
saat 2 orang di bawah berharap pemimpin mereka membunuh Wang Lin tapi itu di pecahkan oleh Wang Lin dengan menjatuhkan fu ya atau pemimpin mereka yang sudah mati akibat pukulan keras nya.
" Apa! "
mereka berdua terkejut tidak percaya, lalu saat mereka melihat lubang besar di bagian jantung seketika terkejut Karna di bagian jantung Fu ya terdapat aura api dan aura petir yang kuat, dan kemungkinan mereka percaya kalau Wang Lin memadatkan 2 elemen kuat di satu titik yaitu kepalan tangan erat.
” Berainya kau membunuh pemimpin kami, sekarang kami lah yang akan menjadi lawan mu! ”
mereka berdua melesat ke arah Wang Lin sambil menghunuskan pedang mereka yang tajam
_____________
sementara itu, Patriac An dan istrinya begitupun dengan para tetua yang melihat awan nya sudah mulai redup dan tenang kembali.
“ Awan nya sudah kembali pulih ”
lalu saat mereka mendengar pertarungan di taman pelatihan klan An segera bergegas melihat ada apa sebenarnya?
An Yue dan An Xuan saat Samapi mereka melihat ada orang berbaju hitam memakai masker tewas mengenaskan dan ada jejak-jejak Pertarungan.
__ADS_1
“ Wang Lin! apa dia sedang dalam bahaya! ” terlihat wajah panik An Yue terukir,
“ kakak Yue, apa kakak juga merasakan nya? ”
An Xuan beranggapan kalau Wang Lin sedang bertarung apalagi yang mereka lihat sepertinya yang tewas sudah berada di ranah alam raja tahap 4.
* Clang Clang Clang Clang Clang *
“ kakak Yue apa kamu dengar ada suara pertarungan? ”
“ yah aku mendengar nya! ”
“ menghadapi 1 alam raja tahap 4 saja membuatku kewalahan apa lagi 2 orang! ”
gumam pelan Wang Lin.
“ kenapa bocah masih belum maju? apa kau takut kita membunuh mu dalam satu serangan? ” ujar mereka yang sombong.
sikap sombong mereka seketika di bantah saat Wang Lin mengeluarkan aura api dan petir kembali, dan Wang Lin dia kembali bertarung dengan ke dua orang berbaju hitam sampai terbang kembali ke atas Awan.
__ADS_1
Wang Lin yang kerepotan pun harus terkena serangan telak mereka berdua yang membuat nya terpental ke tanah.
* DUARRRRR *
“ Hahahaha bocah tengik rasakan itu! ” mereka berdua puas dengan serangan nya kepada Wang Lin
“ jangan senang dulu, aku belum kalah! ” Wang Lin berkata sedikit menatapi dirinya yang terluka cukup parah karna serangan pedang mereka yang hampir menebas tubuh nya.
Wang Lin mengangkat tangan nya ke atas lalu sebuah pagoda besar berwarna emas muncul di atas wang Lin,
“ Hanya sebuah pagoda saja, apa kau sedang bermain-main bocah tengik! ” mereka berdua menganggap kalau Wang Lin akan mengalahkan mereka dengan pagoda,
“ Hahahahahaha mari kita lihat apa kalian bisa menahan nya? ” Wang Lin memindahkan pagoda Awan emas dan langsung berada di atas mereka berdua, dan dalam beberapa saat pagoda Awan emas menekan mereka dengan bobot yang berat seperti mengangkat gunung.
“ Ugh, sialan kau bocah tengik....”
“ apa yang harus kita lakukan? pagoda ini terus menekan kita, jika kita terus berada di sini dan menerima tekanannya maka kita bisa saja mati konyol! ”
mereka tidak bisa berkutik saat pagoda Awan emas milik Wang Lin menekan nya.
__ADS_1