Penggemar Gelapku Bukan Manusia

Penggemar Gelapku Bukan Manusia
part 12


__ADS_3

*****..*****..*****..


Alarm hp ku berbunyi, aku meraih nya dan mematikan.


Kepalaku pusing,ku coba bangun dan duduk di pinggir ranjang.


Aku bergegas menuju kamar mandi,untuk mengambil air wudhu ,ku kerjakan sholat subuh. Dan aku berdoa semoga Alloh memberi kekuatan dan keikhlasan.


Setelah sholat subuh, ku dengar suara mobil berhenti di depan.


Aku tahu kalau itu mas Yusuf,aku beranjak ke dapur membuat teh panas.


Mas Yusuf masuk ke rumah,dia langsung menuju dapur, menghampiriku yang sedang duduk di kursi meja makan.


"dek Isya,maafkan aku,kejadian tadi malam tidak seperti dugaanmu" kata mas Yusuf sambil memegang tanganku.


Ku coba menepis tangannya, aku hanya diam tanpa melakukan apapun, aku menikmati teh hangatku.


Mas Yusuf berkata pun aku berpura pura tak mendengar.


Cukup lama dia menjelaskan,sampai akhirnya mas Yusuf terdiam.


Aku menolehnya sambil menatapnya.


"cukup sudah penjelasanmu mas, aku tak terpengaruh sama sekali" jawabku sambil beranjak dari kursi.


Tiba tiba mas Yusuf memegang lenganku, dia menarik tubuhku sehingga tubuhku menempel dengan tubuhnya, aroma parfumnya yang menyeruak di hidungku membuat aku sejenak terpaku, dan saat aku menatap matanya, mas Yusuf pun menatap dalam, dia pun mencium bi***ku.


Aku terkejut, ku dorong tubuhnya saat aku ingat tubuhnya memeluk perempuan itu tadi malam.


Aku beranjak ke kamar.


"maafkan aku dek,aku pulang mengambil ganti baju, mobilku aku tinggal di rumah,aku harus kembali ke rumah sakit" kata mas Yusuf canggung


"silahkan" jawabku sambil menuju kamarku.


Aku membiarkan mas Yusuf mengambil baju, dan ku biarkan dia sampai mas Yusuf pergi.


Aku duduk di pinggir ranjang, membayangkan yang baru saja terjadi,apa yang aku rasakan.


Ku putuskan aku mencari mas Arya.


Aku berganti baju,dan mengambil kunci mobil mas Yusuf, aku memutuskan ke hutan pinus.


Sekitar 3 jam perjalanan,sepanjang jalan aku di temani lagu lagu nostalgia.


"Ku menangis..membayangkan,betapa kejamnya dirimu akan diriku". Ku ikuti lagu yang ku dengarkan.


Setelah 3 jam aku melalui jalanan, aku tiba di area perkemahan hutan pinus, suasana tak begitu ramai.


Aku memarkir mobil dan beranjak memasuki hutan, aku menuju batu besar yang dulu pernah aku tempati untuk tiduran.


Aku duduk di atas batu, aku tak kuat menahan air mataku, aku ingin menjerit memanggil namanya.


"tuan, nona Aisyah sedang di sini, dia sedang menangis" lapor pengawasnya.


"dek Aisyah"

__ADS_1


"emban, aku ingin menemuinya sebentar saja, dan aku tidak keluar dari hutan,aku mohon" pinta Arya


Emban berpikir kemudian menghela napas.


"baiklah tapi waktu tuan tidak boleh lama"


"trima kasih emban, aku akan segera kembali"


"mas Arya..dimana kamu" aku memanggil sambil berteriak.


tiba tiba sekelebat bayangan di antara pohon pinus,aku pun mengejar bayangan itu.


sampai tanpa sadar aku masuk ke dalam hutan pinus.


Napasku terengah engah, keringatku menetes si keningku.


tapi tiba tiba di depanku tlah berdiri seseorang.


mas Arya ada di depanku, aku mengusap mataku,seakan tak percaya.


teryata bukan ilusi, mas Arya ada di depanku, dia berdiri sambil memandangku.


aku pun berlari ke arahnya,ku peluk tubuhnya,dia pun membalas memelukku. Aku menangis dalam pelukannya.


"mas Arya,kamu kemana saja, aku minta maaf mas" kataku sambil menangis.


"kamu ndak salah dek Isya" kata mas Arya melepas pelukannya.


ku tatap mas Arya, tubuhnya terlihat kurus, tapi tatapan tajam matanya tetap terasa.


Mas Arya tersenyum manis,dia mengusap kepalaku.


"tapi kenapa mas?" tanyaku.


"jangan banyak tanya, jadilah anak yang baik sayangku" kata mas Arya sambil tertawa dan mengerlingkan matanya.


"I Love You" bisiknya.


mas Arya pun mundur dan berbalik arah.diapun berjalan sampai menghilang di antara pohon pinus.


"I love you too" gumanku.


aku melangkahkan kaki kembali menuju mobil, entah mengapa seakan langkahku begitu ringan dan aku tak tersesat.


ketika sampai di mobil ,aku memantapkan untuk menata hati dan membuang rasa benciku pada mas Yusuf. aku sudah mantap akan keputusanku.


dalam perjalanan pulang,ku lihat Gawaiku berbunyi, ku ambil gawai dan melihatnya,ada nama Mas Yusuf ,ku angkat telp itu.


"Assalamualaikum dek" kata mas Yusuf


"Waalaikum salam mas"


" kamu di mana dek, ayah ingin bertemu?"


" ya aku akan ke rumah sakit"


aku pun mengarah ke rumah sakit, ku lajukan mobil lebih kencang.

__ADS_1


tak lama aku sampai di rumah sakit. aku langsung menuju kamar tempat ayah mertuaku di rawat.


"Assalamualaikum" aku membuka pintu kamar .


" Waalaikum salam" jawab ayah ,ibu serta mas Yusuf.


" kemarilah Isya, ayah sangat kangen sama kamu" ayah melambai memanggilku.


aku berjalan ke tempat ayah, aku menjabat tanganya dan mencium nya, tapi ayah ingin memelukku.


"Isya entah mengapa aku sangat merindukanmu nak, kamu baik saja kan?" tanya ayah.


"i..iya ayah Isya baik baik saja" jawabku.


mas Yusuf mendekatiku, dan dia memeluk lenganku serta mengecup kepalaku.


aku menoleh ke arah mas Yusuf sambil memelototinya, dia mengambil kesempatan dalama kesempitan.


"Isya, duduklah di sini" ayah menyuruhku.


aku mengikuti perintah ayah.


"Isya sudah setahun kamu menikah, kenapa belum juga ada tanda tanda kamu hamil, ayah sangat ingin menimang cucu"


aku terkejut akan perkataan ayah.


" tak lama lagi ayah akan menimang cucu, karena kita sedang usaha membuatnya" jawab mas Yusuf sambil menoleh dan mengerlingkan matanya.


aku hanya bisa tertunduk.


"Insha Alloh ayah" jawabku.


" Ayah, Isya permisi dulu ,mau sholat dulu" pamitku.


ayah menganggukkan kepala.


aku keluar dari kamar ayah di ikuti mas Yusuf.


aku berjalan menuju arah taman rumah sakit untuk meminta penjelasannya.


"apa maksud mas Yusuf berkata seperti tadi"


"ya bukannya kita akan membuatkan cucu untuk ayah" jawab mas Yusuf sambil tertawa.


" bagaimana membuat anak kalau aku meminta cerai sama kamu" jawabku.


mas Yusuf terhenti tawanya, dia menatapku seakan tak percaya.


mas Yusuf hanya terdiam, dia menunduk,tapi aku melihat ada air mata menetes di pipinya.


"dek kamu harus tau,aku sudah meminta maaf kepadamu, dan masalah Lita, aku sudah menceritakan padamu kan,saat itu setelah kamu pergi, aku mendorong Lita dan mengatakan padanya bahwa aku mencintamu dek. Lita pun akhirnya bisa menerima semua penjelasanku, dia sekarang pergi ke luar negeri dek"


"Sumpah dek, aku sudah tidak ada hubungan dengannya lagi" mas Yusuf menatapku dengan wajah yang sangat menyedihkan.


"aku mohon dek, maafkan aku"


"entahlah mas, aku bingung, aku mau sholat dulu" jawabku.

__ADS_1


Bersambung 😊😊😊


__ADS_2