
#Penggemar_beratku_bukan_manusia_part14
part terakhir dan ending
POV Yusuf
Aku bangun pukul 5,lalu aku buru buru mengerjakan sholat subuh, setelah sholat aku hendak menemui Aisyah.
Saat aku melangkah ke arah kamar Aisyah,ku lihat pintu depan terbuka, dan ku dengar ada suara laki laki sedang berbicara.
Aku pun melangkah keluar , teryata ada seorang laki laki yang tak pernah ku temui.
Teryata dia mengaku bernama Arya dan dengan santainya mengaku kekasih Aisyah.
Itu mustahil, Aisyah tak pernah kemana mana, apalagi sampai punya kekasih, mungkin itu tadi adalah teman curhatnya.
Sial, semua menjadi kacau.apa yang harus ku lakukakn sekarang.
Isya sudah pergi dengan lelaki itu.
" ya, aku harus ke rumah ayah dan bertanya, barangkali ayah tau" .
Aku harus cepat kesana.
Aku langsung masuk ke dalam rumah ,berganti pakaian dan ku ambil kunci mobil.
Aku melajukan mobil dengan kencang agar segera sampai ke rumah Aisyah.
Sekitar 35 menit aku sudah sampai di depan rumahnya, pintu rumah sudah terbuka.
"Assalamualaikum"
"Waaalaikum salam" jawab seorang wanita.
Tak lama wanita itu keluar,yang teryata budhe marni, sepupu ayah yang biasa membantu di rumah.
"eh mas Yusuf, mari masuk" budhe mempersilahkan aku masuk.
" trima kasih budhe, ayah dan kakek ada budhe" tanyaku.
"ada, di ruang tengah, masuk saja mas"
Aku pun melaju ke dalam, ku lihat ayah dan kakek sedang duduk bersantai di ruang tengah.
"ayah,kakek apa kabar?"
" Alhamdulillah baik nak, tumben masih pagi sudah datang,mana Isya?" jawab ayah.
Kakek hanya melirikku.
"ehh ..anu..itu dek Isyah tadi sudah keluar rumah dari pagi yah, dek Isya keluar bersama teman lelakinya" jawabku jujur.
"apa, Isya sama teman lelakinya" ayah kaget mendengar penjelasan ku.
Ayah mengambil HP nya, hendak menelfon Aisya,tapi ku cegah.
"jangan di telp ayah, tujuan Yusuf ke sini hendak bertanya tentang teman dek Isya, karena saya belum pernah ketemu dengannya yah, namanya Arya yah"
" seingat ayah ,Isya tak punya teman namanya Arya, apa lagi sampai keluar bersama" jawab ayah.
" Yusuf, kakek ada yang perlu di bicarakan sama kamu" kakek yang sedari tadi diam tiba tiba berbicara.
"Ayo kamu ikut ke kamar kakek"
"ba..baik kek"
Aku merasa bahwa kakek tau tentang Arya. Atau kakek tau tentang situasi rumah tanggaku dengan Isya.
aku berjalan mengikuti kakek menuju kamar kakek, setelah masuk ,kakek menutup pintu dan mengunci dari dalam.
" duduklah" perintah kakek.
" Yusuf,semua yang terjadi adalah kesalahanmu, sebagai suami kamu mengabaikan istrimu."
"Saat Isya datang pertama kali ke rumah tanpa dirimu, kakek sudah menduga bahwa ada sesuatu hal yang di sembunyikan"
"maafkan Yusuf kek, semua memang salah saya"
Aku tak mampu menyangkalnya.
"tapi jujur kek,saat ini saya sangat mencintai Isya, saya ingin memulai dari awal kek"
ku lihat kakek menghela napas, seakan ada sesuatu hal yang sangat berat.
"semua belum terlambat" jawab kakek.
kakek pun menceritakan siapa itu Arya kepadaku, dan aku tak.menduga bahwa Arya adalah siluman Harimau yang mencintai istriku, selama ini istriku berpacaran dengan siluman itu.
dasar bodohnya aku yang terlalu egois dan tak punya perasaan.
memikirkan semua aku hanya mampu tertunduk.
" kamu tau kenapa Isya bisa di kuasai oleh Arya, karena dia masih perawan, darahnya masih suci dan belum tercampur dengan mu, dan bila Arya sudah mencampur darahnya dengan Isya, maka Isya tidak akan bisa kamu miliki lagi"
" sebelum terlambat cari Isya dan bawa pulang, kalau kamu terlambat, maka jangan berharap Isya akan pulang"
aku yang bingung tiba tiba merasa punya semangat, bodohnya Aku , ya karena gila cinta dengan wanita lain aku membiarkan Isya begitu lama.
setelah mendengar penjelasan kakek, aku mempunyai rencana, aku pun pamit pulang kepada kakek.
kemudian aku keluar kamar kakek dan berpamitan dengan ayah untuk mencari Isya.
" ayah ,saya pamit hendak mencari dek Isya?"
ayah yang bingung hanya menganggukkan kepala.
"Assalmuaalaikum"
"Waalaikum salam"
aku pun langsung melaju pulang dan mempersiapkan rencanaku.
POV Aisyah
mas Arya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ku lirik dirinya, seakan ada emosi yang di tahan.
aku pun hanya mampu diam dan tertunduk, tak lama ku alihkan pandangan ke luar jendela, aku sudah pasrah di bawa ke mana.
__ADS_1
" hmmmmm....yang lagi mikir" suara mas Arya menggodaku.
sontak aku menoleh ke arahnya, ku lihat wajah mas Arya yang sudah mulai tersenyum, tak ada raut emosi.
aku pun tersenyum memandangnya.
" kalau kamu tersenyum gitu jangan salah kalau aku akan menerkammu dek" kata mas Arya sambil tertawa.
seketika senyumku hilang.
menerkamku hhhhh akan jadi apa diriku kalau di terkam harimau.
"kamu takut dek, aku akan menerkammu sebagai manusia, bukan sebagai hari.."
mas Arya tak melanjutkan ucapannya, karena ku tutup mulutnya dengan tanganku.
mas Arya meraih tanganku dengan tangan kiri dan memegangnya, sedang tangan kanannya memegang kemudi.
tak lama kemudian mobil memasuki halaman sebuah rumah.
mas Arya keluar dari mobil dan memutar,kemudian membukakan pintu untukku.
" ayo turun" ajaknya
"ini rumah siapa mas"
" ini adalah rumah kita, dulu aku menempati saat aku sedang tak di kerajaan"
aku pun melangkah mengikuti mas Arya, ketika memasuki rumah itu ,ku lihat ruangan yang rapi dan bersih.
" aku menyuruh orang membersihkan sebelum kamu datang dek"
" kamu lapar kan dek, kita pesan makanan saja" mas Arya.
tak lama pesanan makanan sudah datang, kami pun makan bersama.
usai makan, aku di bawa mas Arya berkeliling rumah itu, ku lihat ada kolam renang dan taman.
puas berkeliling, kami pun masuk ke dalam.
kami duduk di ruang tengah.
entah mengapa begitu banyak pertanyaan,tapi tak mampu untuk aku mengutarakan.
"kenapa melamun dek"tanya mas Arya.
" entahlah mas, aku sudah lelah tak mampu untuk memikirkan semuanya"
"ya sudah kamu istirahat di kamar dek, aku temani"
aku hanya mampu menganggukkan kepala, aku merasa bahwa aku lebih aman dengan mas Arya untuk saat ini.
aku berbaring di ranjang yang empuk, kurasakan hawa hangat saat mas Arya memelukku.
tak lama aku pun terlelap.
POV Arya
aku akan menjagamu Aisyah, dan aku telah melalui semua cara agar bisa menjadi manusia,tapi kesempurnaanku hanya saat aku dan dirimu bersatu.
maka aku akan menjadi manusia seutuhnya.
POV Aisyah
aku terbangun dari tidurku, terlalu lama aku tertidur, ku rasa ada beban di perutku, teryata tangan mas Arya yang sedang memelukku.
aku menggeser tangannya, ku lihat mas Arya yang masih terlelap, aku pun turun dari temlat tidur dan.melangkah ke kamar mandi, tubuhku rasanya lengket dan gerah,aku memutuskan untuk mandi.
setelah mandi aku merasa segar, aku keluar dari kamar mandi, ku lihat di tempat tidur mas Arya sudah tidak ada.
aku memutuskan keluar kamar, ku lihat ams Arya yang keluar dari kamar sebelah.
"mas Arya dari mana?" tanyaku
" habis mandi, mau ikut adek masuk kamar mandi ternyata di kunci" kata mas Arya sambil tersenyum.
"jangan menggodaku mas"
mas Arya mendekatiku, dia menarik tubuhku, hingga menempel dengan tubuhnya, mas Arya menempelkan bibirnya di telingaku, hembusan nafasnya membuatku merinding.tanpa sadar ada desahan keluar dari bibirku.
jujur aku tak mampu menolak, apa lagi selama menjadi istri mas Yusuf aku tak pernah di sentuh secara intim.setelah menyentuh telingaku, bibir mas Arya mengarah ke leherku, berjalan naik dan akhirnya menyetuh bi***ku.
aku di bopong ke atas tempat tidur,aku tak sanggup menolaknya.
tapi ketika aku di rebahkan di tempat tidur, gawai ku berdering. aku sontak kaget dan mendorong tubuh mas Arya.
aku seketika tersadar bahwa aku belum menikah dengannya, dan ini tak boleh terjadi.
ku lihat gawaiku,mas Yusuf memanggil.
kuabaikan panggilan darinya, ku lirik mas Arya, wajahnya terlihat ada kekecewaan akan hasratnya yang tertunda.
" mas Arya" panggilku
"hhhhmmmmm"
" mas Arya cinta denganku kan?" tanyaku
" hhhhhhmmm"
aku gemas mendengar jawaban yang hanya berupa gumangan saja, aku pun bangun dan duduk di samping tubuh mas Arya.
" mas" panggilku dengan wajah kesal
mas Arya pun menoleh , lalu tertawa menatapku.
"kamu kalau seperti ini jangan salahkan aku kalau aku akan menerkam habis tubuhmu dek"
aku menggelengkan kepala.
"mas Arya, aku ingin kita melakukan semuanya ketika aku sudah sah menjadi istrimu mas,aku tak ingin melakukan peebuatan dosa besar"
"ya sayangku, tapi mas tidak janji kalau melihat wajahmu seperti tadi"
aku pun tersenyum manja sambil berbaring di dadanya.
" apalagi posisi seperti ini" kata mas Arya
__ADS_1
sontak aku pun bangun lagi. dan ku lihat mas Arya tertawa dengan kencang.
gawaiku berbunyi lagi, tapi tak ku hiraukan.
tak lama kemudian ada pesan masuk, aku pun membuka pesan itu,teryata dari mas Yusuf.
Dek,pulanglah kita selesaikan urusan kita. setelah selesai aku tak akan mengganggu mu lagi.
aku pun berpikir bahwa urusan ku dengan mas Yusuf harus aku selesaikan.
aku pun meminta mas Arya mengantar ku pulang.
" Mas Arya, aku harus menyelesaikan semuanya dengan mas Yusuf, karena aebelum aku cerai aku tak bisa menikah denganmu"
" aku malas mengantarmu pulang ke rumah itu" jawab mas Arya.
" mas Arya, semua ini demi kita" ku coba menjelaskan.
akhirnya dengan cumbu rayu, mas Arya mau mengantarku pulang.
POV Yusuf
sebelum pulang aku mampir ke toko obat langgananku membeli sesuatu, ku siapkan semua hal untuk menyambut dek Isya.
aku memsan makanan untuk makan malam,dan aku menatanya di meja makan, tak lupa ku tuangkan jus jeruk di gelas dan ku taburkan sesuatu di dalamnya.
aku harus melakukannya, aku tak mau kehilangan dirimu, setelah semua siap.
aku pun bergegas mandi dan berganti baju yang rapi, ku semprot parfum di baju dan leher.
ku lihat diriku di cermin, sempurna.
"aku akan membuat kita bersatu karena kamu yang meminta"
POV Aisya
setelah sampai di depan rumah,aku meminta mas Arya tidak turun.
"mas Arya, aku akan menyellesaikan semuanya malam ini, ku minta mas Arya jangan ada di sekitar rumah ini, aku akan baik baik saja mas" pintaku
ku lihat mas Arya sangat keberatan, ku genggam tangannya dan ku cium. jujur aku takut kalau mas Arya akan kehilangan kendali karena emosinya.
aku menarik tubuh mas Arya, ku pegang wajahnya dan ku kecup pipinya.
"Please mas"
mas Arya hanya menganggukan kepala.
" baiklah besok pagi aku akan menjemputmu dek"
" ya mas"
aku pun turun dari mobil, ku lihat mobil mas Arya melaju pergi dan aku pun melangkah masuk ke rumah.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
tak lama pintu di buka,aku tertegung sesaat,melihat penampilan mas Yusuf yang sangat rapi.
"masuk dek" ajak mas Yusuf
aku pun mengikuti langkahnya menuju meja makan, ku lihat jamuan yang sangan romantis.
tapi aku kesini tujuanku untuk mengakhiri semuanya.
" mas Yusuf bukankah kita mau menyelesaikan urusan kita"
" tentu dek, tapi jangan menolak acara ini,anggaplah ini adalah makan malam terakhir kita dek" pinta mas Yusuf.
aku pun tak menolak saat mas Yusif menggeser kursi untukku.
mas Yusuf mengajak aku bersulang, minuman jus jeruk kesukaanku.
entah karena nervous atau haus, aku meminum habis jus jeruk itu.
aku makan hanya sedikit karena sebelum pulang aku sudah makan dengan mas Arya.
setelah makan,aku meminta ijin mas Yusuf masuk ke kamar untuk mandi dan berganti baju.
" dek setelah mandi aku tunggu di sini untuk membicarakan urusan kita" kata mas Yusuf
aku hanya menganggukkan kepala,entah mengapa rasanya tubuhku gerah dan panas.
setelah mandi dan berganti baju, aku keluar dari kamar,ku lihat mas Yusuf duduk di kursi tengah, sambil melihat TV.
aku menghampiri dan duduk di sebelahnya, aku merasa tubuhku tidak nyaman.
saat duduk dengan mas Yusuf, ku lihat mas Yusuf tersenyum denganku, senyuman itu entah mengapa membuat aku bernafsu.
aku berusahan menahan perasaanku, ku rasa tubuhku memanas.
" dek, aku sangat mencintaimu, aku tak ingin berpisah denganmu" kata mas Yusuf.
"Tapi mas, aku merasa bahwa kamu tidak mencintaiku dengan tulus" aku masih berusaha menahan rasa yang tak bisa kubayangkan ini.
mas Yusuf pun menggeser duduknya ke arahnku, aroma parfum mas Yusuf semakin membuatku tak bisa mengontrol diri.
entah siapa yang memulai, tiba tiba pagi itu aku sudah ranjang bersama mas Yusuf.
aku langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi,setelah mandi besar aku langsung sholat subuh.
mas Yusuf sudah bangun ketika aku sholat subuh dan aku berganti baju ketika mas Yusuf sholat subuh.
ku dengar suara mobil di depan, itu pasti mas Arya.
aku melangkah keluar kamar menuju ke depan,
saat pintu ku buka,aku tak mampu berkata,tiba tiba mas Yusif ada di belakangku.
"maaf Arya tadi kami bangun kesiangan karena semalam kami berdua lembur membuat cucu untuk ayahku" kata mas Yusuf.
mas Arya menatapku, dan kemudian berbalik.menuju mobilnya, kemudian mengendarai mobilnya entah kemana.
mas Yusuf memelukku,sambil mendekatkan bibirnya ke telingaku.
"I Love You"
__ADS_1
Tamat
terima kasih sudah menjadi pembaca setia, untuk adegan 21+ saya sensor mengingat bulan puasa.