
Penggemar setiaku bukanlah manusia
Sore itu menjelang magrib aku menutup jendela rumah dan menyalakan lampu luar. Kemudian akupun beranjak ke belakang untuk menyalakan lampu bagian belakang rumah.
Ketika aku hendak menutup korden jendela dapur, aku melihat seseorang sedang berdiri memandangku.
Aku pun terkejut karena dapurku terletak di bagian belakang rumah, dan belakang rumahku hanyalah kebun pisang dan ilalang liar.
Aku mencoba mengusap mataku dan menajamkan pandangan ku, teryata orang itu tidak ada di sana, aku pun menghela napas panjang sambil berpikir bahwa itu hanya bayangan atau sesuatu dalam pikiranku.
Sesudah aku menyalakan lampu semua rumah, tak lama suara Adzan magrib pun terdengar, aku beserta suami segera berwudhu dan menuju tempat sholat.
Namaku Aisyah Zahra Khoirunnisa, aku biasa di panggil Isya, suami ku mas Yusuf Ramadhan.
Aku memiliki rumah tangga yang tergolong Harmonis,pekerjaan ku sekarang adalah ibu rumah tangga karena aku memutuskan berhenti bekerja setelah menikah.
Sesudah sholat magrib, aku menyiapkan untuk makan malam.
"Mas Yusuf ayo makan malam sudah siap" panggilku pada suamiku yang sedang duduk di depan TV.
"Ya dek" jawab mas Yusuf
Sesudah selesai makan aku pun membereskan meja makan.
"Mas aku membereskan meja makan dulu" kataku pada suamiku.
"Baik dek" jawab suamiku.
Kemudian aku membereskan meja makan dan Membawa piring serta gelas kotor ke dapur, aku pun langsung mencucinya.
__ADS_1
Ketika aku mencuci piring tiba tiba korden di depanku itu menyingkap seakan tertiup angin padahal tak ada jendela yang terbuka atau tak ada angin yang berhembus, dan saat tersingkap itu aku menatap sosok laki laki itu di bawah pohon pisang. Samar terlihat karena terkena lampu belakang rumah.
Dia berdiri sambil menatap ke arah ku.
Aku pun mundur beberapa langkah ke belakang sambil memegang dadaku karena Kaget.
"Astagfirullohal Adzim"pekikku.
Aku pun langsung mematikan kran air dan tidak melanjutkan pekerjaanku.
Aku beranjak ke depan, bergabung dengan mas yusuf.
Aku pun terdiam sambil berpikir tanpa sadar aku melamun.
"Dek Isya ada apa,kok kamu melamun?" kata suami sambil memegang pundakku.
"ah tidak ada apa apa mas"Jawabku.
"maaf mas, aku tadi tidak mendengarmu" jawabku.
"ya sudah, kamu segera berwudhu trus kita sholat isya,aku tunggu di tempat sholat" kata mas yusuf.
"Ya mas" jawabku.
Aku pun langsung menuju kamar mandi dan berwudhu, kemudian menuju ketempat sholat.
Sesudah sholat aku keluar dari tempat sholat dan ku lihat mas Yusuf di ruang tengah sedang melihat TV, aku pun menghampirinya. Dan menemani melihat TV, tapi tak lama aku terlihat melamun, karena mas yusuf pun tiba tiba mencolek hidungku, karena di panggil yang tidak menyahut.
"Apa yang sedang kamu pikirkan dek? " tanya mas yusuf.
__ADS_1
"Tidak ada mas" terpaksa aku berbohong.
" oh ya mas, aku besok minta ijin ke rumah ayah, aku kangen mereka,"
" apa tidak lusa saja aku antar, karena besok aku ada rapat di kantor? " jawab mas yusuf.
"tidak apa apa mas, aku sendiri tidak apa apa"jawabku
"ya sudah besok hati hati ya" kata mas yusuf.
aku pun menganguk.
karena aku ingin menanyakan sesuatu kepada ayah dan kakekku.
"ayo sekarang kita istirahat" ajak mas yusuf.
setelah mengecek smua pintu, kami pun beranjak untuk istirahat.
tak lama suara dengkuran halus suamiku sudah terdengar.
aku pun berdoa dan memejamkan mata untuk tidur.
Tak lama aku pun terbangun,
"Astagfirullohal Adzim" kataku pelan.
dia Hadir dalam mimpiku.
dia menyapaku..
__ADS_1
Bersambung
maaf apabila banyak kekurangan, karena ini masih belajar mencoba menulis cerita 🙏