Penguasa Tertinggi Surga

Penguasa Tertinggi Surga
Chapter 229


__ADS_3

Aura cahaya yang bersinar di bawah awan layak nya matahari turun dari langit dan menerangi dunia yang gelap ini, semua aura hitam pekat langsung tersingkir saat aura keemasan milik Wang Lin muncul dan memancarkan gelombang secepat angin melesat.


Wang Lin menatap dengan penuh semangat yang tinggi, dirinya seolah bertarung dengan sosok naga di langit, dengan senyuman kecil nya yang berlumuran darah, Wang Lin melompat dengan sekali pijakan kaki di tanah hingga membuat tanah itu hancur dalam sekejap mata.


“ Ingin bermain dengan ku, ayo kita bermain! ” Lu Cheng tersenyum lalu dirinya melesat ke arah Wang Lin secara lurus dan bersamaan dengan kecepatan Wang Lin itu sendiri, ke dua nya seolah-olah seperti tidak peduli apa yang akan terjadi pada mereka berdua, dan lingkungan yang ada di sekitar mereka.


kini mereke berdua seperti kilatan cahaya kuning fan hitam yang saling bertabrakan di udara lepas, gelombang-gelombang yang kuat saling beradu di udara, dan perlahan seluruh aura memusat kepada mereka berdua, Lu Cheng dengan tatapan ambisius nya berkata sambil jual beli pukulan dengan Wang Lin.


“ Nak, menyerah lah dengan ini akan ku biarkan tubuh mu tetap utuh dan lengkap! ” mendengar perkataan Lu Cheng yang begitu percaya diri akan kemenangan seolah-olah kemenangan itu akan menjadi milik nya sendiri


“ Menang kalah akhir lah yang menentukan nya, kamu percaya diri akan kemenangan itu akan membuat mu kalah dengan kesempitan! ” Balas Wang Lin dengan santai nya.


pukulan-pukulan keras saling bertukar di udara, kilatan cahaya keemasan dan hitam saling melilit dan saling adu kecepatan di udara, itu secara formal membuat udara tertekan akan kekuatan mereka. saat ini dengan penuh kekuatan Wang Lin dengan lembut memikirkan cara bagiamana mengalahkan sosok Nescent soul yang ada di depan nya.

__ADS_1


sambil memikirkan dan sambil bertarung, setiap pukulan-pukulan yang mereka lakukan di udara itu bahkan tidak bisa di lihat dengan mata, kecepatan jual beli pukulan yang mereka lakukan juga bahkan membuat area lingkungan yang mencakup 150 meter dari jarak pertarungan bergetar dan bergetar saat ke duanya saling adu pukulan dengan keras walaupun itu jauh dari bawah.


“ lama-kelamaan jika aku terus begini maka akulah yang akan kalah, kekuatan hukum cahaya ini hanya bisa bertahan hingga satu jam dan akan hilang setelah satu jam itu berakhir! ”


Gumam Wang Lin dalam hati.


Wang dengan cepat mundur beberapa langkah dari jarak pertarungan, itu seketika membuat Lu Cheng menjadi terkejut dengan kecepatan menghindar Wang Lin, dirinya sendiri bahkan tidak menyangka meskipun tingkatan lebih dari 1 tingkat Wang Lin masih bisa untuk mengimbangi nya walaupun hanya beberapa saat.


Dengan tatapan yang tajam Lu Cheng melihat bahwa ada sebuah aura kesempurnaan cahaya dan api di dalam telapak tangan yang di keluarkan oleh Wang Lin, setiap gerakan jatuh terlihat aura kental dengan perlahan menyelimuti dan perlahan menghilang setiap jatuh nya telapak tangan.


Lu Cheng terbang melompat ke atas, dirinya menggabungkan ke dua tangan nya dan membentuk sebuah Ruang yang sangat besar, dan setiap sudut dari ruang itu bahkan mencakup telapak tangan Wang Lin dan Wang Lin itu sendiri.


secara umum terjebak dalam ruang milik Lu Cheng, Ruang yang tidak terkait seolah-olah Ada dimensi yang membatasi mereka berdua, dengan secepat mungkin lu Cheng mengangkat kembali tangan kanan nya dan tangan kiri nya menunjuk ke arah Wang Lin.

__ADS_1


Naga melingkar di bawah tangan nya, secara perlahan membesar dan membesar sejauh yang dia pikir kan, hingga naga yang besar tumbuh menjadi ribuan naga kecil yang berterbangan di udara, dengan waktu yang singkat ke dua teknik yang saling bertentangan akan saling bentrok di udara.


Wang Lin menurunkan tangan kanan nya dengan lembut, itu di ikuti oleh telapak tangan besar yang secara perlahan turun dari atas, ribuan naga yang memiliki titik gelap pada suatu inti penciptaan mereka dengan cepat menggeliat di udara dan terbang menuju telapak tangan Wang Lin yang besar.


Udara bergetar dengan hebat, seluruh ruang retak dan retak seolah-olah seperti kaca yang di lempari oleh batu keras, berlubang dan berlubang secara perlahan, Wang Lin dan Lu Cheng mengerutkan kening nya sesaat mereka melihat ke dua teknik yang mereka berdua saling lepaskan secara bersamaan beradu di udara sampai membuat udara itu sendiri bergetar seolah-olah kesakitan.


dari tangan kiri sebuah tombak perak keemasan muncul dari balik ruang yang tidak terlihat, Wang Lin segera memasang sebuah penghalang Tombak dengan cara ia menggunakan tombak itu sendiri sebagai perlindungan.


Sedangkan Lu Cheng kin dirinya mengeluarkan aura hitam yang segera menyelimuti tubuh nya sampai pekat dan menjadi sebuah bola hitam yang sangat gelap.


“ Duarrrrr


Ruang hancur dan seluruh area yang berada di sekitar mereka seluas 150 meter hancur lebur menjadi jurang yang sangat dalam.

__ADS_1


__ADS_2