
Wang Lin menghampiri sebuah pos kecil yang di tengah-tengah kolam yang indah, Wang Lin melewati jembatan kecil dan dia seketika duduk di kursi batu dalam pos itu.
lalu Wang Lin berkata sambil memandang langit yang indah di penuhi oleh bintang
“ Bahkan sampai sekarang aku masih belajar berjalan. kadang terseok-seok lebih seringnya terjatuh. kadang bisa sedikit berlari. tapi tidak lupa caranya menggerakkan kaki. jatuh. sembuh. Tumbuh. tapi aku selalu punya cara tersendiri untuk menaklukkan jalan yang abadi! ”
hanya dengan kata-kata itu suasana menjadi lebih sunyi dan terlihat matahari mulai muncul pada bersamaan Wang Lin berhenti.
saat itu juga suara terdengar.
“ Senior Wang! apa kamu di sini! ”
Bei Zen yang sedari tadi menunggu Wang Lin membuka gerbang pintu hanya menatap kosong, Lalau sesaat kemudian pintu terbuka sendiri.
__ADS_1
terlihat di sana seorang pria tampan dan berambut putih panjang sedang duduk di sebuah pos kecil yang di iringi oleh kolam dan teratai di sekitar, melihat tatapan Wang Lin yang begitu dingin dia merasakan aura yang agung dan berke mimpinan di dalam tubuh Wang Lin.
“ Bei Zun! ada apa kamu mengunjungi ku pagi-pagi sekali? ” ujar Wang Lin yang terlihat sangat santai dalam berbicara.
“ Aku hanya ingin mengunjungi mu senior, senior apa maksud mu dari perkataan waktu itu di hutan bambu kuno? ” tanya Bei Zun yang berdiri di depan pos tempat Wang Lin duduk.
“ apa kamu ingin tau kenapa aku berkata seperti itu kepada mu Bei Zun? ” tanya balik Wang Lin.
Wang Lin memandang langit yang cerah dan indah lalu berkata dengan lembut “ Bei Zun, jika kamu terus merendah dan terus berdiam saat di hina maka buktikan lah dengan kerja keras mu untuk membalas mereka Karna kamu bukan lah seorang pecundang! ”
“ jika kamu tidak bisa melawan ketakutan mu maka kamu tidak akan bisa meraih kesuksesan mu sendiri, dan jika kau terus merendah maka kamu akan di rendahkan oleh orang jadi kamu harus menjadi orang yang netral! ”
meskipun Bei Zun tidak memahami apa yang di maksud Wang Lin tapi artinya dia memahaminya dan bahkan dia seketika memberi hormat lalu berkata dengan tegas
__ADS_1
“ senior!! tolong berikan aku pencerahan untuk melangkah ke jalan yang lurus! ”
Wang Lin menoleh sedikit lalu tersenyum tipis dan berkata dengan lembut nya
“ Suatu hari kamu akan sadar bahwa setiap kegagalan akan ada sebuah kesuksesan, luka-luka yang belum terobati akan perlahan membentuk kepahitan dalam ini dan tentang apapun yang membuat mu terpatahkan akan membentuk mu menjadikan pribadi sejati yang kuat! ”
“ tangguh. menggiring jiwamu untuk bangkit menjadi pribadi dirimu sendiri yang lebih baik dari manapun, sulit memang namun tak ada yang mudah dalam hidup ini selain dirimu sendiri yang harus berjuang mengubah nya! ”
tentu dengan kata-kata itu membuat Bei Zun semakin percaya dengan kerja keras nya sendiri bahkan kepercayaan nya semakin kuat dengan Wang Lin hanya dengan kata-kata itu.
“ Senior Wang, terima kasih telah memberikan ku arahan tentang ini! aku berhutang Budi padamu! ” ujar Bei Zun yang sedikit melirik ke arah Wang Lin.
“ Bei Zun ingat lah, tidak ada yang sulit jika kamu berjuang dan menapaki jalan mu sendiri di jalan yang abadi! ” balas Wang Lin.
__ADS_1