Penggemar Gelapku Bukan Manusia

Penggemar Gelapku Bukan Manusia
Penggemar gelapku bukan manusia part 2


__ADS_3

Dia menghampiriku dalam mimpiku.


Dia menyapaku, aku melihat jelas sosok dia, pria yang berpostur tinggi, berwajah manis, beralis tebal dan ada tahi lalat di dagunya.


"Hai adik aisyah" sapanya.


Aku pun langsung terbangun dari tidurku. Aku pun berusaha mengatur nafas, ku coba berbaring dan tidur lagi. Tapi saat mataku mulai terpejam, sosok itu datang dengan wajah yang samar.


Aku pun akhirnya memutuskan bangun dari tidur, ku lihat mas yusuf masih pulas dalam tidurnya.


Aku pun melangkah ke ruang makan untuk mengambil minum, setelah itu aku melangkah ke arah ruang tengah yang berbatasan dengan ruang makan.


Aku pun duduk di kursi yang menghadap ke TV, tiba tiba aku merasa ada angin yang berhembus di belakangku, reflek aku pun menoleh, tapi aku tak melihat apa apa, karena pikiranku yang bermacam macam, ku putuskan kembali ke kamar.


Ku lihat jam di dinding pukul 1.30. Ku coba berbaring lagi, sambil aku membaca doa doa.


Setelah lama akhirnya aku pun tertidur.


Ada tangan dingin menyentuh pipiku, ku buka mataku perlahan, teryata mas yusuf yang menyentuh pipiku, tangannya dingin karena sudah berwudhu.


"Ayo Bangun, sudah subuh dek" kata suamiku pelan


"ya mas"


Aku pun bangun dan beranjak ke kamar mandi, setelah berwudhu aku menuju tempat sholat, ku lihat mas Yusuf sudah menantiku.


Aku pun mengerjakan sholat subuh berjamaah, setelah berdoa, aku pun bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


"Mas Yus aku nanti ijin ke rumah ayah"pintaku


"ya sudah kalau kamu mau hari ini" jawab mas Yusuf


"Trima Kasih ya mas" jawabku sambil meneruskan masak ku, dan mas Yusuf meneruskan olah raga di teras samping.

__ADS_1


Ku coba melihat jendela yang mengarah ke belakang,dengan ragu aku mencoba menatap sekitarnya.


Aku pun menghela napas panjang karena tak ada siapa siapa.


Setelah menyiapkan sarapan, aku dan mas Yusuf pun sarapan bersama, sesudah sarapan mas Yusuf pun mandi dan bersiap siap, aku membereskan meja makan dan mencuci piring serta gelas bekas sarapan.


Setelah itu aku bergantian mandi karena aku pun bersiap hendak ke rumah ayahku.


Jarak rumahku dan ayah tidak terlalu jauh, perjalanan sekitar 1 jam.


Setelah mas Yusuf siap, aku pun juga bersiap berangkat.


" Dek nanti pulang jangan malam ya, sebelum mas pulang adek sudah di rumah" pintanya.


"Insha Alloh mas, aku usahakan habis dhuhur aku pulang" jawabku.


Mas Yusuf pun berangkat, sebelum itu ku jabat tangan dan mencium tangannya, serta mas Yusuf mencium keningku.


Mas Yusuf berangkat mengendarai mobil, sedang aku menuju rumah ayah menaiki motor kesayanganku.


" Ah, paling hanya perasaanku saja" gumanku.


Setelah menempuh perjalanan 1 jam, tibalah aku di depan sebuah rumah yang selalu aku rindukan, rumah masa kecilku.


Setelah aku memarkir motor di teras samping aku pun bergegas mengarah ke pintu depan.


"Assalamualaikum " kataku sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Walaaikum salam" terdengar jawaban ayah dari dalam.


Aku pun melangkah trus ke ruang tengah, ku lihat ayah sedang melihat TV sambil menikmati secangkir teh.


" Ayah, apa kabar? " tanyaku sambil menyalaminya dan memeluknya.

__ADS_1


"Baik Isya, kamu tumben datang sendiri, Yusuf mana?" tanya ayahku.


"Mas Yusuf kerja, karena aku kangen ayah dan kakek, jadi aku minta ijin pulang sebentar, nanti habis dhuhur aku pulang " jelasku.


"ooohhh"


"Ayah, kakek mana? " tanyaku.


" Kakek barusan masuk kamar"


tiba tiba ada suara orang berdehem dari samping.


"ehem.. ehem... cucu kesayanganku nyari kakek rupanya" kata kakek keluar dari kamar.


"Kakek" aku pun menghabur ke dalam pelukannya.


ya aku hanya punya ayah dan kakek, karena ibuku sudah meninggal skitar 10 tahun yang lalu saat aku berusia 9 tahun karena sakit.


kakek dan ayah tinggal bersama keponakan ayah yang juga membantu di rumah.


"ayo duduk dulu di kursi" kata kakekku.


aku pun mengikuti kakek untuk duduk, sambil bertanya kabar dan bercerita tentang mas yusuf, hingga tiba tiba kakek berkata.


" kamu tadi datang sama siapa, kok dia tidak masuk? " kata kakek.


ya Kakekku memang memiliki sebuah kelebihan yang di dapat dari bacaan doa yang dia amalkan semenjak masih muda, sehingga beliau bisa melihat dan merasakan adanya mahluk gaib, dan kata kakek aku pun termasuk turunan yang juga bisa melihat.


" maksud kakek apa, isya datang sendiri" jawabku.


" iya kamu masuk sendiri,tapi kamu datang tadi sama seseorang" kata kakekku.


deg.........

__ADS_1


Apa bener yang tadi aku rasakan bahwa seakan ada yang mengikuti aku.


Bersambung


__ADS_2