Penguasa Tertinggi Surga

Penguasa Tertinggi Surga
Chapter 177


__ADS_3

itu cukup untuk mementalkan pangeran dong sejauh puluhan mil dan membuat nya muntah darah.


“ Bagaimana mungkin seorang ranah leluhur tahap 1 bisa mengalahkan ku! ” pangeran dong yang kesal tidak mau basa-basi, dia mengangkat tangan nya ke depan lalu cahaya merah muncul dari ujung telapak tangan, itu membentuk ratusan telapak tangan merah kecil yang melayang di udara.


“ Hahahaha aku ingin lihat bagaimana kamu bisa menahan ini!! ” pangeran dong langsung melancarkan kan nya dengan cepat, dia sangat percaya diri kalau teknik nya bisa membunuh Wang Lin dalam satu serangan saja.


di sisi lain, Wang Lin menggabungkan tangan nya dalam sekejap mata aura berubah menjadi warna-warni, itu memancar seperti cahaya-cahaya tembak yang menusuk langit,


tatapan yang dingin seolah tidak takut dengan cepat melihat memusat tangan nya ke depan.


“ Terlalu percaya diri itu tidak baik! ” perkataan yang santai mengandung arti dari sembilan aura yang berbeda langsung menghancurkan ratusan telapak tangan secara bersamaan.


“ Apa! bagaimana mungkin! ” pangeran dong menunjukan ekspresi yang terkejut tidak percaya kalau teknik nya bisa hancur hanya dengan perkataan nya saja, keringat dingin keluar dari tubuh nya seolah ketakutan, kini tubuh nya bergetar kencang dan tatapan nya seolah ingin memandang langit yang berada di atas nya.

__ADS_1


“ K-Kau...kau pasti menggunakan cara yang curang! ” Pangeran dong menunjuk wajah Wang Lin tanpa pandang semata yang bahan dia memfitnah Wang Lin menggunakan cara yang curang dalam pertarungan, ini membuat Wang Lin kesal ia mengerutkan kening nya, tubuh nya mengeluarkan aura api yang menyala.


itu ber ubah-ubah, kadang api, kadang petir,


tangan nya Menggenggam dengan erat sambil di ikuti oleh petir yang mengamuk keluar dari tubuh nya.


“ Kalah tetaplah kalah jangan berani menghindar apalagi memfitnah ku, sungguh lucu sekali! ” Wang Lin melihat dengan cukup puas bercampur kesal, dia melesat mengunakan pukulan keras yang mendarat Langsung di wajah pangeran dong hingga hancur.


pangeran dong terpental dengan wajah yang bonyok berdarah itu sangat indah bagi Wang Lin yang sangat kesal akan sikap pangeran dong yang memandang rendah seswoatang tanpa melihat dari dalam, Wang Lin mendekat perlahan dengan langkah kaki yang ringan, aura yang mengikuti jejak nya perlahan menghilang dan muncul kembali.


“ Bajingan seperti mu tidak layak untuk hidup di dunia, lebih baik temui saja raja neraka! ” Wang Lin menatap tajam aura membunuh nya bocor memaksa Wang Lin untuk membunuh pangeran dong.


“ Tidak- Tidak aku mohon ampuni aku, aku bersedia menjadi bawahan mu yang paling setia aku mohon tolong jangan bunuh aku! ” Pangeran dong bersujud terus menghantamkan kepala nya ke arah sehingga membuat luka yang berdarah.

__ADS_1


“ Aku tidak peduli kamu memohon maupun bersujud, jika aku ingin kamu mati maka kamu harus mati! ” Wang Lin Langsung mengeluarkan sebagian besar aura api suci dari dalam tubuh nya sehingga menyebabkan gelombang api yang langsung membakar pangeran dong sampai hangus menaksir debu hitam yang berserakan.


setelah membunuh pangeran dong tiba-tiba tubuh Wang Lin merasakan fluktuasi aura yang akan keluar, itu menandakan bahwa Wang Lin akan menerobos 1 tahap, Wang Lin duduk bersila lalu merasakan gelombang aura yang akan memancar ke dalam tubuh sampai ke luar tubuh.


“ Tembus!! ”


segera gelombang besar dan pilar cahaya keemasan keluar menembus langit, seperti pilar yang di dirikan secara langsung menyapu awan dari tempat nya.


“ Ranah leluhur tahap ke 2!! ”


“ Ini masih belum cukup untuk melawan seseorang yang masih berada di ranah leluhur puncak apalagi jika aku berada di jurang maut melawan seseorang ranah Venerable mungkin tidak ada kesempatan, yang harus aku lakukan adalah menembus tahap puncak ranah leluhur untuk bisa mengimbangi seseorang ranah Venerable tahap lanjut! ”


kini ia memandangi ke dua tangan nya yang memicu gelombang kejut dari dalam tubuh menjadi sebua aura besar yang sesekali menentang hukum alam.

__ADS_1


__ADS_2