
#penggemar_gelapku_bukan_manusia_part3
Apa benar apa yang di katakan kakekku. Tiba tiba aku merasa takut dan bulu kudukku berdiri, aku bergidik sendiri.
"maksud kakek apa?" aku bertanya pada kakekku.
Tanpa memberi jawaban, ku lihat kakek diam dan memmejamkan mata, aku tau pertanda apa, bahwa kakek mencoba untuk melihat apa yang sedang terjadi, cukup lama kakek berdiam diri, ku lirik ayahku di kursi sebelahku pun terlihat tegang, dahinya berkerut,seakan berpikir keras.
Sekitar hampir 10 menit kemudian, ku lihat kakek mulai menghela napas panjang, sambil membuka mata.
Aku pun tak sabar untuk bertanya.
" Ada apa kek?" tanyaku tak sabar.
Kakekku menatapku sebntar, kemudian mengambil cangkir berisi teh yang ada di depannya, kemudian meminum isinya.
Kakek menghela napas panjang, seakan berat untuk bercerita.
"Kakek...apa yang terjadi?"
"Isya...." kata kakek lembut sambil membelai kepalaku yang tertutup hijab.
" apa selama ini kamu merasa ada sesuatu yang ganjil" tanya kakek.
Sejenak aku terdiam, aku tak bisa berbohong pada kakekku.
" ya kek, aku merasa ada yang ganjil beberapa hari ini?" jawabku.
__ADS_1
"coba ceritakan?" kata kakek
" beberapa hari aku sering melihat seorang pria yang diam diam menatap dan mengawasiku kek, dan dia pernah hadir dalam mimpiku,serta menyapa dan menyebut namaku kek" ceritaku
Kakek seakan sudah paham akan ceritaku, beliau diam saat mendengar ceritaku.
" siapa dia kek?" tanyaku yang sudah tak sabar.
" Dia adalah sosok yang telah jatuh cinta kepadamu" kata kakek.
" Astagfirullohal Adzim" ucapku.
"maksud kakek, kenapa dan kapan dia ada, serta apa sosok dia kek?"
" isya... Kamu itu nek tanya yo jangan di berondong gitu, la kakek njelasinnya ya bingung!" jawab kakek.
" ya sudah kakek jelasin satu satu sama kamu"
"dia bertemu kamu saat kamu sedang berkemah di hutan pinus beberapa tahun lalu,ketika melihatmu dia menyukaimu dan dia berusaha mencarimu, tapi esok harinya dia melihatmu sudah tidak ada di tempat itu, dia berusaha mencarimu sampai akhirnya ketemu saat kamu pindah di rumah suamimu, dan untuk sosoknya, dia adalah putra dari kerajaan di hutan pinus itu, sosoknya seperti yang kamu lihat,namanya Arya."
Aku hanya terdiam sambil bingung dan mencoba mengingat apa yang terjadi beberapa tahun silam.
"isya masih belum paham kek?" tanyaku
"Apa kamu mau bertemu dia, dia ada di luar, dia tidak berani masuk ke rumah, dan dia juga tidak mau masuk ke rumah suamimu" kata kakek.
ada rasa ragu tetapi rasa penasaran yang kuat aku mencoba memberanikan diri, aku pun mengangukan kepala.
__ADS_1
kakek pun berdiri dan menggandeng tanganku, di ajaknya aku ke teras samping rumah, yang berbatasan dengan taman samping rumah, ada kursi 2 di situ.
Kakek menyuruh ku duduk di situ, kemudian kakek kembali ke dalam, tak lama kakek membawa segelas air putih, kakek membaca doa dan meniup air putih itu lalu di sodorkan kepadaku dan menyuruh meminumnya.
aku pun menerima gelas itu, sesaat aku ragu, ku lirik jam masih pukul 10, masih ada waktu untuk mencari jawaban.
"Bismillahirrohmanirrohim" aku meminum sampai habis.
sesaat tiba tiba kepala ku terasa sedikit pusing , ku coba menutup mata sejenak, dan membuka kembali, saat aku menoleh ke sekeliling ,aku terkejut ada dia duduk di kursi sebelahku.
aku seakan mau meloncat pergi,tapi kakek memegang pundak ku seraya berkata.
" temui dia dulu, tanya baik baik, bukankah kamu yang tadi mau bertemu?" kata kakekku.
kemudian kakek meninggalkan ku berdua dengan dia, ya sosok arya yang namanya ku ketahui.
aku tertunduk..
" Hai dek Aisya" Sapanya lembut.
aku pun menoleh, ku tatap dia dengan seksama, tak tampak hal aneh atau wajah yang seperti di film atau youtube yang biasa aku tonton tentang hantu..
senyumnya manis sekali..
bersambung
------------------------------------------------------------------------
__ADS_1