Penunggu Asrama

Penunggu Asrama
Bola Api


__ADS_3

Terdengar suara adzan subuh di kumandang kan oleh muadzin masjid yang berada di pondok pesantren tempat Ahmad dan teman-teman nya menuntut ilmu intelektual dan ilmu spiritual. Para santri dan jamaah yang ingin mengikuti solat subuh berjamaah sedang mengambil air wudhu, beberapa santri masih tertidur sambil menunggu antrian di WC mungkin santri ini kelelahan melaksanakan solat lail sehingga membuat dia terkantuk-kantuk.


Ahmad keluar dari WC dan segera mengambil air wudhu, selesai wudhu Ahmad segera masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan solat sunah sebelum subuh dan membaca qur'an sambil menunggu muadzin mengumandangkan iqamah tanda solat subuh mau di mulai.


Selesai solat sunah Ahmad membuka qur'an yang selalu dia bawa di sakunya, ia menambah hafalannya yang sudah lumayan banyak.


Disudut masjid lainnya yang tidak jauh dari tempat Ahmad duduk membaca qur'an ada sekumpulan warga pondok dan masyarakat sekitar pondok yang turut serta solat subuh berjamaah di masjid, mereka menceritakan sesuatu yang membuat telinga Ahmad penasaran, Ahmad pun mendekat dan ikut nimbrung mendengarkan cerita dari salah satu warga pondok. Bahwasannya ia melihat bola api yang melintas di atas pondok dan menghilang tidak jauh dari areal putri.


Masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pun berkata kalau ia juga sering melihat bola api yang melintas di depan rumahnya dan selalu mengarah ke pondol entah kemana. Hal ini membuat sekumpulan warga ini heboh membuat jamaah lainnya penasaran dan ada beberapa santri yang ikut nimbrung menceritakan si bola api ini.


Isu tentang bola api yang melintas di atas pondok pesantren dan berakhir di areal putri menyebar secepat kilat ke masyarakat dan warga pondok pesantren itu sendiri. Mulai dari orang lansia hingga anak TK pun menceritakan hal yang sama di tempatnya masing-masing tentang si bola api ini.


Ahmad yang pada dasarnya penasaran ia pun menanyakan kepada warga sekitar yang melihat bola api tersebut jam berapa bola api ini mulai muncul.


"Jam berapa pak bola api nya muncul?" tanya Ahmad ke salah satu warga yang sedang menceritakan bola api juga.

__ADS_1


"Sekitar jam sebelas malam sampai jam setengah dua dini hari". ucap salah satu warga yang melihat bola api ketika berjaga malam di sekitaran pondok.


Seluruh santri sekolah sebagaimana biasanya, dan di sekolah Ahmad tidak bisa fokus dengan pelajaran yang di terangkan oleh ustad-ustad yang menjelaskan pelajaran hari itu.


Jiwa penasaran Ahmad bangkit untuk membuktikan kayak mana bentuknya bola api tiba-tiba ada bisikan di telinganya yang tak lain adalah suara Si Manis.


"Jangan kesana dia jahat", ucap suara bisikan Si Manis di telinga Ahmad


Ahmad pun menjawab ucapan Si Manis dalam hati.


Si Manis kembali menjawab permintaan Ahmad.


"Aku bilang jangan ya jangan", ucap Si Manis sedikit kesal karena tidak di turuti keinginan nya.


Ahmad pun diam dan beranjak meninggalkan tempat ia duduk nya dan pergi ke kantin untuk mengisi perut yang mulai kosong.

__ADS_1


Di kantin pun sama, santri dan pemilik kanting juga menceritakan tentang si bola api yang menjadi tanda tanya kenapa selalu berakhir di areal santriwati.


Ada isu-isu warga yang mengatakan "mungkin ada santri putri yang jadi kuyang", "mungkin ada orang mengirim ilmu hitam ke salah satu santri putri", "mungkin si pengguna ilmu hitam bersembunyi di dekat areal putri", itu semua adalah isu-isu warga yang kurang jelas yang mana yang benar masih sekedar isu.


Warga pondok pesantren dan masyarakat sekitaran pondok pesantren berencana ingin memburu si bola api tersebut. Mereka berencana menjebak si bola api ketika pergi meninggalkan tempat ia muncul sehingga ketika ia kembali bisa langsung di tangkap, itu adalah rencana warga dan masyarakat sekitaran pondok pesantren.


Mendengar rencana itu, Ahmad yang kebetulan malam ini terjadwal jaga malam ingin ikut turut serta membantu menangkap si bola api tersebut agar tau siapa sebenarnya si bola api ini ada yang bilang kalau bola api ini 'kuyang' entah benar atau tidak, Author sendiri belum tau bola api itu kuyang atau tidak, silahkan komentar di kolom komentar.


Malam hari nya selepas makan malam seluruh warga pondok berkumpul di halaman masjid yang langsung berhadapan dengan areal putri. Ada yang membawa parang, tombak, panahan, pecahan kaca, dan pasir entah itu semua buat apa Author tidak tau.


Sekedar info Author merupakan salah satu santri di pondok pesantren yang berdiri di tanah bekas pembantaian warga pribumi oleh penjajah Jepang, oke lanjut ke cerita.


Setelah semua lengkap, warga duduk diam di halaman masjid menunggu si bola api muncul, Ahmad dan teman-teman yang piket malam ikut nimbrung berburu bola api.


Sudah jam sebelas malam tidak ada tanda-tanda kemunculan si bola api, warga sudah mulai tertidur satu persatu. Jam setengah satu malam juga tidak ada tanda-tanda kemunculannya sehingga membuat warga pulang ke rumah masing-masing, tinggal Ahmad dan teman-teman piket malam nya yang melanjutkan keliling area pondok pesantren memastikan keadaan aman terkendali.

__ADS_1


Di sisi lain si bola api tidak berani memunculkan diri di karenakan akan bahaya buat dirinya sendiri. Sehingga dia bersembunyi sampai dia merasa aman dan kembali melakukan aksinya.


__ADS_2