Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
chapter 16. Stella!!


__ADS_3

" Aku tak ingin dia terluka karena ia terus berada di sisiku, akan tetapi jika ia tak berada di sisiku rasanya aku yang terluka"


                             ACHA


…………..


Adan keluar dari rumah Carl dengan motornya, ia dalam keadaan yang tak begitu baik hal itu dapat diketahui dilihat wajahnya yang pucat.


Adan memacu motornya untuk kembali ke markas rahasianya untuk memeriksa kondisi tubuhnya.


Tubuh Adan seolah-olah akan lumpuh, anggota tubuhnya begitu sulit untuk digerakkan.


Salah seorang anggota yang melihat Adan dalam kondisi yang lemah lamgsung menghampiri Adan.


"Lone wolf apa yang terjadi?" Ucapnya.


Adan tidak menjawab bahkan dia memuntahkan beberapa teguk darah segar dari mulutnya.


Akhirnya Adan pun dipapah untuk menuju ruang perawatan, kondisi Adan kian melemah bahkan saat ini ia dalam keadaan pingsan.


Beberapa dokter mulai merawat Adan dengan telaten sementara Adan dalam kondisi tak sadarkan diri.


"Sepertinya ia terkena racun pelumpuh" ucap salah satu dokter yang merawat Adan.


Beberapa dokter yang lainpun hanya mengangguk mengiyakan apa yang temannya katakan.


………


"Menyerah sajalah Carl hari ini merupakan hari kematian mu, dirimu yang sekarang terlalu tua untuk mengalahkan ku" ujar Licard kepada Carl yang bertarung dengannya.


Carl hanya tersenyum sinis kemudian kembali melancarkan sebuah pukulan ke arah Licard.


Licard hanya perlu menggerakkan kakinya dan memiringkan sedikit badannya untuk menghindari serangan Carl yang sudah tidak sekuat saat mereka baru bertarung.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerah dengan orang sepertimu" seru Carl.


Licard kemudian menangkap tinju yang dilancarkan oleh Carl lalu memelintirnya hingga Carl berteriak kesakitan. Tidak berhenti disana Licard kemudian melancarkan serangkaian serangan tinju ke arah dada dan perut Carl yang membuat pria paruh baya tersebut terhuyung-huyung ke belakang.


Seakan serangannya belum cukup, Licard kembali maju dengan tendangan keras yang mengenai kepala Carl namun lagi-lagi Carl bangkit meski telah terkena serangan yang kuat dari Licard.


"Si botak ini ternyata masih lumayan tangguh" keluh Licard.


Licard kembali maju untuk beradu serangan dengan Carl.


Disisi lain, Acha bersama dengan salah seorang anggota pegasus kini berjalan ke arah ruang tamu tempat dimana Licard dan Carl bertarung.


Acha sedikit ngos-ngosan dibuatnya, pasalnya wanita yang menolongnya berjalan begitu cepat.


Stamina Acha semakin terkuras saat ia tiba di ruang tamu.


Acha melihat Licard bertarung bersama dengan pria paruh baya berkepala botak yang menyanderanya.

__ADS_1


Sedangkan sisa anggota pegasus lainnya juga berhadapan dengan anggota geng kapak lainnya.


Pertempuran begitu sengit, hingga Acha sulit untuk tidak terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.


………


Melihat kedatangan Acha, Licard menjadi lebih tenang karena tujuan utama mereka saat ini bukanlah Carl dengan antek-anteknya melainkan untuk menyelamatkan Acha.


Seakan ingin mengakhiri pertempuran, Licard melakukan persiapan untuk menjatuhkan Carl.


Licard memfokuskan sebagian besar kekuatannya ke tinjunya bersiap mengakhiri pertempurannya dengan Carl dengan satu serangan terakhir.


Ia pun berlari menuju Carl dengan kecepatan tinggi kemudian membanting tinjunya ke dagu Carl dengan keras.


Carl kemudian dikirim terbang dengan serangan Licard bahkan beberapa giginya rontok akibat tinju Licard.


Saat Licard akan menuju Carl, tiba-tiba wanita yang menyelamatkan Acha menghunuskan pisau di arah leher Acha.


"Jika kau berani mendekat maka aku akan membunuh Acha sekarang juga!" Ucap wanita tersebut mengancam Licard.


Licard dibuat bingung olehnya apakah anggota pegasusnya memberontak?


Licard masih saja tenang meski dalam kondisi yang terbilang gawat ini.


Perlahan tapi pasti Licard mengangkat tangannya seolah-olah ia akan menyerah.


Sepertinya tindakan Licard membuat kewaspadaan wanita tersebut mengurang, wanita tersebut kemudian membuka masker yang selama ini menutup wajahnya.


"Hahahaha kenapa senior? Apa kau kaget melihatku?" Ujar Stella dengan cekikikan yang membuat Licard jijik.


Licard juga baru ingat jika salah satu keahlian dari lawannya saat ini adalah keterampilannya dalam menyamar.


"Kau sungguh membuatku kecewa Stella" ucap Licard masih dengan tangan yang terangkat.


Tanpa ada yang menduga, tiba-tiba Licard merogoh sakunya kemudian mengeluarkan sebuah pistol.


Dorr!! dorr!!


Dua tembakan dilepaskan oleh Licard yang berhasil membuat Stella menjauh dari Acha.


Dengan gerakan yang sangat cepat Licard kemudian menghampiri acha lalu membawa Acha menjauh dari Stella.


"Nona muda lebih baik anda keluar lalu menemui ayah anda di mobil, kemudian perintahkan anak buah ku untuk membawa nona muda pulang" ucap Licard.


Acha sepertinya masih kaget dengan apa yang ia alami tadi, namun dengan cepat ia menuruti perintah Licard.


Kini tinggallah Licard dan beberapa anggotanya yang bertarung dengan Carl dan sisa anggota geng kapak.


Licard kemudian melesat menuju ke arah Carl ingin mengakhiri pertempuran secepatnya.


"Satu-satunya cara mengakhiri pertempuran ini adalah dengan membunuh Carl" gumam Licard dalam hati

__ADS_1


Licard kemudian mulai mendaratkan tendangan dan tinjunya ke arah Carl.


Saat ini Carl seolah-olah menjadi samsak tinju bagi Licard.


"Aku harus mencari momen yang tepat untuk mengakhiri Licard!" Bisik Carl dalam hati.


Selanjutnya Carl masih menerima serangakaian serangan Licard, hingga ia berhasil menangkap lengan Licard.


"Hahaha jika aku mati aku akan tetap menyeret mu untuk mati bersamaku Licard!!" Seru Carl.


Sesaat kemudian Carl mengeluarkan sebuah suntik lalu menyuntikkannya ke tubuh Licard.


"Arghhhh!!!" Teriak Licard kesakitan.


Licard sontak menyabut suntik tersebut dari kakinya kemudian mengarahkan pistolnya ke arah kepala Carl.


Kemudian.


Dorr! Arghhhh!!


Bunyi tembakan sekaligus teriakan Carl yang tertembak dengan peluru Licard membuat pertarungan berhenti beberapa saat.


"Kita menang!!" Seru salah satu anggota pegasus lalu disambut dengan teriakan dari anggota lainnya.


Seakan mendapat kekuatan tambahan, seluruh anggota pegasus yang tersisa kemudian membantai semua anggota geng kapak yang tersisa.


Sedangkan Stella hanya bisa mengeram kesal kemudian pergi dengan kecepatan tinggi dari Medan pertempuran.


"Tunggu saja! kalian pikir kalian telah menang" ucap Stella.


Entah kenapa setelah terkena suntikan dari Carl, Licard merasakan badannya mulai terasa kaku.


"Sial! Sepertinya racun ini dari Stella" gumam Licard.


Licard masih ingat dengan sangat jelas jika Stella merupakan seorang ahli racun yang merepotkan.


………


"Racun ditubuhnya telah berhasil dikeluarkan namun masih perlu beberapa hari untuk memulihkan diri sepenuhnya" ucap dokter yang merawat Adan.


Beberapa saat kemudian Adan pun siuman.


"Racun? Kapan aku terkena racun?" Adan bertanya-tanya.


Flashback


Saat Adan dalam keadaan koma dan membutuhkan darah, Stella lah yang mendonorkan darahnya kepada Adan.


Namun yang terjadi sebenarnya adalah, Stella telah bekerjasama dengan dokter yang merawat Adan.


Stella bukannya mendonorkan darahnya kepada Adan melainkan ia memberikan sekantung darah untuk digunakan kepada Adan.

__ADS_1


"Didalam darah ini terdapat racun pelumpuh yang telah aku racik, dan aku akan melihat sampai kapan kau bertahan, sayang" bisik Stella tepat ditelinga Adan yang tidak sadarkan diri.


__ADS_2