Penggemar Gelapku Bukan Manusia

Penggemar Gelapku Bukan Manusia
ekstra part 2


__ADS_3

#penggemar_setiaku_bukan_manusia_part_ekstra_2


Pov Arya


Aku menjadi raja di usia yang sangat belia karena orang tuaku yang telah tewas terbunuh.


Sebelum ayahku meninggal beliau berpesan kepadaku.


"Arya,anakku janganlah kamu menyimpan dendam akan kematian ku,jadilah kamu anak yang baik dan berguna bagi rakyatmu,anggaplah ini semua takdir Ilahi".


Aku menjadi raja dan mempimpin kerajaan yang berada di hutan pinus.


Tapi di usiaku yang memasuki 30 tahun,aku mulai di pusingkan oleh sikap emban dan pengawal pribadiku yang bernama Damar.


Aku harus segera menikah dan memiliki permaisuri,serta bisa meneruskan pewaris kerajaan.


Sedangkan aku hanya berpikir untuk menjaga keamanan kerajaan,sering aku berkeliling kerajaan untuk mengawasi.


Hingga suatu hari,saat aku sedang berkeliling di kawasan hutan pinus,aku melihat sekelompok orang sedang melakukan acara.


Aku mengawasi dari jauh,sampai aku melihat beberapa perempuan berjalan menaiki bukit,ku lihat mereka mencari kayu.


Dan tatapanku terpaku dengan seorang gadis yang sedang tidur di atas batu sambil memandang ke langit.


"gadis yang cantik"gumanku.


Aku mencoba menghampiri, tapi saat aku hendak mendekat,seseorang dari mereka berkata mengajak kembali,aku pun kembali bersembunyi di balik pohon dan rupanya ada seseorang yang mengetahui keberadaanku.


Aku mencoba mengikuti mereka,hingga 2 gadis termasuk yang aku lihat tadi menuju arah yang lain, aku mengawasi dari balik pohon tak jauh dari tempat yang di tuju.


Tiba tiba ada yang memanggilku dari sisi kiriku.


"kamu sedang mencari siapa" tanya gadis itu sambil menatapku tajam.


Oh..rupanya dia bisa melihatku


"aku hanya ingin mengenal gadis itu,dan aku tak berniat jahat" jawabku.


Gadis itu tersenyum dan mengulurkan tangan.


"namaku Dina,dan gadis yang kau lihat tadi namanya Aisyah"


"Aku Arya"jawabku sambil tersenyum.


Ketika gadis itu emm maksudku Aisyah keluar ,Dina buru buru meninggalkanku.


Aku pun kembali ke kerajaanku,


" Aisyah, nama yang indah dan cantik,secantik orangnya" aku pun menyebut namanya sambil tersenyum.


Siang itu aku kembali mencari gadis itu, teryata dia sedang terlelap.


Aku mencoba menghampiri dan menyapanya dalam mimpinya.


Tapi aku salah menampakkan diriku.


Dia ketakutan dan berteriak histeris.


"maafkan aku Aisyah" gumanku sambil bersembunyi.


Aku hanya mengawasi dari jauh.aku tak bisa menghindari perasaanku.

__ADS_1


Saat sore itu dia duduk di atas batu sendirian, ku tatap wajahnya, entah mengapa ada rasa yang mengalir alami dalam hatiku, dadaku bergemuruh dan berdetak lebih kencang.


aku telah jatuh cinta.


sesaat kemudian diapun di panggil temannya.


dan ku lihat Dina berjalan ke arahku.


"apa maksud kamu datang dalam mimpinya berwujud aslimu,apa kamu mau menakutinya?" tanya Dina.


"tidak,aku tidak sengaja melakukan itu,karena aku merasa ingin mengenalnya"


"belum waktunya kamu mengenalnya Arya" kata Dina.


"aku minta tolong padamu Dina,ambilkan bagian dari tubuh Aisyah,agar kelak aku bisa mencarinya"


"akan ku coba"


"trima kasih,aku akan pergi dulu"


aku pun kembali ke kerajaanku.


ketika aku sedang istirahat, aku mendengar suara orang berteriak, aku pun langsung bangun dan keluar.


Damar ku panggil.


"ada apa Damar, kenapa ada suara orang berteriak"


"ya tuanku ada seseorang yang sedang hilang dan mereka mencarinya"


"kamu tau siapa yang di panggil" tanyaku.


aku pun terkejut, aku langsung berganti baju dan segera melesat keluar kerajaan untuk mencarinya.


tak lama kemudian aku melihat sosok gadis impianku sedang berlari, karena bahagia aku menemukan aku pun mengeluarkan suara.


dan teryata Aisyah mendengar suaraku,dia terlihat semakin panik dan berlari semakin kencang, dan akhirnya dia jatuh.


ku lihat dia tak mampu berdiri, ingin aku mendatanginya langsung tapi aku khawatir dia akan ketakutan.


saat ku tatap dirinya yang semakin lelah,serta hujan mulai turun aku pun langsung mendatanginnya, ketika aku memegang tubuhnya,dia menatapku sekilas dan tak sadarkan diri.


aku menggedong tubuhnya dan ku antar ke tenda tempatnya, ku lepas sepatunya dan ki lihat pergelangan kakinya memerah, aku mencoba mengobati kakinya.


setelah ku rasa aman ,aku pun pergi meninggalkannya.


esok paginya, aku bertemu Dina, dan dia memberikan sebuah bungkusan kepadaku.


"trima kasih Dina, maaf aku harus pergi sekarang"


Dina pun menganggukkan kepala sambil tersenyum.


dan aku pun kembali ke kerajaan ku, dalam beberapa waktu aku di sibukkan urusan kerajaan.


tak terasa hampir 4 tahun , aku baru teringat Aisyah.


aku melangkah ke arah kotak kayu kecil, ku buka dan ku ambil sebuah bungkusan.


lalu aku membukanya,ya potongan rambut Aisyah,yang akan menjadi petunjuk aku mencarinya.


aku menyerahkan sementara kerajaan kepada Emban dan Damar.

__ADS_1


aku ingin mencari seseorang yang ada di hatiku.


sampai beberapa saat,aku akhirnya menemukan dia.


Aisyah sudah menikah rupanya, aku mengamati dirinya dari jauh di belakang rumahnya.


tiba tiba aku melihat dia menatapku.


"apakah dia melihatku"


tapi tak ada respon sama sekali.


malam itu aku mendatangi lewat mimpinya, aku memanggil namanya.


Melihat Aisyah sudah bersuami, aku pun tak ingin merusak rumah tangganya, aku hanya ingin menjadi teman dan pelindungnya.


aku hanya ingin menjaganya.


tapi teryata suami dia telah selingkuh di belakangnya, apakah Aisyah tau atau tidak.


aku sangat geram dengan suaminya.


dan pagi itu ku lihat gadis pujaanku sudah berdandan cantik.


teryata dia mau ke rumah ayahnya, aku pun mengikutinya.


saat sampai di rumah ayahnya, aku menunghu di depan rumahnya, teryata ada aura kuat yang melindungi rumah ayahnya.


aku terkesima akan senyuman Aisyah, senyuman polos dari wajah cantik itu sudah mencuri hatiku.


tiba tiba ada seorangyang sudah tua menghampiriku.


" apa tujuanmu kesini?"


" aku hanya mengikuti gadisku" jawabku.


"dia cucuku, jangan kamu macam macam denganya atau aku yang akan menghabisimu"


"tidak kek, aku menyukai cucu anda, aku ingin menjaganya dan aku tidak berniat buruk dengannya" jawabku.


"tunggulah di teras rumah samping"kata kakek


kemudian kakek menghilang.


aku begerak menuju teras samping, aku pun duduk di kursi, tak lama Aisyah pun keluar dan dia duduk di sampingku.


Aisyah sepertinya sudah siap melihatku, rasanya hati ini campur aduk antara senang dan takut.


senang karena dia akan bisa melihatku,tapi aku takut dia membenciku.


setelah dia meminum air dari kakek,tak lama kemudian dia merasa bingung.


aku menatap wajahnya sangat dekat, tiba tiba dia menoleh ke arahku dan terkaget.


aku pun tersenyum, karena aku merasa dia bisa melihatku.


"Dek Aisyah"


dia hanya menunduk.


rasanya hati ini ingin menerkammu

__ADS_1


__ADS_2