Penggemar Gelapku Bukan Manusia

Penggemar Gelapku Bukan Manusia
part 6


__ADS_3

#penggemar_gelapku_bukan_manusia_part6


Aisyah.....Aisyah...Aisyah.... Teriakan orang memanggil namaku, mereka menyusuri hutan. Smpai hampir pukul 4 pagi, karena lelah dan hujan yang turun mulai deeas, maka pencarian di hentikan sementara, mereka kembali ke tenda utama.


Tapi tiba tiba..


"Aisyah sudah di dalam tenda" seru Risa berteriak.


Semua peserta kemah berhamburan ke tenda Aisyah, di lihatnya Aisyah sudah teletang di tenda, dengan sepatu yang sudah terlepas.


Dina mencoba membangunkan Aisyah,dia menepuk pipi sambil mengusap minyak kayu putih di hidungnya.


"Isya..bangun Isya" seru Dina


Tak lama Isya mulai bergerak dan membuka matanya, Isya menatap sekeliling seperti bingung.


"ada apa Isya?" tanya Dina kemudian


"Haus.." jawabku


Risa mengambilkan air dan menyerahkan pada Dina untuk di minumkan.


"Isya ,apa kamu tidak apa apa?" tanya kakak pembina.


Aku mencoba mengelengkan kepalaku.


" apa yang sakit ?" tanya kakak pembinaku


"Kakiku tadi keseleo pas terjatuh"jawabku


" coba di olesin minyak urut Din" kata pembinaku kepada Dina


"baik kak" jawab Dina menerima minyak urut.


Karena aku sudah kembali maka para peserta kemah kembali ke tenda masing masing.


Di dalam tenda ada Dina,Risa dan Nisa, mereka semua menatapku bingung.


Akupun mencoba mengingat semua kejadian. Tapi tiba tiba kepalaku pusing.


"kepalaku pusing,sepertinya aku masuk angin"


" sini aku balur kayu putih di perut dan punggungmu" kata Dina


Aku pun menyikap baju, kemudian Dina menyuruh aku berganti baju karena basah.


Setelah berganti baju ,aku pun mencoba tidur karena tubuhku sangat lelah .


Tak lama aku pun tertidur.


Jam 5 aku pun terbangun. Tak ada anak anak di tenda, aku mencoba bangun, dan berdiri dan berjalan, ajaib aku tak merasakan sakit di kakiku, padahal kemarin untuk bergerak saja sangat sakit.


Aku berjalan menuju kamar mandi, saat itu aku berpapasan dengan Dina .


" Isya, kamu sudah bangun dan kakimu bagaimana?" tanya Dina


" Din, kakiku sembuh, padahal tadi malam kakiku untuk bergerak saja sakit banget" jawabku

__ADS_1


" ya mungkin efek minyak urut itu Isy" kata Dina.


"tidak mungkin Din, kamu hanya mengusapkan, tapi tidak memijit kakiku"


" ya mungkin ada yang mengobatimu" Dina berkata sambil berlalu.


Akupun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu.


Setelah selesai sholat, aku pun berkemas semua peralatan, karena jam 7 akan ada upacara penutupan kemah dan persiapan pulang.


Aku duduk di batu di samping kemah, ku coba mengingat yang terjadi semalam,aku mencoba mengingat seseorang yang menolongku.


Tapi hanya wajah yang samar samar, sosok pria.


" Hai ..jangan ngelamun, sudah ndak usah di pikirkan .yang penting kamu selamat" kata Dina.


" ayo ke lapangan, upacara mau di mulai" ajaknya


aku pun mengangukkan kepala dan berjalan beriringan, sekitar satu jam upacara lanjut persiapan pulang dan kembali ke rumah.


____________________________________________


setelah acara perkemahan itu hari hariku berlanjut seperti biasa, sekolah seperti biasa.


sampai lulus sekolah itu tak ada hal yang menggangguku.


tapi hal yang menjadi beban hati adalah aku yang sudah di jodohkan oleh ayahku dengan anak dari sepupunya.


mas Yusuf yang sekarang jadi suamiku.


aku harus menikah dengannya sesudah lulus sekolah, padahal aku dengan mas Yusuf itu sudah seperti kakak adik.


ayah dan kakek menyetujui tapi harus tunangan dulu dengan mas yusuf. aku pun menyetujuinya.


Aku bekerja di sebuah perusahaan tekstil, tapi tak lama , hanya bertahan 6 bulan, karena kepala HRD yang terus merayu dan menggangguku. Dia pernah mengancam akan membuat fitnah di kantor kalau tidak mau menuruti ajakan makan malam.


dari pada aku pusing aku pun, meminta pernikahan ku di percepat agar aku bisa trus bekerja.


selang 2 bulan aku pun menikah dengan mas Yusuf, dengan pesta yang lumayan meriah.


semua saudara bisa berkumpul. dan ku lihat ayah sangat bahagia.


malam itu saat kami berdua masuk ke kamar pengantin, aku merasa canggung.


begitu juga mas Yusuf, dia mengganti baju pengantin dan bergegas mandi. aku hanya terduduk di samping ranjang.


tak alam mas Yusuf pun keluar sambil mengenakan kaos dan celana pendek.


dia datang menghampiriku dan duduk di sampingku.


" Dek Isya" kata mas Yusuf


" ya mas?" bibirku rasanya berat untuk menjawab.


"dek, maafkan mas ya. Mas tak bisa menjalankan kewajiban mas sebagai suami"


aku menoleh ke arahnya, ku coba menatapnya.

__ADS_1


" aku bingung apa yang aku rasakan kepadamu, tapi ini hanya rasa sayang bukan cinta dek"


" ya mas, aku tau. Aku pun belum sepenuhnya menerima, karena selama ini kita sangat dekat tapi sebagai saudara mas" jawabku


" tapi dek, aku tak bisa merubah rasa ini kepadamu"


" kita coba pelan pelan mas, mungkin kita belum terbiasa"


" tidak dek , aku...aku...aku mencintai orang lain dek" kata mas yusuf pelan tapi terdengar menghentakkan raga dan hatiku.


tiba tiba wajahku memanas, aku menundukan kepala, air mataku pun mengalir membasahi pipiku.


" Maafkan mas dek, kita jalani ini satu tahun, agar orang tua kita tidak bersedih,setelah itu kita bisa bercerai" kata mas yusuf.


aku yang sudah tak bersemangat untuk membahas semua hanya menganggukan kepala.


ya Rumah tanggaku dengan mas yusuf hanya status saja dan sudah berjalan 2 bulan.


____________________________________________


" Ayah , kakek Isya pamit pulang ya?" kataku ketika ayah dan kakek di ruang tengah.


" kamu tidak makan dulu?" tanya Ayah


" nanti makan di rumah aja yah" jawabku


" ya sudah hati hati nak"


aku pun memeluk ayah dan mencium tangannya, serta berganti ke kakek, aku memeluk dan mencium tangannya.


" aku sudah menitipkan kamu ke Arya" bisik kakek.


aku pun menganggukan kepala sambil mengucap terima kasih.


aku pun berangkat pulang .


sekitar satu jam akhirnya sampai di rumah, aku memasukkan sepeda di garasi.


kemudian aku melangkah masuk ke arah rumah, di depan teras, tiba tiba ada suara.


" aku tidak masuk di rumah,tapi aku ikut dirimu selalu" aku mencari asal suara itu.


" kalau kamu ingin aku hadir maka cium cincinmu, aku akan hadir" kata Arya


ku coba mempraktekkan ucapannya, dan tiba tiba dia sudah ada di belakangku.


" kamu mengagetkan aku" kataku sambil menatap dia dari ujung rambut sampai kaki.


" maaf dek, kamu cantik dek" kata Arya memujiku.


"gombal.. Mulai berani merayu ya" kataku sambil tersenyum malu.


"aku masuk dulu mas. mas tidak masuk kan?" tanyaku.


" Tidak, aku akan tinggal di luar aja, ya sudah adek masuk sana" katanya sambil mengerlinkan sebelah matanya.


deg...rasanya campur aduk dalam hati, ku coba menahan detak jantung yang mulai tak beraturan, untuk menghindari rasa ini aku pun melangkah masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2