
*****...*****..*****...
Alarm Hpku berbunyi,ku dengar samar samar karena aku tidur di kamar sebelah,aku pun bangun, dan pelan pelan ku buka pintu kamar,karena aku takut membangunkan mas Yusuf.
Ku buka pintu,ku lihat mas Yusuf tak ada di ranjang, aku segera masuk dan mematikan alarm HP.
"mungkin mas Yusuf ada di kamar mandi" batinku
Tapi tak ada suara di kamar mandi, ku coba membuka pintu kamar mandi ,teryata kosong.
Aku pun masuk ke kamar mandi , mengambil air wudhu dan mengerjakan sholat subuh.
Setelah sholat subuh,aku bergegas ke dapur untuk membuat sarapan, saat melangkah ke dapur ,aku melihat jendela depan sedikit terbuka, aku pun mengarah ke depan.
Teryata mas Yusuf sudah berangkat, mobil dan sepatunya sudah tak ada.
Aku pun melangkah ke dapur, jujur aku lebih kepikiran mas Arya.
Entah apa yang terjadi tadi malam.
Ku buka jendela dapur, ku cium cincinku, lama ku tunggu, mas Arya tak nampak, ku cium lagi cincinku masih berharap dia hadir.
Tapi sampai ku ulang tiga kali semua tetap sama.
"mas Arya pun meninggalkan aku" gumanku lirih.
Aku pun membuat sarapan, setelah itu aku duduk sambil mencoba menikmati sarapan yang ku buat.
Setelah selesai sarapan, aku beranjak mandi. Setelah mandi aku ingat mau menjemur pakaian yang sudah ku cuci di mesin cuci.
Aku membawa pakaian yang setengah kering ke teras samping rumah, aku menjemur dengan suasana yang bingung, biasanya saat aku menjemur mas Arya menemani dan tak jarang dia usil dan menjahiliku.
Tapi sekarang hatiku mengatakan bahwa aku butuh dia.
Setelah menjemur aku kembali ke dalam rumah.
" Mas Arya aku butuh kamu saat ini" gumanku .
Tak terasa air mataku menetes di pipi.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, mas Yusuf belum pulang, ku coba menelponnya tapi di tolak.
"Astagfirullohal adzim, ya Alloh apa yang harus aku lakukan"
Aku menunggu di ruang tengah, sambil menunggu mas Yusuf aku melihat TV, tapi ngantuk ini tak bisa ku tahan, aku pun terlelap di sofa.
Aku terbangun saat mendengar pintu depan di buka, mas Yusuf pulang.
Ku lihat jam sudah pukul 12.
"mas Yusuf baru pulang , aku buatkan teh ya,atau aku siapkan air hangat untuk mandi?" tanyaku.
Mas Yusuf hanya melirikku sebentar dan melaju ke kamar tanpa jawaban, di tutupnya pintu kamar dengan kasar.
__ADS_1
Aku kaget akan suara pintu yang di tutup mas Yusuf.
" apa yang sebenarnya terjadi mas, aku benar benar tak tau "
Aku pun beranjak ke kamar tamu, aku tidur di kamar tamu.
Kejadian ini terus terjadi sampai hampir 2 minggu, mas Yusuf dan Mas Arya seakan memusuhi dan membenciku.
Aku yang putus asa akhirnya memutuskan untuk melupakan semuanya.
aku membiarkan mas Yusuf dengan kebenciannya dan mas Arya dengan kemarahannya.
hingga suatu hari aku sedang berbelanja kebutuhan bulanan ke sebuah supermarket, aku bertemu teman dekat mas Yusuf, mas Abi namanya.
"Assalamualaikum Isya, apa kabar?" sapanya
" Waalaikum salam mas Abi, baik mas" jawabku
"kok belanja sendiri,ndak di antar Yusuf"
" mas Yusuf ada acara tadi"
"emm mas Abi ada waktu, Isya ada perlu sebentar ?" tanyaku.
" ada, kita ngobrol di cafe depan supermarket aja"
aku menganggukkan kepala, aku melangkah keluar supermarket setelah membayar belanjaku.
aku menuju cafe bersama mas Abi.
"jus jeruk saja" jawabku.
mas Abi memesan jus jeruk dan kopi.
aku harus menanyakan apa yang terjadi sama mas Yusuf, mungkin mas Abi tahu.
"apa yang mau kamu tanyakan?"
"mmmm tapi mas Abi jangan bilang mas Yusuf ya"
"Ok"
" apa yang sebenarnya terjadi antara mas Yusuf dan Lita?" tanyaku ragu.
mas Abi yang sedang menyeruput kopi pun tersedak.
"maksudmu apa ?" tanya mas Abi
"ehh..emmmm mas Yusuf setelah kejadian undangan ke pesta itu marah besar mas sama aku"
aku pun menceritakan semua kejadian sama mas Abi.
mendengar ceritaku, mas Abi terlihat emosi.
__ADS_1
"Dasar Yusuf gila, bukannya sadar malah memusuhi istrinya" oceh mas Abi.
" ceritakan apa yang sebenarnya terjadi mas"
" Baiklah, saat itu Yusuf datang bersama Lita, aku melihat dia datang,karena aku datang duluan,pesta pernikahan itu juga sebagai ajang reuni teman teman kuliah sya."
" aku pun ikut bergambung bersama mereka, tak lama Lita menghampiri Yusuf, dan ada salah satu teman kuliah namanya Roni, dia menghampiri Lita dan mengatakan bahwa ingin bertemu dengannya, Yusuf marah dan mengatakan bahwa Lita adalah kekasihnya.
Roni pun menjawab bukannya kamu sudah menikah, tapi Yusuf balik bilang bahwa hanya status saja.
dan Yusuf mengancam Roni kalau berani mengganggu Lita.
Roni pun menjawab kalau dia dan Lita sudah tidur bersama dan hubungan itu sudah terjadi beberapa kali.Yusuf tak terima akhirnya berkelahi dengan Roni, sampai akhirnya Yusuf bertanya pada Lita tentang ucapan Roni, Lita yang menangis hanya mampu menganggukkan kepala. Yusuf emosi dan langsung pergi meninggalkan acara"
cerita mas Abi.
"Astagfirullohal Adzim" ucapku sambil menutup mulut.
"Trima Kasih mas Abi atas informasinya, Isya Pamit ya, Assalamualaikum "pamitku
"Waalaikum salam" jawab mas Abi.
_____________________________________________
Setelah sampai di rumah, ku lihat mobil mas Yusuf sudah di teras.
aku pun membuka pintu sambil.mengucapkan salam, ku lihat mas Yusuf duduk di ruang tengah sambil melihat TV.
aku beranjak ke dapur untuk menata bahan belanja. sambil menata aku berpikir bahwa aku harus menyelesaikan apa yang sebenarnya bukan salahku.
setelah selesai, aku beranjak ke ruang tengah, ketika aku hendak duduk ,mas Yusuf pun hendak bangkit.
"Mas aku mau bicara sesuatu"
"tak ada yang perlu di bicarakan" jawabnya
"ada mas, dan aku minta mas Yusuf duduk dan mau mendengarkan" jawabku tegas
mas Yusuf pun kembali duduk,dia hanya melihat TV yang acaranya membosankan.
"mas Yusuf, aku tak akan ngomong sebelum mas Yusuf menghadapku"
tak lama diapun mengarahkan wajahnya.
" aku tau kalau kita menikah karena di jodohkan, aku juga tau mas Yusuf tak mencintaiku dan hanya menganggap aku sebagai adik, dan pernikahan kita hanya status serta tak lama lagi kita akan bercerai, tapi aku bukanlah penyebab semua masalahmu dengan selingkuhanmu itu mas" kataku dengan tegas.
"apa mas pernah berfikir kalau aku akan tersinggung saat kamu menelpon selingkuhanmu di kamar sambil tertawa atau kamu janjian dengan selingkuhanmu.
aku berusaha tidak mencampuri urusanmu mas,tapi kamu sudah melampaui batas saat ini, setelah satu tahun ini ceraikan aku dan terserah kamu mau berbuat apapun" aku tak mampu menahan tangisku.
mas Yusuf tak menjawab,hanya terdiam,dia menatapku seakan ada rasa bersalah.
mas Yusuf pun mendekat ke arahku,tangannya hendak mengusap kepalaku, tapi aku menghindar dan berlalu menuju kamar nya, aku mengambil semua barangku dan ku pindah ke kamar tamu.
__ADS_1
"Mas Arya kamu dimana, aku sangat hancur saat ini" gumanku di dalam kamar.
Bersambung 😊