
Matahari sudah mulai membenamkan dirinya di ufuk barat. Warna langit sudah bewarna jingga menandakan tidak lama lagi waktu solat magrib tiba. Para santri memberhentikan seluruh aktivitasnya untuk membersihkan diri dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke masjid. Baju koko putih, sarung, songkok, serta Quran saku tak pernah luput untuk mereka bawa ke masjid.
"Allahu Akbar Allahu Akbar.... Laa Ilahaillallaahh...."
Azan telah selesai dikumandangkan oleh santri yang sudah terjadwal untuk menjadi muadzin di masjid mereka. Para santri solat sunah dan membaca Al Quran menunggu pimpinan pondok dan ustad-ustad lainnya untuk melaksanakan solat magrib berjamaah.
Iqomah di kumandangkan menandakan waktu solat akan segera di laksanakan. Shaf dirapatkan tumit ketemu tumit, bahu ketemu bahu.
Selepas solat magrib santri seperti biasa mendengarkan taklim, ada yang membaca Al Quran, ada juga yang berkonsultasi bersama ustad. Sungguh indah pemandangan para santri yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren.
Azan isya telah dikumandang kan. Selepas solat isya seluruh santri membaca wirid malam bersama-sama guna untuk menjauhkan diri dari hal-hal ghaib dan melindungi diri masing-masing.
Santri berduyun-duyun menuju ke dapur menembus gelapnya malam. Canda tawa para santri memecah gelapnya malam. Aroma bambu kuning yang membusuk membuat para santri harus menutup hidung ketika melewatinya.
Di dapur santri melahap makan malam dengan sangat nikmat. Lauknya malam ini sangat spesial, ayam goremg dan sambal khas buatan ibu dapur yang membuat para santri melahap habis semuanya hanya menyisakan nampan dan tulang-tulang ayam.
"Eh Mad malam ini kita ribat ya." tanya Ridwan yang kaget tiba-tiba menepuk pundak Ahmad yang lagi menikmati daging ayam nya.
"Astagfirullah, iya ya kita ribat malam ini. Kakak kelas nya siapa yang ribat Wan?" tanya Ahmad yang baru ingat kalau malam ini dia dapat jadwal piket malam.
"Kak Haikal Mad." jawab Ridwan sambil duduk di depan Ahmad bantuin si Ahmad menghabiskan ayam nya.
Mereka berdua segera menuju ke asrama dan benar saja nama Ahmad di sebut dalam pengumuman piket malam hari ini.
Ahmad segera lari bergabung dengan teman-teman lainnya yang piket malam. Seperti biasa kakak kelas paling senior memberika arahan dan motivasi agar tidak disalah gunakan ketika berjaga malam dan jangan sampai ada yang tertidur.
__ADS_1
"Malam ini kita kebagian ribat nih, antum semua siapkan diri yang mau pake jaket silahkan, bawa kopi silahkan, atau yang punya kue silahkan di bawa gak apa-apa. Intinya jangan merusak benda-benda sekitar, jangan ngomong kotor, apalagi sampai menyalah gunakan amanah untuk membuat sebuah pelanggaran." ucap kak Haikal memberikan pengarahan kepada seluruh anggotanya yang berjaga malam ini.
Seluruh santri sudah berenang-renang dalam mimpinya masing-masing. Jam 12 malam Ridwan minta tolong sama Ahmad ditemani ke WC karena kebelet mau buang air besar. Ahmad pun menemani Ridwan ke WC.
"Wan jangan lama-lama lo ya serem juga nih... hehehe" ucap Ahmad yang ketakutan karena memang lampu WC agak remang-remang.
Ahmad tidak memperhatikan Ridwan masuk WC yang mana karena di situ ada 30 WC. Ridwan pun keluar dari WC dan mengajak Ahmad untuk berkeliling.
"Mad, ayo keliling?" ajak Ridwan
"Jangan lah, kita barengan aja sama yang lainnya." tolak Ahmad.
"Sudah gak apa-apa, nanti aku yang izin sama kak Haikal." tukas Ridwan.
Mereka berdua pun berkeliling Pondok Pesantren dari asrama, gedung madrasah, gedung laboratirium, kantor yayasan, gerbang putri, masjid, hingga kembali lagi sampai asrama. Mereka berdua berkeliling kurang lebih tiga jam, dari jam dua belas sampai jam tiga dini hari.
Merek bercanda tawa, hingga tak sadar sudah sampai asrama. Sesampainya di asrama Ridwan kebelet buang air besar lagi.
"Mad temenin lagi ke WC yo, kebelet BAB lagi nih aku." ajak Ridwan
"oke siap bosqu." canda Ahmad.
Mereka berdua ke WC lagi, namun Ridwan meminta Ahmad untuk deluan aja ke asrama bergabung sama yang lainnya membangunkan santri solat lail.
"Mad, deluan aja. Bantu bangunin santri. Aku gak apa-apa kan bentar lagi rame juga ini WC." pinta Ridwan.
__ADS_1
"oke deh, aku deluan ya." jawab Ahmad langsung lari.
Sesampainya di asrama Ahmad mendengar suara Ridwan membangunkan santri. Dia langsung lari mencari sumber suara Ridwan. Ahmad mendapati Ridwan sedang membangunkan santri. Ahmd menghampiri Ridwan.
"Wan, cepatnya kamu BAB." tanya Ahmad yang kebingungan, perasaan Ridwan masih di WC.
"Apaan. Kamu lo ninggalin aku Mad di WC. Kamu juga semalaman kemana kak Haikal cariin kamu." jawab Ridwan kesal sama Ahmad.
"Aku lo sama kamu semalaman keliling pondok. Kamu bilang lo mau izinin ke kak Haikal kita keliling deluan." ucap Ahmad yang sangat bingung.
Tak lama Ustad Naim dan kak Haikala menghampiri mereka berdua yang ribut.
"Ada apa nih ribut-ribut bukannya bangunin santri?" tanya ustad Naim.
"Gini ustad, kan saya tadi malam sekitar jam dua belas nemanin Ridwan BAB di WC, setelah BAB Ridwan ngajakin saya keliling pondok deluan nanti dia izinkan sama kak Haikal. Setelah keliling barusan inu dia ke WC lagi dan menyuruhku deluan ke asrama bangunin santri, sesampainya di asrama saya mendapati Ridwan lagi bangunin santri dan dia marah-marah ke saya kalo saya ninggalin dia di WC tadi malam. Terus siapa yang sama saya semalaman tadi." Ahmas menjelaskan panjang lebar ke Ustad Naim.
Ustad Naim dan kak Haikal tersenyum, Ustad Naim menjelaskan kalau Ahmad di sukai sama salah satu penunggu asrama.
"Kamu itu disukai sama salah satu penunggu asrama. Dia mau kenalan sama kamu dengan cara meniru si Ridwan dan mengajakmu keliling pondok. Untungnya kamu gak di bawa kabur ke alam nya. Sudah gak apa-apa banyak dzikir dan perkuat wiridnya Mad." ucap ustad Naim.
"Ayoo lanjut bangunin santri." ajak kak Haikal memecahkan ketegangan Ahmad yang sangat ketakutan. Dalam hati Ahmad terus bertanya-tanya.
"Berarti aku jalan sama jin asrama semalaman." gerutu Ahmad dalam hati sambil membangunkan santri.
Akhirnya seluruh santri sudah bangun dan melaksankan solat lail. Petugas piket malam pun langsung tidur lelap, hanya Ahmad yang tidak bisa tidur karena kepikiran hal yang baru saja terjadi pada dirinya.
__ADS_1