
#Penggemar_gelapku_bukan_manusia_part8
Sesudah sholat isya, aku duduk di ruang tengah sambil melihat TV, mas Yusuf bilang ingin istirahat karena lelah.
Sambil melihat TV ku buka gawai ku, ku cari nama Dina. Aku hendak minta penjelasan tentang campur tangan dia membantu mas Arya.
Ku chat dia, hanya centang satu.pertanda Hp dia sedang tidak aktif.
Ku lirik jam sudah pukul 9.30, rasa ngantuk sudah menderaku, mataku sudah berair. Akhirnya ku matikan TV dan beranjak menuju kamar.
Ketika aku hendak membuka pintu, ku dengar didalam tawa mas Yusuf, ku tempelkan telingan ke daun pintu agar lebih jelas aku mendengar, teryata mas Yusuf sedang telepon dengan seseorang, ku dengar mas Yusuf memanggil sayang.
Aku terdiam sesaat, entah apa yang aku rasakan saat ini,ada kecewa dalam hati. Mungkin aku tak ada tempat lagi di hati mas Yusuf.
Tapi tak lama aku ingat ajakan mas Arya, ku putuskan untuk tak memikirkan mas Yusuf, aku membuka pintu, dan masuk ke kamar.
Ku lihat ekspresi terkejut dari mas Yusuf, aku tak menghiraukan. Aku menuju kamar mandi untuk berganti pakaian tidur.
Setelah aku keluar dari kamar mandi, mas Yusuf sudah selesai menelpon, aku pun beranjak naik ke tempat tidur dan menarik selimut serta tidur sambil menghadap ke arah lain, aku tidur memunggungi mas Yusuf.
Tak lama ku dengar suara mas Yusuf.
"dek,kamu sudah tidur?"
Aku berpura pura tidur tak menjawab
"dek" di ulanginya panggilannya.
Karena aku tak menjawab, akhirnya mas Yusuf pun tak meneruskan,dan dia pun tidur.
Tak lama aku pun terlelap tidur.
❤----------
*****..*****...*****....
Alarm Hp ku berbunyi, aku pun bergegas bangun, ku lihat jam pukul 4.30. Aku beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu,kemudian aku sholat subuh.
Setelah sholat subuh, aku bangunkan mas Yusuf agar sholat subuh, dan aku beranjak ke dapur untuk memasak buat sarapan.
Ku buka jendela dapur dan ku cium cincinku, entah mengapa aku sudah merindukan sosok mas Arya yang sangat perhatian denganku.dan wusss dia sudah ada di depan jendela sambil tersenyum manis.
"pagi dek Isya?" sapa mas Arya sambil tersenyum
" pagi mas Arya"
" nyenyak tidur semalam" tanyanya
" lumayan mas Arya" jawabku
"Hhhmmm"
Aku dan mas Arya berbincang sambil masak, tak lama ku dengar suara pintu kamar di buka, aku sempat terkejut dan melambai tangan ke mas Arya akan sembunyi,agar tak ketahuan mas Yusuf.
Mas Arya menggelengkan kepala,dan dia malah menggoda aku sambil memoyongkan bibir serta mengerling nakal.
Aampuuunnnn...aku tak bisa menahan rasa malu ini.
Mas Yusuf pun menghampiriku di dapur. Dia melihatku sesaat lalu duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
" mas Yusuf mau teh atau kopi?" ku alihkan pandanganku.
" tumben jendela sudah di buka dek?" tanya mas Yusuf
"eee...udara pagi seger mas" jawabku.
ehhh..mas Arya berdiri di jendela apa mas Yusuf tidak melihat.
OMG...bukankah dia...hanya aku yang bisa melihat sosok dia karena air yang ku minum dari kakek.
" aku kopi aja dek" jawabnya.
aku menyeduhkan kopi dan mengantar ke meja makan.
lalu sarapan pun siap, aku memasak tumis kangkung,udang goreng tepung serta tempe goreng.
aku dan mas Yusuf pun sarapan bersama.
sesudah sarapan mas Yusuf beranjak ke kamar untuk bersiap berangkat ke kantor,dan aku membereskan meja makan.
mas Arya pun masih setia menemaniku dari balik jendela, terkadang saat aku meliriknya dia seakan tau saat itu,ada saja pose dia yang membuat jantungku berdetak lebih kencang.
setelah selesai semua,aku bilang ke mas Arya mau membantu mas Yusuf menyiapkan bajunya.
mas Arya hanya menganggukan kepala.
Aku menuju kamar, menyiapkan baju kerjanya mas Yusuf.
setelah siap, aku menunggu di ruang tamu.
tak lama mas Yusuf sudah siap.
mas Yusuf pun beranjak memakai sepatu dan ku antar ke depan pintu.
"ya mas, hati hati di jalan" jawabku
aku pun menjabat tangannya dan ku cium. aku tau mas Yusuf janjian sama siapa untuk makan malam. Erlita pastinya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
-----------------------❤❤❤❤❤❤❤❤------------
Aku pun menuju kamar untuk berganti pakaian, karena mas Arya akan mengajakku.
setelah siap, aku menuju pintu depan. saat ku buka pintu,mas Arya sudah berdiri di depan pintu, mengenakan baju warna putih lengan pendek memakai celana jeans biru sambil tersenyum dan mengulurkan tanganya.
aku menyambut tangan mas Arya, dan kita berjalan bersama.
"kamu siap ku ajak jalan jalan dek?" tanya nya.
aku yang tak mampu menjawab hanya menganggukkan kepala.
"tutup matamu dek,sebelum aku bilang buka mata,jangan di buka dulu"
aku pun hanya menganggukkan kepala.
ku rasa tangan kanan mas Arya menyentuh pinggangku.
__ADS_1
dan tak lama
"Buka matamu dek"
perlahan aku membuka mata, seakan tak percaya aku sudah ada di antara pohon pinus.
hhhhhmmmmm aroma pinus dan hawa yang segar menyeruak ke dalam hidungku.
ku lihat ada 3 orang berpakaian hitam mendatangiku dan mas Arya sambil membawa kuda putih.
aku di naikkan kuda putih itu serta mas Arya duduk di belakangku.
aku merasa takut jatuh.tapi mas Arya memegang tanganku dan menautkan ke tali kuda.
" kamu jangan takut dek, aku akan menjagamu" kata mas Arya di telingaku.
bisikan mas Arya di telingaku membuat jantungku berdebar tak karuan.
"tunggu aku di tempat biasa" kata mas Arya pada tiga orang itu.
dan tiga orang itu menganggukkan kepalanya.
tak lama kuda putih pun berjalan, ya kuda putih itu mulai melaju menyibak hutan pinus, semakin ke dalam ku lihat kabut mulai menebal,aku dan mas Arya menembus kabut tebal itu, setelah melewati kabut ku lihat, ada air terjun di depanku.
kuda pun perlahan mengurangi kecepatannya dan beehenti di pinggir air terjun.
mas Arya pun turun, kemudian aku di bantu untuk turun, saat aku kesulitan untuk turun, karena kakiku yang tak bisa mencapai tanah,dengan serta merta aku di bopong oleh mas Arya.
saat dalam gendongannya pandangan mataku bertemu dengan matanya.entah rasa apa itu.
lama kami bertaut pandang,akhirnya aku merasa malu dan wajahku memanas.
mas Arya pun menurunkan aku.
" belum apa apa pipi merahnya sudah muncul" goda Mas Arya.
aku pun mengalihkan pandanganku ke air terjun danmelangkah ke sana.
mas Arya pun mengikuti di belakangku.
tak terasa kakiku sudahmenyentuh airnya yang mengalir, sejuk kurasakan.
aku pun bermain air ku lihat mas Arya duduk di batu, rasa usilku pun muncul, ku cipratkan air ke arahnya. mas Arya pun terkejut,dan dia bernjak turun dari batu ke arahku.
dia pun mengambil air dan mengarahkan ke tubuhku. dan bajuku akhirnya basah, karena tak hati hati,aku terpeleset dan jatuh ke air.
mas Arya yang kaget segera menghampiriku dan membantuku, wajahnya terlihat panik.
"dek,kamu ndak papa, maaf mas ndak waspada?" kata mas Arya.
ku lihat wajah paniknya dan aku tak lama tertawa lepas.
"aku ndak papa kok mas"
aku ada dalam pelukannya, mataku pun bertemu pandang, ku lihat tubuh mas Arya yang basah, air menetes dari ujung rambutnya.
dan entah siapa yang memulai. ....
Bersambung..
__ADS_1
maaf Author khilaf.
bulan puasa 🙏😊😊😊😊😊😊😊