Pengawal Penjaga Hati

Pengawal Penjaga Hati
Chapter 6. Kericuhan akibat Adan


__ADS_3

Adan saat ini sedang mengendarai motornya mengarah ke rumahnya bersama Natasya yang masih syok akibat pertemuan dengan kekasihnya atau mungkin sekarang bisa dibilang mantan kekasihnya.


Akan tetapi sejak kejadian tadi tak pernah sekalipun gadis tersebut mengucapkan sesuatu.


Adan tadi sempat menawarkan untuk langsung pulang saja namun sang gadis hanya mengatakan bahwa kita telah dekat dari rumahmu kenapa harus pulang lagi.


Makanya Adan pun hanya bisa menurut saja apalagi dia sekarang memang adalah pengawal sang gadis apapun yang ia ucapkan Adan harus mematuhinya.


..........


"Apa kau telah mengambil semua barangmu?" Tanya Natasya dengan wajah sembab akibat nangis yang berlebihan.


"Yah, ayo kita pulang sekarang sudah hampir jam 1 malam tidak baik berkeliaran jam segini" ucap Adan kemudian menaiki motornya.


Sesampainya di rumah, Adan langsung masuk ke dalam kamarnya begitu juga dengan Natasya.


Natasya begitu lelah dengan kejadian singkat tadi, bagaimana tidak bayangkan saja kita menyayangi seseorang namun ternyata ia tak menyayangi kita bahkan memanfaatkan kita.


Hancur, itulah satu-satunya kata yang dapat mencerminkan keadaan Natasya saat ini.


Baginya Rey adalah sebagian dari dirinya, ia tak akan mampu tanpa Rey namun sekarang sepertinya hal tersebut telah berubah.


kamar Natasya


Natasya saat ini benar-benar tidak bisa tidur setiap ia akan tidur bayangan akan Rey dengan Riana selalu menghantuinya.


"Sadarkah Acha, sadar dia hanya memanfaatkan mu kenapa kau begitu cinta kepadanya sadar" ucap Natasya dengan sedikit memukul kepalanya.


Natasya kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu kembali memejamkan matanya berusaha untuk terlelap.


Namun entah kenapa kali ini ia memikirkan sosok Adan yang telah memberikan perhatian yang begitu besar padanya padahal mereka baru bertemu beberapa saat saja dan pria tersebut telah sangat baik padanya.


Natasya kemudian membayangkan kejadian dimana nyawanya hampir saja melayang akibat Riana.


Ia melihat tatapan mata Adan yang begitu murka kepada Riana bahkan ia sampai menonjok muka Riana.


"Tetapi ekspresi Adan saat marah tadi cukup ganteng juga" gumam Natasya tanpa sadar.


"Eh!! Apa yang mulut sialan ini ucapkan" panik Natasya.

__ADS_1


Bahkan ia bangkit dari rebahannya karena hal tersebut, Natasya memegang wajahnya.


"Kenapa pipiku memanas? akhhhhh" teriak Natasya


Ia bahkan berguling guling ke kasur akibat hal tersebut jika orang lain melihatnya mungkin mereka sudah tau apa yang tengah di alami putri Wilson itu.


Sedangkan di kamar sebelah Adan hanya heran mendengar teriakan majikannya ia hanya berpikir bahwa ia masih belum bisa menerima betul kejadian tadi.


Jadinya setelah membersihkan diri Adan langsung tidur.


Keesokan harinya Adan keluar dari kamar dengan badan yang fit sedangkan sang majikan keluar dengan mata pandanya.


Saat mata mereka bertemu Natasya langsung merasakan sepertinya dirinya akan pingsan apalagi entah kenapa badan langsung panas dingin dibuatnya.


"Apa yang kamu lihat? Sana pergi siap siap" ucap Natasya dengan nada membentak.


Namun bukannya terlihat seram malahan saat ini Natasya terlihat menggemaskan, karena nada bicara dan ekspresinya tidak selurus.


Nada bicaranya seakan akan marah namun ekspresinya seperti menahan perasaan malu.


Adan hanya mengendikan bahu lalu masuk kembali ke kamarnya untuk siap siap.


.......


"Adan ingat golden high school adalah tempatnya orang-orang hebat jadi disini tak perlu terlalu menggunakan ototmu cukup otak sahaja" jelas Natasya yang masih berada di motor.


"Baik, baik" angguk Adan.


Kemudian mereka berdua berjalan berdampingan menuju ke kelas, kenapa mereka sekelas? Jawabannya ayah Natasya yang mengaturnya bahkan mereka akan duduk berdekatan.


Saat berjalan berdampingan banyak pasang mata yang melirik mereka.


"Siapa pria yang disamping Natasya itu? Woaah cakeeeep" ucap seorang siswi dengan tatapan memuji yang di tujukan pada Adan.


"Akh aku ingin menjadi istrinya istri keduanya saja aku sudah bahagia" ucap salah seorang siswi ngelantur.


"Hei apa-apaan kamu aku ini pacarmu loh?" Ucap seorang pria dengan berdengus.


Ketampanan yang bahkan bisa membuat sepasang kekasih berpisah itulah Adan.

__ADS_1


Sedangkan Adan yang mendengar pujian yang di lontarkan padanya sama sekali tidak menggubrisnya hak ini adalah hal yang biasa terjadi baginya.


Namun beda cerita dengan Natasya wajahnya kini seperti sedang menahan amarah apalagi sesekali ia melirik para siswi yang mengagumi Adan sambil terlihat mulutnya komat Kamit mengucapkan sesuatu.


"Kita sudah sampai ini kelas mu mulai hari ini" ucap Natasya dengan tersenyum.


Adan melihat sebuah ruangan yang cukup besar dengan tulisan 'kelas XI.A'  terpampang jelas di depan ruang kelas tersebut.


"Tidak buruk" hanya itulah kalimat yang keluar dari mulut Adan.


...........


"Baiklah anak-anak sekalian kali ini kelas kita kedatangan teman baru" ucap ibu Liana wali kelas IX.A kepada semua muridnya.


"Nak Argadana silahkan nak" ucap Bu Liana mempersilahkan Adan untuk memperkenalkan diri.


"Halo semuanya nama saya Argadana Panggil saja Adan saya adalah kerabat


Natasya" ucap Adan.


Natasya memang sengaja menyembunyikan status Adan sebagai pengawal menggantinya menjadi kerabat.


"Huahh Adan udah punya pasangan belum? Kalau belum aku mau nih jadi pasangan kamuuu" ucap seorang siswi dengan berani.


Namanya Elena dia adalah salah satu gadis tercantik di sekolah namun kecantikan masih kalah dengan Natasya.


"Ekhem Adan sudah punya tunangan mohon jaga sikapnya" ucap Natasya dengan nada tak bersahabat.


Sedangkan para murid yang mendengarnya terkaget kaget pasalnya siapa sangka Adan telah memiliki tunangan.


"Akhh ngapa kok kalau aku jadi yang kedua aku relaaa" ucap seorang siswi lagi.


Sontak emosi Natasya akan meledak namun Adan dengan cepat menjawab.


"Saya rasa itu bukan hal yang baik" ucap Adan kemudian duduk kembali di dekat Natasya.


Sedangkan mata para siswi masih terpaku kepada Adan.


Kebetulan ibu Liana lah yang memberikan pelajaran hari ini jadi ia langsung memulai pelajaran setelah sesi perkenalan.

__ADS_1


"Aih wajah tampan memang membuat masalah, seandainya aku masih muda aku juga mau menikah dengannya" gumam Bu Liana namun hanya ia yang mendengarnya.


__ADS_2