Penggemar Gelapku Bukan Manusia

Penggemar Gelapku Bukan Manusia
part 13


__ADS_3

#Penggemar_gelapku_bukan_manusia_part13


Seusai sholat dan berdoa meminta petujuk, aku langsung menuju kamar ayah untuk berpamitan pulang.


"ayah Isya pamit pulang dulu, insha Alloh besok saya datang lagi"


"Yusuf biar pulang juga" kata ayah


"tidak usah yah,Isya tidak apa apa, kasihan ibu sendiri jaga ayah" jawabku.


"ibu tidak apa apa sya, kan ada pak Rohman yang bantu jaga nanti" jawab ibu yang seakan sekongkol dengan ayah.


Aku tak mampu menolak lagi, dan seakan mas Yusuf pun sangat berharap bisa pulang denganku.


Aku pun berpamitan dan melangkah keluar rumah sakit, mas Yusuf meminta kuncmi mobil dan kita pulang ke rumah.


Sesampai di rumah,aku langsung menuju kamarku, mas Yusuf memegang tanganku, aku berusaha menepis tangannya.


" maaf mas Yusuf,aku belum siap menerimamu lagi, hatiku sedang bimbang"


Aku mencoba melepaskan tangannya dan beranjak ke kamarku, ku tutup pintu dan ku kunci dari dalam.


Aku berganti baju dan segera menuju tempat tidur,aku merasa sangat capek dan pikiranku yang campur aduk.


Tak lama aku sudah terlelap.


POV Yusuf.


Aku mencoba bersabar menghadapi istriku, ya karena itu semua adalah salahku.


Ku lihat Isya sudah masuk kekamarnya, aku pun menuju kamarku, aku segera mandi dan berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian aku menuju tempat tidurku, ku rebahkan tubuhku sambil berpikir.


Aku dulu memang di butakan cinta, betapa aku mencintai Erlita,tapi aku malah di jodohkan dengan Isya yang sudah ku anggap adikku sendiri,aku memang sayang tapi bukan cinta.


Aku berniat menjalani dengan Isya setahun saja,setelah itu aku berpisah dan aku akan menikah dengan Lita, tapi ahhhhh...kenapa semua menjadi kacau.


Lita kamu tega berbuat selingkuh dengan temanku.

__ADS_1


dan mungkin aku harus belajar mencintai Isya, istri yang selama ini aku acuhkan.


Dan ayah pun sangat menyayangi Isya. Aku harus berusaha agar Isya mau kembali bersamaku.


Sambil berpikir tak lama aku pun sudah terlelap.


POV Aisyah.


*****..*****..*****..alarm HP ku berbunyi, aku segera bangun dan menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu, setelah itu aku mengerjakan sholat subuh.


Seusai sholat subuh aku mengganti baju ku dengan gamis ku, tak lupa ku kenakan hijab senada, ku poles sedikit make up,ku lakai parfum kesayanganku, karena aku berencana pagi ini setelah membuat sarapan aku akan ke rumah ayah.


Aku keluar dari kamar, ku lirik kamar mas Yusuf masih tertutup rapat.


Aku langsung menuju dapur membuat teh dan sarapan Roti, tiba tiba pintu depan ada yang mengetuk.


"siapa pagi pagi sudah datang" gumanku.


Aku berjalan ke arah pintu depan,dan langsung ku buka.


"mas Arya" aku sangat kaget sekaligus senang akan kehadirannya.


mas Arya tersenyum,


" kenapa kok bengong dek, apa mas tidak di persilahkan duduk" kata mas Arya.


" eh maaf mas, ayo masuk mas" ajakku


"tidak dek, kita ngobrol di luar saja" tolak mas Arya.


akhirnya kita pun duduk di teras depan, aku menatap mas Arya, apa yang sebenarnya terjadi.


bukankah kemarin mas Arya bilang aku tak boleh mencarinya, tapi sekarang ams Arya sudah ada di depanku.


" kangen ya, sampai segitunya menatapku" kata mas Arya sambil tertawa.


wajahku memanas, aku memegang pipiku yang pasti sudah memerah karena malu.


"pagi ini sudah cantik mau kemana dek,atau kamu tahu aku akan datang terus adek berdandan?"

__ADS_1


belum sempat ku jawab teryata mas Yusuf muncul dari balik pintu, aku pun kaget dan bingung, tapi ku pikir lagi bukankah mas Yusuf tak bisa melihat mas Arya.


" lo ada tamu, siapa dek?"


hah... mas Yusuf bisa melihat mas Arya.


mas Yusuf pun berjalan ke arahku, dan mas Arya pun berdiri.


"kenalkan,namaku Arya, aku adalah kekasih Isya" kata mas Arya langsung.


mas Yusuf terkejut sambil menjabat tangan mas Arya, setelah itu dia menoleh ke arahku.


aku hanya bisa menunduk bingung.


"maksudnya apa ini dek Isya, bukannya kamu adalah istriku" kata mas Yusuf.


"kamu teryata berselingkuh di belakangku juga, tak ku sangka, kamu teryata perempuan murahan juga" mas Yusuf menghinaku di depan mas Arya.


sontak aku berdiri, karena emosiku yang tak tertahan akan penghinaan mas Yusuf, aku langsung menamparnya.


" kamu tega mas menghina aku dengan kata kata itu, apa kamu sadar kalau kamu tidak pernah menganggapku istri, kamu yang terang terangan berselingkuh, dan sekarang kamu mengatakan aku perempuan murahan" teriakku sambil menahan tangis.


mas Yusuf yang kaget karena tamparanku, teryata hendak membalas tamparanku,aku memejamkan mataku, lama ku tunggu teryata tak ada sesuatu yang menempel, aku mencoba membuka mataku sedikit, teryata tangan mas Yusuf sudah ada dalam genggaman mas Arya.


"jangan sekali kali menyentuh tubuh Aisyah atau menyakitinya, kalau tidak kamu akan menanggung akibatnya" kata mas Arya sambil menatap tajam.


"Ayo dek kita pergi" ajak mas Arya.


"aku mengambil tas ku dulu mas" jawabku.


aku pun bergegas masuk untuk mengambil tas, dan tak lama aku keluar, ku lihat mas Yusuf dan mas Arya saling bertatap mata.


melihat aku hendak melangkah keluar, mas Yusuf menghampiriku.


"dek, aku mohon maafkan aku, aku tidak sengaja berucap kata kata tadi"


" mas Yusuf pikirkan lagi niat mas Yusuf untuk bersama ku lagi." jawabku


mas Arya pun memegang tanganku dan kami pun melangkah pergi.

__ADS_1


"aku ikut kemanapun kamu pergi mas Arya, aku sudah pasrah" batinku


Bersambung


__ADS_2