
Pagi hari nya Ahmad bersih-bersih diri untuk bersiap-siap berangkat ke madrasah untuk menuntut ilmu.
Ahmad seperti biasa nya kalau pagi hari merapikan tempat tidur, bersih-bersih kamar, merapikan isi lemari, mencuci pakaian, dan sarapan pagi agar tidak loyo ketika belajar.
Ahmad masih kepikiran apa yang terjadi beberapa hari yang lalu tentang kejadian yang ada di madrasah ketika dia piket malam. Akhirnya Ahmad berusaha untuk melupakan kejadian itu dan berusaha kembali fokus untuk apa dia ke Pondok Pesantren.
Ketika Ahmad sampai di madrasah, Ahmad melihat santri berkerumunan di depan kantor madrasah. Ahmad segera menghampiri dan alangkah kaget nya Ahmad melihat apa yang di kerumunin teman-teman nya, ternyata ada salah satu santri kerasukan jin dan mengamuk-ngamuk, ketika di tanyain ustad dia hanya menjawab dengan tertawa dan terkadang menangis.
Ahmad bertanya sama salah satu temannya yang bernama Aden.
"kenapa dia den bisa kerasukan?"
Aden jawab,
"kurang tau juga ya, kata yang lain sih gara-gara tadi malam pas di pulang dari masjid dia lemparin bambu kuning yang dekat asrama itu" jelas dari Aden
Aku pun masih penasaran
"loh, tau dari mana kalo jin nya dari bambu kuning dekat asrama?" tanya ku
"tadi di tanya sama ustad siapa nama nya? dan dari mana?" jawab Aden
"terus apa jawab nya den?" tanya ku dengan sangat penasaran nya
"kalau nama, jin nya gak jawab malah ketawa pas di tanyain, pas di tanya dari mana asal nya, nah dia nunjuk ke arah bambu kuning samping asrama kita itu" jelas Aden
__ADS_1
Setelah puas mendengar penjelasan dari Aden aku melihat kembali proses ruqyah oleh Ustad Jumardi, beliau salah satu ustad yang pandai meruqyah.
Setelah di ruqyah jin nya tidak keluar juga tetap saja tertawa terbahak-bahak, seketika jin nya terdiam ketika melihat Ahmad dan menunjuk nya sambil berkata.
"pergi kamu dari sini pengganggu kenyamanan aku, kamu bawa apa ke sini?" tanya jin nya
Ahmad pun ketakutan dan diam saja tidak menjawab pertanyaan dari jin tersebut.
Ustad Jumardi terus meruqyah dengan bacaan-bacaan yang terdapat di dalam Alqur'an, ayat demi ayat di baca hingga akhirnya jin tersebut keluar dari tubuh santri tersebut.
Ketika jin nya keluar, telinga Ahmad mendengar suara ghaib yang lantang dan di iringi dengan tertawa terbahak-bahak.
Ahmad bertanya sama Aden yang berada di samping nya.
"Den kamu dengar suara gak"
Aden pun menatap Ahmad dengan bingung dan menjawab
"suara apa, gak ada ah. Kalau suara teman-teman dengar aja. Suara yang kamu maksud suara apa?" tanya nya kembali
Ahmad pun bingung mau menjawab apa, dengan rasa takut dan bingung Ahmad menjawab.
__ADS_1
"Gak apa-apa den, mungkin aku salah dengar aja." jawab Ahmad dengan tersenyum paksa
Ahmad mengikuti pelajaran sebagaimana biasa nya bersama santri yang lain. Ahmad kembali berpikir sudah dua kejadian dalam hitungan hari. Namun Ahmad tetap berpikir positif ini hanya halusinasinya.
Sepulang dari madrasah, Ahmad di panggil sama Ustad Jumardi dan di tanyain.
"tadi pas saya ruqyah teman antum kok jin nya nunjuk ke antum sambil ngomong kamu bawa apa?, sebenarnya ada apa sama kamu Mad?" tanya Ustad Jumardi.
Ahmad kaget dan menjawab seadanya aja.
"saya gak tau ustad, saya gak bawa apa-apa ya saya biasa aja. Saya aja kaget tiba-tiba dia ngomong begitu. Saya sudah dua kali ustad di ganggu begitu."
"iyakah?" tanya Ustad Jumardi dengan penasaran.
Ahmad pun menjelaskan ke Ustad Jumardi dua kejadian yang telah terjadi pada diri nya. Yang Ahmad dengar ketika dapat tugas piket malam dan mendengar kan lagi suara ghaib setelah teman nya kerasukan.
Setelah Ahmad menceritakan kepada Ustad Jumardi apa yang terjadi, Ustad Jumardi hanya tersenyum dan berkata.
"antum jangan heran di sini, antum banyakin dzikir pagi dan petang, banyakin baca Al-qur'an dan selalu minta perlindungan dari Allah" saran dari ustad Jumardi.
Ahmad pun merasa lega dari saran yang diberikan ustad Jumardi, Ahmad lekas bangkit dan beranjak menuju ke masjid untuk melaksanakan solat dzuhur.
__ADS_1