
#penggemar_gelapku_bukan_manusia_part_Ekstra
Aku melangkah masuk ,langsung menuju ke kamar, mas Yusuf mengikuti ku ke kamar.
Aku mengambil koperku,dan memasukkan semua baju dan barangku.
"dek, kamu mau kemana?" tanya mas Yusuf.
"aku benci kamu mas, aku sudah tak ada rasa cinta denganmu"
"kalau tidak cinta kenapa kamu mau melakukan dengan ku" kata mas Yusuf sambil tertawa.
" kamu jahat mas, kamu tega menjebak aku"
"aku minta cerai darimu sekarang"
Mas Yusuf terdiam
"aku tidak akan menceraikanmu dek, aku mencintaimu" kata mas Yusuf.
"itu bukan cinta tapi nafsu mas, dan aku sama sekali tak mencintaimu" jawabku
Aku mengambil hp dan memesan ojol dari aplikasi.
Setelah semua barangku sudah aku masuk, aku pun melangkah keluar, tapi lenganku di cekal mas Yusuf.
" kamu tidak boleh kemana mana dek"
"lepaskan tanganku mas, atau aku akan berteriak" bentakku.
Ku dengar di depan ada mobil berhenti, aku langsung buru buru keluar sambil membawa koperku.
Mas Yusuf hanya terdiam.
Setelah masuk mobil.
"sesuai aplikasi pak"
" baik mbak"
Selang 1 jam , aku sampai di depan rumah.
"Assalamuaalaikum"
"Waalaikum salam" jawab dari dalam rumah.
Aku melangkah masuk ke dalam rumah, ku lihat ayah dan kakek di ruang tengah.
"anakku, kamu pulang?" tanya ayah.
Aku menjabat tangan ayah dan ku cium, kemudian aku menjabat tangan kakek.
" ayah, aku ingin istirahat dulu, aku sangat lelah,bolehkan aku istiharat di kamarku?"
"Isya, ini adalah rumahmu nak,kamu berhak pulang dan tinggal" jawab ayah.
"Trima Kasih ayah"
Aku pun langsung membawa koper ke dalam kamar, ku rebahkan diriku di ranjangku.
Aku menatap langit langit kamarku.
"ya Alloh kenapa semua menjadi seperti ini, aku benci dengan mas Yusuf. Aku ingin bercerai, aku ingin mengakhiri hubungan dengan dia." aku menangis .
Akhirnya aku terlelap.
Aku terbangun sudah sore, ku lihat jam sudah pukul 4 sore. Aku bergegas mandi dan sholat. Setelah sholat aku keluar dari kamar.
Aku mencari ayah,teryata masih di musollah bersama kakek.
Aku pun menuju teras samping.aku melangkah ke arah ayunan yang biasa aku tempati.
" Isya, aku bawakan minuman dan camilan buat kamu"
"trima kasih budhe?"
" budhe pulang ya, bsok insha Alloh budhe datang lagi" pamit budhe.
"ya budhe trima kasih"
Aku menikmati soreku di ayunan, tak sadar aku melamunkan sesuatu.
"nduk, jangan melamun ketika mau petang, pamali" kata ayah
Aku terkejut mendengar suara ayah di belakangku.
Ayah pun duduk di sampingku, di elus kepalaku, dan aku pun menangis dalam pelukannya.
"ayah aku ingin pisah dengannya, aku sudah tak mau hidup dengan mas Yusuf"
ayah menghela napas panjang.
"kalau itu adalah keputusanmu, ayah akan mendukung dan membantumu nak"
"Trima kasih ayah"
"ayo masuk sudah mau magrib"ajak ayah.
aku bergegas masuk bersama ayah, dan bersiap sholat ke masjid bersama ayah dan kakek.
setelah sholat magrib aku, kakek dan ayah melanjutkan makan malam. Setelah makan malam aku berkumpul di ruang tengah.
" ada Isya suasana jadi rame"kata ayah.
"kakek akan selalu ada untuk kamu" kakek menggenggam tanganku.
"Insha Alloh Isya kuat".
esoknya aku si antar ayah ke pengadilan untuk.mengajukakn gugatan cerai, setelah melengkapi semua berkas, kami pun langsung pulang.
mas Yusuf hampir tiap jam menelpon dan mengirim pesan, tapi tak aku hiraukan.
__ADS_1
hingga satu minggu jadwal sidang, aku meilih tidak hadir.
dan inti sidang mas Yusuf tidak mau bercerai, tapi aku mengajukan bukti dan saksi yang kuat.
2 bulan akhirnya mas Yusuf menyerah dan menanda tangani gugatan cerai.
hari ini hakim pengadilan mengabulkan gugatan ceraiku, aku resmi bercerai dengan mas Yusuf.
"Alhamdulillah, audah selesai urusanku."
POV Yusuf.
sial kenapa semua menjadi begini, aku sebenarnya tak ingin bercerai.
tapi hari ini aku menceraikan kamu tapi kamu tak akan tenang hidupmu. tak ada siapapun yang akan memilikimu.
POV Aisyah
"ayah aku ingin bekerja, aku jenuh"kataku.
"benarkah kamu mau bekerja?" tanya ayah.
"ya ayah"
"bagaimana kalau kamu mengurus usaha kita, ayah ingin istirahat dan tidak tiap hari pergi ke kantor"
" apa aku bisa ayah"
"insha Alloh bisa, kamu kan bisa belajar"
"baiklah ayah".
aku lebih baik bekerja dan menyibukkan diri, aku ingin melupakanmu mas Arya, aku sudah tak pantas untuk mu.
"maafkan aku mas Arya". Gumanku lirih.
aku yang tiap hari mengurusi usaha pengiriman makanan ringan.
setiap hari aku berangkat pagi dan sore aku sudah sampai di rumah.
Ting...
ada pesan masuk.
'hai sayangku, lagi ngapain. Isi pesan itu.
"siapa sih ini, iseng banget" ku lihat no nya, tapi no pribadi.
no itu sering banget menelponku, tapi tak ku angkat. karena pernah ku angkat tak ada suara.
hari ini aku naik grab ke kantor, karena mobilku sedang masuk bengkel, dan hari ini adalah akhir tahun, membuat banyak sekali pekerjaan,aku menelpon ayah untuk memberi tahu bahwa aku pulang agak malam karena menyelesaikan pembukuan akhir tahun.
"Akhirnya selesai sudah" aku meluruskan punggungku.
ku lihat jam sudah pukul 10 malam.
"Ya Alloh tak terasa sudah jam 10 ,semoga kendaraan online masih ada" gumanku.
tiba tiba hujan turun, aku pun berlari ke arah halte di depan kantor, suasana sudah sepi.
tiba tiba ada mobil berhenti di pinggir jalan, ku kira itu mobil yang aku pesan, sopirnya turun dan membawa payung .
ku lihat sopirnya yang memakai topi dan masker.
" mas,mobil yang saya pesan?" tanyaku.
sopir itu tiba tiba mendekat, dan mendekap mulutku dengan sapu tangan sampai aku lemas dan pingsan.
POV Yusuf
hari ini aku akan membawamu pergi, aku tak mau kamu di miliki orang lain.
kenapa sudah malam Aisyah belum keluar. padahal aku menunggu dari jam 2 tadi.
kulihat Isya keluar dan berdiri di pinggir jalan.
sial hujan turun,tapi tak apa, suasana menjadi sepi.
POV Aisyah.
aku mulai tersadar, ku rasakan pusing di kepalaku, aku mencoba membuka mataku.
ku lihat di sebelahku seorang lelaki di memakai masker, tangan dan kakiku di ikat.
"Ya Alloh tolong Isya" teriakku.
"lepaskan aku, aku mencoba bangun dan memukul orang itu, ku tarik masker yang menutup mukanya.
"Astagfirullohal Adzim, mas Yusuf"
sesaat aku terkejut dan terduduk, tak ku sangka bahwa mas Yusuf akan nekat.
aku pun kemudian memukul lagi,dan tanganku pun di tangkis oleh nya,terasa sakit tanganku.
" apa kabar sayangku, apakah kamu tidak kangen denganku" kata mas Yusuf sambil tertawa.
Aku benci denganmu".
mobil pun menembus jalan yang membelah hutan pinus, aku melihat keluar sangat gelap, dalam diamku hanya mampu menangis.
"mas Arya,tolong aku" gumanku.
tiba tiba di tengah jalan ku lihat seseorang berdiri.
aku dan mas Yusuf kaget, tapi kekagetan itu tak lama.
"Mas Arya" seru ku.
mas Yusuf yang tau siapa dia, malah menambah kecepatan mobilnya.
dia menabrak mas Arya, setelah menabrak,mas Yusuf pun tertawa.
__ADS_1
aku hanya menangis dan ku toleh ke belakang, tak ada siapapun yang tertabrak.
tak lama, sosok itupun ada di tengah jalan.dan mas Yusufpun menabraknya lagi.
"sialan, dasar siluman"umpat mas Yusuf.
Aku berusaha membuka jendela pintu mobil, aku berteriak memanggil nama mas Arya.
ku lihat dari balik pohon itu ada sekelebat bayangan, ya mas Arya melesat bagai angin.
tiba tiba mas Arya sudah ada di depan mobil, mas Yusuf kaget dan kehilangan kendali, akhirnya mobil pun oleh dan menabrak pohon pinus.
"ah..tolong aku"
mas Yusuf turun dari mobil, dan membuka pintu mobil, dia menyeretku keluar dari mobil.
dia memaksa aku untuk berlari, tapi kepalaku sangat sakit karena terbentur dashboard.
tiba tiba mas Arya sudah berdiri di depan mas Yusuf.
aku merasa tangan dan lenganku sakit, melihat aku kesakitan ,mas Arya pun berjalan ke arah kami.
mas Yusuf mundur sambil menarikku.
dia mengancam dengan pisau, tapi aku tak tau tiba tiba pisau itu sudah terlepas dari tangannya. dan tubuh mas Yusuf sudah ada dalam cengkraman kedua tangan mas Arya.
"aku sudah pernah mengingatkanmu jangan sakiti kekasihku, atau kamu akan merasakan akibatnya"
aku terduduk tak jauh dari mereka.
mas Arya memukul tepat di hidung mas Yusuf.
mas Yusuf terpental jauh, mas Arya mendatanginya, di tendang perut mas Yusuf.
"Ampun..ampun Arya"
ketika tubuh mas Yusuf di angkat mas Arya.
aku berteriak memanggil mas Arya.
"cukup mas Arya"
mas Arya melempar tubuh mas Yusuf dan menghampiriku, mas Arya berjongkok dan menatapku.
aku hanya mampu menangis dan tak lama aku pun pingsan.
aku tersadar sudah berada di rumah sakit, aku tak tahu siapa yang membawaku.
ku buka mata,dan ku lihat ayah dan kakek adan di depanku.
tapi mas Arya tak ada.
"ayah ,mas Arya di mana?" tanyaku.
"Isya kamu sudah bangun nak"
"mas Arya mana ?"
"aku di sini dek Isya" mas Arya membuka pintu kamar sambil tersenyum.
mas Arya berjalan ke arahku,kemudian duduk di kursi sebelah tempat tidurku.
"ayah dan kakek keluar dulu Isya,mau sholat" pamit ayah.
aku menganggukkan kepala.
ku tatap mas Arya,tak terasa air mata sudah menetes.
" kenapa kamu menangis dek" tanya mas Arya
"aku kangen mas" jawabku.
"kalau kangen kamu tahu kan di mana aku" katanya sambil mencubit hidungku.
"aku takut mas" jawabku sambil menunduk.
di usapnya kepalaku dan di cium tanganku.
"apa yang kamu takutkan dek"
"aku sudah membuat mas Arya kecewa"
" ya awalnya aku kecewa,tapi aku akan lebih kecewa kalau kamu menolakku"
" menolak apa mas" tanyaku.
"menolak untuk menikah denganku"
" dek,apa kamu mau menikah denganku" pinta mas Arya.
"aku mau mas"
kemudian ayah dan kakek masuk ke dalam ruangan bersama seseorang.
"kita akan menikah sekarang dek" kata mas Arya.
"tapi aku kan masih sakit mas"
"aku tak mau kehilangan lagi" kata mas Arya.
pak kyai yang di minta ayah menikahkanku pun sudah bersiap.
"mas Kawinnya apa"
mas Arya mengeluarkan dari sakunya,cincin bermata hijau.
" ini mas kawinnya"
kemudian pak kyai menikahkanku dengan mas Arya, di selipkan cincin di jariku.
mas Arya pun mengecup kening dan pipiku, sambil berbisik.
__ADS_1
"lekas sembuh sayangku dan sempurnakan jiwa dan ragaku."