Penunggu Asrama

Penunggu Asrama
Bola Api Part 2


__ADS_3

Beberapa minggu yang lalu pondok pesantren ini di heboh kan dengan kemunculan bola api yang selalu berakhir di areal santriwati. Namun warga sempat berjaga malam beberapa hari tapi hasil nya nihil, bola api tersebut sama sekali tidak pernah muncul bahkan aura nya saja tidak di terasa hingga membuat warga mulai kendor berjaga malam sampai sama sekali tidak berjaga. Hampir sebulan lebih sejak kejadian seorang warga melihat bola api sampai bulan berikutnya si bola api sama sekali tidak pernah muncul atau terlihat.


Isu tentang bola api perlahan tenggelam di telan waktu hingga membuat si bola api merasa aman untuk melakukan aksinya lagi. Hingga suatu pagi seorang warga melapor ke pengurus pondok pesantren bahwa ayam nya ada yang mati mengenaskan dan terdapat bekas gigitan di leher nya. Hal ini membuat heboh kembali warga sekitar. Warga berbondong-bondong datang ke kantor yayasan meminta solusi yang baik bagaimana supaya kasus ini tidak terulang-ulang dan segera menangkap pelakunya.


"Tenang bapak-bapak, malam ini kita mulai jaga malam lagi, dan tolong jangan heboh seperti ini saya yakin pelaku nya tidak jauh dari kita. Jika dia tau kalau kita mau berjaga malam maka pelakunya akan sembunyi lagi, saya harap bapak-bapak tetap tenang. Setidaknya kasus ini tidak memakan korban jiwa", ucap ketua yayasan kepada warga pondok agar tenang jangan panik.


Warga pun kembali ke rumah masing-masing memperbaiki rumah yang bolong, memperbaiki kunci pintu dan jendela takut kalau bola api ini masuk ke dalam rumah mereka.


Santri di asrama putra dan putri pun di perintah kan untuk memperbaiki kamar-kamar yang pintu dan jendela nya yang rusak. Usaha untuk memperbaiki ini membuat toko bangunan tajir mendadak.

__ADS_1


Malam hari nya beberapa warga berjaga di sekitaran pondok, dan di masing-masing rumah setiap kepala keluarga atau anak laki-laki yang beranjak dewasa tidak tidur melainkan berjaga di dalam rumah barang kali si bola api ini muncul dan memburu binatang ternak mereka.


Di tengah hening nya malam namun di keheningan itu banyak warga yang berjaga malam di rumah masing-masing dan beberapa di sekitaran pondok karena terjadwal jaga malam. Para warga yang berjaga malam asik duduk di pos jaga sambil minum kopi dan makan kacang.


Tiba-tiba mereka melihat bola api melintas di depan mereka tepat pukul dua belas malam, bola api ini menuju ke arah pemukiman warga pondok. Warga yang berjaga malam ini langsung mengambil parang yang sudah terikat di pinggang mereka dan mengejar bola api ini secara diam-diam agar tidak ketahuan.


"Sstt... itu bola api nya, ayo ikutin", ajak salah seorang warga yang berjaga malam kepada warga lainnya yang terjadwal malam itu.


Secara tiba-tiba warga keluar dari persembunyiannya dan langsung menangkap kuyang tersebut dengan kain dan memukuli nya ada yang dengan kayu balok, parang, sapu lidi, bahkan ada yang menggunakan sarung yang ujung nya di buat seperti bola.

__ADS_1


Namun secara tiba-tiba juga, kuyang yang ada dalam kain tersebut hilang dan hanya menyisaka bercak darah.Warga kebingungan dan mencari di sekitaran pondok pesantren, barang kali kuyang tersebut bersembunyi ketakutan. Namun hasil nya nihil, usaha mereka tidak membuah kan hasil yang memuas kan.


Warga kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan kecewa karena tidak mendapat kan si kuyang pelaku pembunuhan binatang ternak.


Keesokan harinya mobil ambulance keluar dari areal santriwati mengantar salah satu santri yang sakit demam tinggi dan muntah darah secara tiba-tiba.


Ahmad pun mendapati kabar berita kalau kuyang nya hampir dapat dari teman-temannya yang juga mendapat kabar dari mulut ke mulut.


Semenjak santriwati yang sakit itu masuk rumah sakit, kasus tentang bola api alias kuyang tersebut tidak pernah muncul lagi. Apakah santriwati itu kuyangnya? atau kebetulan saja dia sakit pas kasus kuyang lagi panas-panasnya?

__ADS_1


Wallahu a'lam bish shawwab.


__ADS_2