
Aku tak tau apa yang aku rasakan, aku dan mas Arya bermain air di situ sampai puas, setelah aku merasa kedinginan,mas Arya mengajak aku keluar dari air terjun.
Aku pun berjalan dan menaiki kuda lagi,di ajaknya aku melintasi hutan pinus lagi, terpaan angin seakan membuat pakaianku yang basah mulai mengering, tibalah aku di sebuah gerbang yang di jaga pengawal berpakaian hitam.
Kuda pun berhenti persis di dwpan gerbang, mas Arya pun turun serta membantu ku turun.
Tali kuda di ambil alih aalah satu orang berbaju hitam.
Mas Arya menggandeng tanganku,mengajak masuk ke gerbang yang sudah di buka.
Para penjaga nampak membungkuk dan menundukkan kepala. Mas Arya berjalan dengan gagah.
"Pantesan dia adalah putra kerajaan" batinku
Aku memasuki ruangan yang luas,ada beberapa tempat duduk.
Tak lama ada seorang perempuan tua mendatangi kami.
" selamat datang tuan" kata perempuan itu
"Trima Kasih. Ini adalah tamuku, layani dia dengan baik" jawab Mas Arya.
" dek Isya, ini adalah kepala pelayan wanita, panggil saja emban" mas Arya mengenalkan perempuan tua itu.
Aku pun menganggukkan kepala.
" mari nona saya antar ke kamar tamu" ajaknya
Aku menoleh ke mas Arya dan ku lihat mas Arya menganggukkan kepala.
"bajumu basah dek, gantilah. Aku pun akan berganti baju" kata mas Arya.
Aku pun menganggukkan kepala dan mengikuti pelayan.
Aku memasuki kamar tamu kerajaan,ruangan yang luas,ada tempat tidur besar, ku lihat di atas kasur sudah ada baju ganti.
" silahkan nona berganti pakaian,saya menyiapkan hidangan untuk nona" kata pelayan.
Aku mengarah ke kamar mandi dan berganti pakaian. Dan pakaian yang ku kenakan sangat pas di tubuhku.
Tak lama kemudian pelayan menjemputku untuk menuju meja makan.
Sesampai di sana ku lihat mas Arya sudah duduk di kursi, mas Arya pun menyambutku. Dia berdiri dan menarik salah satu kursi untuk aku duduki.
Pelayan pun meninggalkan kami berdua, sejenak ku lihat makanan yang ada di depanku, berbagai macam menu tersedia,mas Arya mengajak ku makan, tapi aku hanya terdiam karena takut.
"tenang saja dek,ini makanan manusia, pengawalku tadi membeli di duniamu" kata mas Arya sambil tersenyum yang mengetahui ketakutanku.
"hhhhmmm" aku akhirnya ikut tersenyum, sambil mengambil makanan dan segera memakannya karena perutku sudah berbunyi.
Selesai makan mas Arya mengajakku berkeliling kerajaannya. Indah sekali pemandangannya, ada kolam ikan,ada taman yang luas, ada perkebunan.
tak lama kemudian aku melihat batu besar, ya batu besar yang dulu pernah aku datangi.
aku mengajak mas Arya ke batu itu. kita pun duduk berdua.
Mas Arya menyandarkan kepalanya di pundak ku.
Sejenak kita terdiam.
"mas Arya boleh aku bertanya"
" tanya saja dek"
" apa mas Arya pernah berpacaran?" tanyaku
Mas Arya menolehku dengan ekspresi kaget.
"aku..kamu kira aku tak pernah berpacaran dek"
" he em, kalau pernah berpacaran kapan mas?"
mas Arya terlihat gugup dan kelimpungan.
" boleh aku menjawab mas" kataku
"boleh" sahut mas Arya sambil menoleh ke arahku.
"sekarang" jawabku
Mas Arya terlihat bingung dan gugup serta canggung.
" apa kamu mau bukti kalau aku pernah berpacaran"
tiba tiba mas Aryam mencium bi***ku,sontak aku kaget dan hanya terdiam.
__ADS_1
setelah itu hanya rasa malu yang ada di antara kita.
"aku mau pulang mas, sudah lama aku di sini" kataku
"kenapa dek,apa kamu tidak betah?" tanya mas Arya.
aku menghela napas panjang.
"mas Arya ,bukannya tadi mas Arya bilang mengajak jalan jalan, dan sekarang aku harus pulang" jawabku.
"baiklah dek kita pulang, pegang tanganku dan tutup mata,sebelum aku menyuruh buka,jangan di buka dulu"
aku berdiri dan berjalan bersama mas Arya sambil menutup mata.
tak lama aku sudah di depan pintu rumah.
" Mas ,aku masuk dulu ya" pamitku
" ya dek, ehh maafkan yang tadi ya" kata mas Arya menunduk.
ku lihat ekspresinya yang sangat perhatian dan tak ingin membuatku bersedih,aku tak tega jadinya.
Ku pegang wajahnya sambil berkata
" trima kasih buat semuanya mas",
aku mencium pipinya dan berlalu masuk ke dalam rumah karena malu.
Ku intip dari balik tirai mas Arya yang sedang terpaku ,tak lama dia meloncat kegirangan kemudian menghilang.
ku lihat jam pukul 1. Padahal aku tadi sangat lama jalan jalan.
aku menuju kamar untuk mandi dan sholat dhuhur, setelah itu aku beristirahat.
_____________________________________________
Aku terbangun dari tidur, ku lihat jam sudah pukul 4 sore, aku mandi dan bergegas sholat asar.
Setelah sholat,perutku lapar. aku yang merasa bosan akhirnya memutuskan memesan makanan dari aplikasi. karena hanya aku yang makan.
tak lama makanan yang ku pesan datang,dan aku segera memakannya.
adzan magrib sudah berkumandang, aku mengambil wudhu dan mengerjakan sholat.
setelah adzan isyak ku putuskan istirahat di kamar,ku lihat gawai ku. aku merindukan ayahku, ku cari nama ayah dan aku menelponnya, aku ngobrol dengan ayah,karena kakek sudah istirahat.
sekitar 1/2 jam aku menelpon ,ku akhiri telpon ku dengan ayah.
ku lihat jam sudah pukul 8. aku putuskan untuk tidur.
_____________________________________________
*****..*****...*****... Alarm HP ku berbunyi, aku segera bangun dan mematikan alarm Hp.
ku lirik mas Yusuf masih terlelap di sebelahku, aku tak tau jam berapa mas Yusuf pulang tadi malam, karena dia bawa kunci cadangan sehingga tidak membangunkanku.
aku beranjak ke kamar mandi dan mengambil air wudhu,setelah sholat subuh seperti biasa aku membangunkan mas Yusuf dan aku beranjak ke dapur.
pagi itu aku membuat sarapan Nasi goreng,seperti biasa aku membuka jendela dan mencium cincinku, wusss dia pun tlah ada di depanku.
" Pagi dek Aisya" sapanya sambil menggodaku
"Pagi juga mas Arya"
"pagi ini kamu nampak segar dan gembira,apa karena bertemu denganku" mas Arya menggodaku.
aku pun tak mau kalah menggodanya.
"Mas Arya terlihat manis banget apa karena mau menggodaku ya" jawabku
muka mas Arya sontak memerah karena malu
" wah sudah mulai genit ya?" kata mas Arya sambil tertawa, ku lihat lesung pipitnya,hhhhh bikin meleleh hatiku di pagi hari ini.
ku dengar pintu kamar di buka, aku menoleh ,bersamaan mas Yusuf yang keluar dari kamar, masih mengenakan sarung dan baju kokonya.
"tadi malam kamu kok tidur awal dek?" tanyanya
" aku lelalh mas" jawabku
" apa kamu lelah dek,kalau gitu bik yem suruh tiap hari saja ke sini, biar tugas di rumah bik yem yang ngerjakan dek" kata mas Yusuf.
"Ndak usah mas, aku kmarin lagi ndak enak badan aja, mungkin masuk angin. Oh ya mau kopi atau teh, Isya buat sarapan nasi goreng dan telor ceplok mas"
" teh aja dek. Ya aku mau sarapan"
__ADS_1
ku ambilkan nasi goreng dan teh yang sudah aku buat ke meja makan.
aku pun sarapan bersama, ku lirik jendela mas Arya tak ada di situ.
setelah sarapan aku membereskan meja makan,mas Yusuf bersiap ke kantor.
sejenak aku berpikir omongan mas Yusuf, terkadang kamu perhatian, apa mungkin hanya perhatian kakak dan adik.
"dek...kok melamun?" mas Yusuf mengagetkan ku.
aku terkejut dan menoleh sambil menggelengkan kepala.
"kenapa dek?" tanya mas Yusuf
" entahlah mas" aku hendak beranjak membawa piring dan gelas, tapi mas Yusuf memegang tanganku, dan menyuruhku kembali duduk.
mas Yusuf duduk di sampingku sambil menatapku.
"dek,maafkan aku, aku tau kamu merasa tidak nyaman"
aku menoleh ke arahnya,hanya tersenyum.
hari hari ku jalani dengan mas Arya, dia selalu membawa kecerian dalam hidupku. tak terasa sudah 7 bualn pernikahan ku .
hingga suatu hari.
saat Mas Yusuf hendak berangkat ke kantor.
" dek aku nanti ada undangan pernikahan temanku,tapi maaf aku tidak mengajakmu,aku mengajak Lita karena dia juga dapat undangan ?" kata mas Yusuf.
aku hanya menganggukkan kepala tanpa berkata apa apa.
ku jabat tangan dan ku cium.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam".
hariku tak bersedih karena ada dia yang menghiburku.
_____________________________________________
malam itu sekitar pukul 9 malam, aku melihat
mobil mas Yusuf sudah tiba, aku yang sedang melihat tv di ruang tengah, beranjak membukakan pintu.
ku dengar pintu mobil di banting dengan keras, mas Yusuf ku lihat sangat hancur, bajunya tak terlihat rapi.
ketika ku buka pintu, aku melihat mas Yusuf sedang menahan emosi yang sangat kuat.
aku hendak menjabat tanganya, tapi di tepis oleh mas Yusuf. dia melangkah ke arah kamar.
aku menghampirinya, dan mencoba untuk bertanya.ku lihat dia duduk di pinggir ranjang.
aku mendekati, ku pegang pundaknya, tiba tiba mas Yusuf seperti kesetanan, dia mencengkeram pundakku dan mendorong tubuhku ke ranjang sambil berkata
"puas kamu,ini hasil doamu, kamu ingin aku berpisah kan" kata mas Yusuf dengan penuh amarah.
aku hanya mampu menangis dan ketakutan.
"keluar kamu dari kamar" bentak mas Yusuf.
aku beranjak turun dari ranjang sambil memegang lenganku yang sakit.
ku dengar di luar ada benda yang pecah.
aku melangkah keluar, dan aku menutup pintu kamar mas Yusuf.
aku keluar rumah, ku lihat mas Arya sedang menahan marah dan ku lirik pot bunga besar itu hancur.
mas Arya berjalan mondar mandir sambil menatap ke dalam rumah.
aku menenangkan hatinya tapi emosi mas Arya terlalu tinggi, tiba tiba dia mundur dan tubuhnya berubah menjadi harimau.
aku mundur karena takut yang tak tertahankan, tak lama aku menyadari bahwa mas Arya bisa melakukan apapun kepada mas Yusuf ,aku belari dan menghadangnya
"jangan mas Arya, aku tidak apa apa, jangan sakiti dia, maafkan dia, karena dia adalah suamiku" pintaku di sertai tangisku.
harimau itu menunduk melihatku ,melihat aku menagis kemudian harimau itu berbalik dan berlari lalu menghilang di kegelapan malam, aku hanya bisa terduduk lemas.
malam itu aku tidur di kamar tamu, aku tak ingin menganggu mas Yusuf.
entah apa yang terjadi esok.
TBC
__ADS_1