
Suara Wirid malam terdengar keras dari musholla MI hingga bergema di antara pohon-pohon jati yang membuat hati sejuk jika mendengar anak usia MI sudah bisa menghafal wirid malam.
Selepas wirid malam ustad nya berdiri dan memberi nasehat dan arahan bahwasan nya malam ini mereka MABIT (Malam Bina Taqwa) dan tidur di musholla.
"Anak-anak ku semua, malam ini kita mabit ya jangan lupa membawa perlengkapan tidur dan perlengkapan solat, jangan lupa juga minta izin sama kedua orang tua untuk mabit. Jam sembilan sudah ada di sini semua ya?"ucap ustad mereka memberikan arahan untuk mabit.
"Siap ustad."ucap seluruh santri MI dengan kompak.
"Ustad boleh bawa jajanan kah?"tanya salah satu santri MI.
"Boleh asal kan tidak berhampuran di lantai dan jangan pelit sama teman-teman nya."ucap ustad mereka.
"Siap ustad, nanti saya bagi-bagi kok."jawab murid MI yang bernama Haidar.
Haidar merupakan anak biologis pasangan santri pondok pesantren ini juga yang pernah mengikuti pernikahan massal. Haidar anak nya baik, tidak sombong, tidak pelit, hafalan banyak, tidak pernah lepas solat duha dan solat lima waktu nya.
"Tuh, di bolehin sama ustad nanti aku bawa roti amore sama susu ultramilk."ucap Haidar kepada teman nya yang bernama Riziq.
"Nanti aku bawain nasi goreng sama es teh, nanti di rumah gak usah kenyang-kenyang Dar." ucap Riziq mejelaskan apa yang mau di bawa untuk mereka makan sama-sama.
__ADS_1
Seluruh santri MI kembali ke rumah nya masing-masing. Berduyun-duyun mereka berjalan sama-sama dengan penuh canda tawa sambil membahas mau ngapain nanti ketika mabit.
"Mau ngapain nanti ya tiba-tiba ustad ngajakin?"tanya salah satu santri di tengah obrolan mereka.
"Gak tau ya, mungkin ustad mau ngajarin kita ceramah lagi atau ada tambahan jam mata pelajaran nya."jawab santri MI lain nya.
Hampir pukul sembilan satu persatu santri MI kembali mulai berdatangan ke musholla mereka yang tak jauh dari hutan jati dan asrama putra. Kebiasaan santri putra yang nakal-nakal adalah memalaki santri MI yang membawa makanan, hingga membuat anak MI ini mau tidak mau memberikan makanan nya atau ketika malam hari santri asrama mengambil barang dan jajanan milik santri MI ini dengan alasan mengajari mereka berbagi agar tidak pelit.
Perbuatan mereka itu membuat salah satu penghuni pohon mangga yang ada di dekat musholla tersebut geram atas perbuatan mereka. Jin yang ada di musholla tersebut terkenal baik dan tidak pernah usil dengan manusia, tapi ya sama saja jika mereka sempat menampak kan diri bisa membuat bulu kuduk berdiri dan tekencing-kencing.
Haidar mencari-cari Riziq yang sudah janjian untuk makan-makan. Haidar duduk di depan musholla dengan membawa tas yang berisi perlengkapan tidur dan solat serta di tangan kanan nya ada plastik hitam yang tidak lain adalah makanan yang mau di santap bersama Riziq.
"Mana ya Riziq kok gak datang-datang, sudah mau jam sembilan lagi. Jangan bilang telat dia."ucapnya dalam hati sambil memperhati kan jalanan yang ada di samping musholla. Tiba-tiba datang lah anak asrama mencari mangsa empuk nya untuk membuat perut mereka kenyang.
"He...he...he... iya kak gak apa-apa."ucap nya sambil menggerutu dalam hati.
Perbuatan mereka ini di perhatikan oleh penunggu pohon mangga yang ada di samping musholla.
Tak lama kemudian Riziq datang menghanpiri Haidar yang duduk sendirian.
__ADS_1
"Maaf Dar lama tadi antri di nasi goreng nya. "ucap Riziq kepada Haidar yang murung.
"Kamu kenapa?"tanya Riziq yang melihat Haidar murung.
"Coba kamu lihat, jahat sekali anak-anak asrama menghabisi makanan dan minuman ku."ucap Haidar sambil menunjuk plastik hitam yang ada di samping nya, anak asrama hanya menyisakan bungkusan sampah dan sepotong roti.
"Jahat nya mereka, ayo sudah makan dulu nanti ustad datang."ajak Riziq.
Mereka pun makan dengan lahap. Tidak lama kemudia ustad mereka datang dan memberikan pelajaran tambahan tentang hadits.
Setelah selesai menjelaskan pelajaran hadits ustad tersebut pulang kembali ke rumah nya dan santri MI bersiap-siap untuk tidur karena jam setengah tiga dini hari mereka di bangunkan untuk solat lail. Sungguh indah rasa nya jika melihat anak usia MI sudah pandai solat lail dan memiliki hafalan yang banyak.
Tidak menunggu waktu lama mushollah sudah sepi oleh santei MI yang sudah tertidur lelap. Para pemburu makanan yang tidak lain adalah santri asrama pun beraksi. Mereka mengambil secara diam-diam makanan santri MI.
"Itu ada yang lagi makan nasi goreng, join yo."ajak salah satu santri asrama untuk ikutan makan nasi goreng yg lagi di makan sama anak MI di sudut mushollah sambil mengenakan hoodie.
"Ayo sudah, lapar nih."jawab salah satu nya lagi dengan segera menghampiri mereka.
"De, bagi ya nasi goreng nya." mereka langsung mencomot nasi tersebut dan langsung memakan nya tanpa pikir panjang. Mereka kaget bukan kepalang ternyata ana MI tersebut tidak memiliki kepala di dalam hoodienya dan dalam sekejap juga nasi yang mereka masukkan ke dalam mulut berubah menjadi pasir hingga membuat mereka langsung memuntahkah dan lari terbirit-birit.
__ADS_1
"Ha...han...hantu tanpa kepalaaaa." teriak mereka bersamaan membuat santri MI terbangun dan melihat santri asrama lari tunggang langgang.
"He...he...he... rasain emang enak di kerjain."ucap si penunggu pohon mangga yang menjelma menjadi santri MI tanpa kepala yang membuat santri asrama tobat dan tidak mengulangi di kemudian harinya.