Penguasa Tertinggi Surga

Penguasa Tertinggi Surga
Chapter 224


__ADS_3

Sejumlah besar aura terpancar sesaat mereka berhenti bertarung di udara, Wang Lin mengerutkan kening nya dengan sedikit santai, dia tau lawan nya berada jauh di atas nya tapi meskipun begitu dengan bantuan kekuatan dan fondasi besar milik nya bersatu maka itu akan menjadi sebuah kekuatan mutlak yang sulit untuk di lawan


Lu cheng dengan keringat dingin nya berkata kepada Wang Lin “ Nak, kamu memiliki fondasi dan kekuatan yang mutlak dari tingkat master venerable pemula, tapi sayang kamu bukan lh milikku, sekarang leluhur ini akan mengajarkan mu bagaimana rasanya kematian! ”


Tangan kanan Lu cheng berdiri di atas udara, itu seketika mengguncang langit dan tanah yang datar, area yang berada di dekat dengan duel mereka berdua menggoyangkan sedikit tubuh mereka Karna guncangan itu yang begitu kuat dan besar, pusaran terbentuk, berwarna hitam gelap dan memiliki aliran petir layaknya sungai petir.

__ADS_1


Sedangkan Wang Lin, dia sedikit menatap teknik yang akan di keluarkan oleh Lu Cheng, dirinya merasa ada sebuah tekanan yang ada di dalam teknik tersebut, Wang Lin melebarkan ke dua tangan nya ke kanan dan ke kiri, sekarang tubuh nya mengalir aura cahaya deras seperti sungai deras di bawah air terjun.


saat ke duanya mengeluarkan masing-masing dari teknik mereka dengan cepat petir turun dari langit, menyambar di mana-mana, puluhan petir dengan sekali sambar turun dari langit ke bawah, seolah-olah mengikuti pertarungan antara Wang Lin dan Leluhur klan Lu.


Orang-orang yang ada di bawah mereka seperti Xiao Bai, Zhu Tian, Lu Zheng, dan ke tiga tetua klan terkejut dengan pertarungan itu, meskipun masih jarak mereka cukup jauh tapi bisa di rasakan dengan tekanan yang menekan tubuh mereka di tanah seolah-olah memaksa menunduk dan tidak bisa di lihat dengan mata biasa.

__ADS_1


kini gelombang keluar dari dalam teratai, seperti ombak di lautan lepas, ke dua teknik yang siap di lepaskan dalam hitungan beberapa detik saja. Lu Cheng memandang Wang Lin sebelum itu lalu dia berkata dengan nada sombong.


“ Nak, jika kamu bersujud meminta ampun kepada ku dan menyembah ku sebagai tuan mu maka kejadian ini akan ku anggap tidak terjadi! ”


Mendengar itu emosi Wang Lin menjadi naik, wajah nya segera melepaskan kabur cahaya keemasan dengan kasar di udara lalu membalas perkataan Lu Cheng “ Tua Bangka sepertimu tidak layak untuk menjadi tuan ku! ” dengan Lirikan tajam nya.

__ADS_1


“ Kalau begitu aku tidak akan mengulangi nya lagi, maka matilah untuk ku! ” Lu cheng melempar bola api hitam besar dari tangan kanan nya, Wang Lin dengan lembut menyerahkan teratai yang memiliki penggabungan dua aura yang berbeda dengan sempurna.


Teratai melepaskan jejak aura nya setiap dia melesat dengan cukup lambat, bola api hitam dari depan menuju dengan kecepatan yang cepat, kini ke dua nya saat akan mendekati gelombang terjadi yang secara signifikan berlawan dari ke dua nya. udara bergetar dan seluruh area yang ada di sekitar mereka juga ikut bergetar Karna gelombang dari ke dua teknik yang kuat bertemu.


__ADS_2