Penggemar Gelapku Bukan Manusia

Penggemar Gelapku Bukan Manusia
part 5


__ADS_3

#penggemar_setiaku_bukan_manusia_part4


Pov Arya.


Setelah puas bermain di air terjun ,aku mengajak Aisyah ke kerajaan ku.


Aku meminta emban menyediakan baju ganti untuknya.


Emban serta damar memandangku curiga, aku pun hanya tersenyum.


"apa dia sudah mencuri hati tuan?" tanya damar sambil tersenyum.


"kamu terlalu cerdas untuk tau perasaanku"jawabku sambil tertawa.


Melihat tawaku, emban langsung memegang dadanya..


"hhhh dadaku jadi sesak ,hhh pusing aku jadinya" embang memegang kepalanya sambil berlalu dari hadapanku.


Aku dan damar pun melirik emban yang terlihat shock.


Setelah seharian Aisyah tinggal di kerajaan ku, dia meminta aku mengantar pulang.


Setelah sampai di rumah ,aku pun menyuruhnya masuk ke rumah.


Ku lihat Yusuf sudah sampai di rumah, ekpresi marah terlihat di wajahnya.


Aku menatap dingin langkah kakinya masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian aku mendengar bentakan suara Yusuf terhadap Aisyah, sungguh aku tidak terima akan perlakuannya.


Ku dengar suara Aisyah menangis, sontak emosiku menggelegar, tak mampu aku mengendalikannya.


Aku memukul pot bunga yang besar sampai pecah berkeping keping.


Tak lama kemudian aku melihat Aisyah keluar dari rumah sambil menangis.


Melihat kekasihku menangis,aku semakin murka, ingin aku ******* dan menghabisinya saat ini juga.


Emosiku yang meledak membuatku tak bisa mengontrol ragaku.


Sehingga membuatku berubah wujud.


Melihat wujudku ,Aisyah terkejut,tapi kemudian dia menangis dan memohon di hadapanku.


"Ahhhh..Aisyah kenapa kamu membela dia, apa kamu mencintainya" gumanku lirih.


Melihat Aisyah yang memohon, membuat hatiku kecewa,aku pun memilih pergi dari hadapannya.


Aku pergi menuju air terjun.


Aku luapkan emosiku di sana.


"Aisyah........kenapa kamu membuatku kecewa" teriakku.


Setelah puas meluapkan emosiku,dan aku merasa sudah tenang,aku pun kembali ke kerajaan.


aku putuskan bahwa Aisyah harus menjadi milikku.


Semenjak kejadian itu,hari hariku hanya melamun, emban yang melihat kondisiku menjadi tidak tega.


"Tuan,kenapa anda menyiksa diri dan hati?" tanya emban.


"aku tak tahu apa yang harus aku lakukan"


Aku menghela napas panjang.


"apa karena aku bukan manusia,sehingga aku tak boleh mencintainya" lanjutku.


Tak terasa air mataku pun keluar, sebagai pria inilah titik terendah dalam hidupku.


Hatiku terasa hancur.


Kehidupanku sangatlah menyedihkan,aku tidak pernah tahu wajah ibuku. Karena aku di asuh ayahku.


"tuan, sudah saatnya tuan tahu sebuah cerita mengenai anda" kata emban.


Aku mencoba menatapnya.


"apa yang harus aku ketahui?" tanyaku.


Embang menghela napas panjang.


"Tuan, dahulu ayah tuan adalah raja yang hebat, beliau di segani rakyatnya dan di takuti musuhnya.dan saya adalah abdi yang paling di percaya raja"


"saat itu raja sering termenung,aku melihat perubahan wajah dan sikap raja,aku pun mengamatinya, teryata raja sedang jatuh cinta."


aku pun sontak memandang emban,dan aku penasaran dengan cerita emban.


aku pun melangkah mendekati emban dan duduk di sampingnya.


"trus apa yang terjadi?" tanyaku.


"ayah tuan mengalami hal yang sama seperti tuan"


"maksudnya?"


"ayah tuan mencintai sosok gadis, ya ayah tuan jatuh cinta dengan manusia, dan gadis itupun mencintai ayah tuan"

__ADS_1


emban tersenyum tapi kemudian menunduk.


"tapi sayang orang tua gadis itu tidak menerima ayah tuan?"


"teryata gadis itu memilih pergi dari rumahnya dan tinggal bersama ayah tuan di kerajaan"


"ayah tuan dan gadis itu menikah,tak lama kemudian gadis itu hamil serta melahirkan seorang bayi laki laki, ayah tuan dan gadis itu sangat bahagia.gadis itu adalah ibu tuan, bahkan yang memberi nama tuan adalah ibu tuan"


" tapi karena ibu tuan itu mengalami pendarahan sesudah melahirkan,ibu tuan akhirnya meninggal" emban bercerita dengan sangat sedih.


"ayah tuan sangat terpukul dengan kematian gadis itu, ayah tuan hanya menangis"


"aku tak tega melihatnya, aku pun mengatakan. Masih ada den Arya untuk tuan perhatikan dan sayangi, ayah tuan pun menatap tuan,dan kemudian memeluk tuan"


"sejak saat itu ayah tuan tak terlihat bersedih, beliau merawat,mengasihi dan mengajarkan tuan."


"tuan mewarisi ilmu ayah tuan, dan dalam tubuh tuan mengalir darah manusia. Tuan bisa melakukan ritual,agar tuan bisa hidup di alam manusia sebagai wujud manusia,tapi tuan juga tetap sebagai raja kami"


aku mendengarkan semua cerita emban yang selama ini tak aku ketahui.ibukku adalah manusia.


aku sangat bahagia mendengarnya.


"aku harus bagaimana emban?"


"bertapalah dan berpuasalah di dalam kamar ayah tuan,saya akan memberi tahu kapan berakhir waktunya" emban menjelaskan.


"baiklah emban,saya akan melakukan semua itu?"


Aisyah ini semua demi kamu sayang....


aku akan melakukan apapun itu.


"Damar ,aku tugaskan kamu,selama aku bertapa,jaga dan awasi Aisyah" perintahku.


"baik tuan" jawab Damar.


mulai hari itu aku masuk ke kamar ayahku, tak ada yang boleh masuk selama aku bertapa kecuali emban untuk melihat kondisiku.


terkadang Damar datang ingin memberi informasi,tapi di cegah oleh emban.


ketika aku bertapa, aku mendengar suara Aisyah memanggil namaku, tapi aku harus bersabar.


hingga saat itu aku bertapa, ku dengar suara damar berbicara kepada emban, dia memohon untuk bisa menyampaikan kepadaku.


tak lama ,Damar masuk dan menceritakan kondisi Aisyah, aku tak kuat mendengarnya, saat aku hendak berdiri, emban memgingatkan ku bahwa waktuku kuranh sedikit lagi.


aku ingin marah,tapi aku sadar bahwa ini untuk kekasihku juga.


saat masa bertapaku kurang sedikit lagi, Damar masuk ke kamar ayahku,kemudian mengabarkan kalau Aisyah ada di hutan,dia mencariku.


aku sudah tak kuat menahan semua rasa, aku memohon kepada emban agar aku bisa menemuinya sebentar, toh aku tidak keluar dari wilayahku.


aku pun akhirnya menemuinya,ku lihat wajahnya yang begitu lelah,tetap cantik walau ada kesedihan yang mendalam, dia menghambur ke dalam pelukanku.


Aisyah menangis dalam dekapanku, sungguh aku tak tega melihatnya.


tapi aku berpesan bahwa waktu tak akan lama lagi, aku bisikkan kata cinta.


aku pun kembali ke tempatku.


malam itu pertapaanku sudah usai.


"tuan sudah selesai bertapa, sempurnakan tubuh tuan dengan menyatukan jiwa dan raga tuan dengan nona Aisyah" kata emban kepadaku.


aku mengangguk tanda mengerti.


esok paginya aku menemui kekasih hatiku, aku sudah tidak sabar untuk menjadikan dia permaisuri ku.


saat aku ada di depan rumahnya,aku langsung mengetuk pintu.


tak lama kemudian Aisyah membuka pintu, ku lihat wajahnya yang terkejut dan bingung.


ohh..wajah yang selalu membuatku ingin memeluknya.


kamipun akhirnya berbincang di teras rumah, tapi selang beberapa saat ku lihat Yusuf keluar, dan terkejut melihatku.


aku pun memperkenalkan diriku sebagai kekasih Aisyah, ya aku adalah kekasihnya. dan Yusuf hanyalah suami status saja.


ku lihat Yusuf emosi dan menghinanya, dan kekasihku yang selama ini ku lihat selalu mengalah,teryata bisa emosi, dan itu membuatku senang.


Aisyah menampar Yusuf,dan saat Yusuf hendak membalas,maka dia adalah bagianku.


aku tidak akan membiarkan dia menyetuh kekasihku.


aku pun membawa Aisyah pergi ,ku bawa dia ke rumahku.


aku berpikir bahwa aku haru melakukan dengannya saat itu.


tapiAisyah adalah gadisku yang teguh pendiriannya.


aku bangga dengannya walau ada rasa kecewa di hati.


ku lihat Yusuf menelpon dia,tapi tak di angkat ,dan tak lama kemudian dia mengirim pesan kepada Aisyah.


"Mas Arya,aku harus menyelesaikan urusanku dengan mas Yusuf?" kata Aisyah.


entah mengapa aku tak setuju dengan ucapannya, aku merasa Yusuf hanya akan menjebaknya.

__ADS_1


tapi Aisyah meyakinkanku dengan rayuan mautnya yang membuat aku pun tak sanggup menolaknya.


akhirnya sore itu aku mengantarnya pulang, wujudku memang sudah menjadi manusia,dalam artian manusia awampun bisa melihat diriku.


dan Aisyah berpesan agar aku tidak berada di dekat rumah, mungkin dia khawatir saat sesuatu terjadi aku tak bisa mengendalikan diri.


aku mengiyakan permintaannya, tpi semalam membuatku tak bisa istirahat.


dan semalam Damar memberi informasi bahwa ada urusan yang harus aku selesaikan.


hhhh membuatku stres dan bingung.


aku ingin mendatangi rumahnya tapi karena pesannya aku mengurungkan niatku.


esok pagi aku buru buru ke rumahnya, aku mengetuk pintunya, tak lama kemudian pintu di buka Aisyah,dia hanya tertunduk takut. Dan di belakangnya ku lihat wajah Yusuf tertawa menang.


aku kaget akan ucapan Yusuf yang mengatakan membuat cucu,apa itu artinya dia telah melakukan hubungan itu tadi malam.


aku kecewa saat itu,tapi saat ku tatap Aisyah,aku tau itu hanya jebakan ******** itu.


tapi aku ingat ada urusan penting,aku pun memilih meninggalkannya.


aku kembali ke kerajaan ku, aku memilih menghindar dan menyelesaikan setiap urusan.


membasmi pemberontak yang memasuki wilayahku.


aku bertambah kecewa saat Aisyah tidak mencariku seperti dulu.


padahal aku tahu dia sudah berpisah dengan Yusuf.


hingga saat itu aku merasa suntuk, aku pun berkeliling di hutan pinus, ku lihat malam semakin larut, tapi aku melihat ada kendaraan dengan kecepatan tinggi.


aku mencium aromanya, ya aroma tubuh kekasihku.


apa mungkin dia ada di dalam mobil itu.


aku mencoba mengikutinya,ku tajamkan pandanganku,teryata benar kekasihku ada di dalam mobil itu.


dia terlihat kesakitan ,dan ku lihat di sampingnya teryata ******** itu.


aku menghadang nya, tapi dia semakin melajukan mobilnya,aku pun melompat sebelum dia menabrak ku.


ku ulangi beberapa kali teryata dia tetap melaju.


"kamu mau bermain main dengan Arya rupanya"gumanku terseyum sinis.


aku pun melompat ke depan mobil, sontak mobil pun oleng dan menabrak pohon.


aku melihat ******** itu turun dan menyeret kekasihku.


mataku tak kuasa menahan amarah,aku pun menghajarnya, ketika dia ku angkat.


ku dengar suara Aisyah .


aku teringat bahwa aku tak boleh melebihi batas dan aku harus belajar mengendalikan diriku.


ku hampiri Aisyah,dia terlihat kesakitan, tak lama dia pun pingsan.


aku membawanya ke rumah sakit,dan menghubungi ayah serta kakeknya.


aku harus segera menikahinya, karena dengan bersatunya kami maka Aisyah tak akan di miliki orang lain.


aku tak peduli akan kejadian yan di lakukan dengan ******** itu.


karena aku tahu bahwa dia hanya mencintaiku.


aku mendengar suaranya mencariku, bergegas aku masuk dan menghampirinya.


ku lihat perban di kepalanya, dia tersenyum bahagia.


ku peluk tubuhnnya.


dia menunduk.


"kenapa kamu menunduk?" tanyaku


"aku kangen" jawab Aisyah.


"kalau kamu kangen,kamu tahu kemana mencariku?"


"aku takut" jawab dia


"hhhhh kamu takut denganku, harusnya kamu tau aku yang takut kehilanganmu sayangku, semakin gemas aku dengan dirinya.


ya..aku harus segera menikahi"aku membathin


hari itu aku sudah meminta ijin menikahi Aisyah.


dan hari itu juga aku menikahi dia.


aku ingin dia menyempurnakan jiwa dan ragaku.


semoga dia lekas sembuh dan kami bisa bahagia selamanya.


Tammat...


Mak..mak...Terima kasih atas kesediaan membaca cerita fiksi ini

__ADS_1


😍😍😍😍😍😍😍😍😍


__ADS_2