, menurutnya saat ini bukanlah waktu yang tepat.


"Kamu ngga ikut keluar?" Tanya Acha.


Adan hanya mengatakan jika ia akan keluar melalui jalur lain.


Setelah mengatakan itu, Adan melihat seorang wanita yang mengenakan pakaian dengan lambang pegasus didadanya, melihat itu Adan kemudian menyuruh Natasya untuk pergi bersamanya.


"Jaga dirimu baik-baik jangan sampai kau diculik lagi ya? Hahaha" ujar Adan dengan tawa renyahnya.


"Ish, Acha juga ngga nyadar kalau ternyata cleaning servis itu ternyata orang yang mau nyulik Acha, hum" Ucap Natasya kemudian mengembangkan pipinya.


Adan hanya tertawa kemudian kembali menepuk rambut Natasha lalu.


Pergi.


Genggaman tangan Adan telah lepas dari tangan Natasya, rasanya seperti ada yang hilang dari Natasya.


"Nona muda, mari kita pergi dari sini" ajak wanita yang merupakan anggota

__ADS_1


__ADS_2