
Noni Belanda beberapa tiga tahun terakhir ini jarang sekali muncul bahkan tidak pernah. Sehingga membuat santri baru tidak mengetahui keberadaannya.
Banyak sekali rumor tentang Noni Belanda yang mendapat julukan Si Manis. Ada yang pernah melihat Si Manis sedang bercermin di salah satu cermin yang ada di kamar santri. Kejadiannya ketika seluruh santri sedang tidur pulas, kemudian salah seorang santri di kaget kan dengan lampu kamar yang tiba-tiba menyala, yang membuat dia terbangun karena silau. Hati nya kesal dan mengumpat dalam hati.
"Sialan siapa lagi yang nyalain baru gak di matikan." batin nya dengan perasaan yang sangat jengkel karena tidurnya terganggu. Dia berniat mau mematikan lampu, ketika hendang duduk dia merasa kayak ada orang duduk di depan lemari yang ada cerminnya. Ketika dia menoleh ke arah orang yang dia lihat tadi dia sangat terkejut bukan kepalang sampai-sampai tidak bisa bersuara hanya terdiam kaku melihat Si Manis sedang bersisir di depan cermin dengan pakaian bewarna merah.
Santri yang sangat ketakutan ini langsung berteriak dan membangunkan paksa teman yang ada di sampingnya, teman satu kamarnya pun kaget semua dan terbangun.
"Ada apa sih ngagetin aja, ada ganggu tidurku." umpat salah seorang teman sekamarnya.
__ADS_1
Yang lainnya pun sama ngedumel dalam hati karena tidurnya terganggu.
"Itu.... ta..tadi ada cewek baju merah lagi sisiran di depan lemarimu." sambil menunjuk teman yang mempunyai lemari yang bercermin. Teman-teman yang lain pun tidak percaya dan menganggap itu hanya halusinasi karena baru bangun tidur.
"halu kamu tuh. Orang baru bangun itu apa aja yang dia lihat pasti berubah ubah, sudah lanjut tidur lagi ganggu saja." umpat temannya marah-marah karena terganggu mimpi indahnya.
Keesokan hari nya, seluruh santri seperti biasa di bangunkan jam setengah tiga untuk melaksanakan solat lail. Ketika mereka bangun, mereka sangat kaget karena tempat mereka saling tertukar-tukar, hanya santri yang melihat Si Manis tadi yang masih tetap di tempat.
"kok aku disini." kata salah seorang santri
__ADS_1
"iya aku juga eh."
Santri satu kamar itu kebingungan karena posisi tidur mereka tertukar tukar. Hanya santri yang melihat Si Manis yang masih tetap di posisi awal.
Rumor yang lain, ketika salah seorang santri sedang tidur di pendopo karena dia berniat untik solat lail, agar mudah di bangun kan jadi dia memilih tidur di luar kamar. Sebelum tidur seperti biasa baca ayat kursi, tiga kul, dan doa sebelum tidur sambil mengusapkan kedua tangannya keseluruh tubuh. Tak lupa memakai autan karena banyak sekali nyamuk ketika tidur di luar kamar.
Jam setengah dua belas asrama sudah sangat sepi, yang bangun tinggal petugas piket malam aja. Yang terus berkeliling mencari santri yang berkeliaran. Semakin malam semakin dingin, angin malam bertiup sepoi-sepoi membuat daun dan ranting pohon jati bergoyang goyang di buatnya.
Santri yang tidur di pendopo tadi terbangun karena selimutnya tersingkap tertiup angin, dia merapikan selimut nya dan bersiap melanjutkan tidurnya, belum sempat kepala nya nyentuh bantal dia melihat ada cewek baju merah yang tak lain adalah Si Manis yang sedang berjalan dari ujung asrama menuju ke sisi asrama lainnya. Santri ini terus memperhatikan Si Manis dari ujung selimutnya, ia sudah merasakan ketakutan yang sangat dan jantung yang berdebar kencang sehingga dirinya sendiri pun bisa mendengar detak jantung nya yang berdebar.
Si Manis terus berjalan perlahan sambil memainkan rambutnya yang panjang yang terurai sampai ke punggungnya, santri ini langsung menutup wajah nya dengan selimut hingga tanpa sadar ia tertidur kembali sampai di bangunkan solat lail.
Pengakuan santri yang sudah pernah melihat Si Manis wajahnya cantik banget, matanya indah, tapi selalu menampakkan wajah sedih karena kehilangan suaminya sehingga membuat dia terus bergentayangan mencari sosok suaminya. Banyak rumor dan cerita Si Manis di kalangan para santri terdahulu.
Tiga tahun terakhir ini Si Manis tidak pernah menampakkan wujudnya entah karena sudah ketemu suaminya atau pindah tempat tidak tau lagi. Tetapi kejadian-kejadian ghaib tetap masih banyak terjadi di Pondok Pesantren ini, terutama di asrama.
__ADS_1
Kemanakah Si Manis? Hanya Allah yang tau dan santri yang dapat melihat makhluk ghaib.