
Ahmad, Aden, dan Dio mau berbelanja di Sakinah Mart salah satu mini market yang ada di pondok pesantren tempat Ahmad dan teman-temannya menuntut ilmu agama.
"Mad, Dio ke MM yo, lapar eh masih kurang makan di dapur tadi gara-gara kita lambat". ajak Aden
MM adalah singkatan dari mini market, santri lah yang membuat singkatan itu agar lebih mudah dan tidak kepanjangan jika menyebutnya.
"Ayo sudah, tapi ku pinjam dulu ya uang mu, uang ku belum di ambil masih di ATM, belum ada juga pengasuh yang mau keluar pondok". ucap Dio meminjam uang kepada Ahmad.
"Aman aja, ayo sudah kita ke MM keburu malam nanti". jawab Ahmad yang paling pertama bangkit karena lapar di akibatkan lambat datang ke dapur dan mereka mendapat sisa nasi saja.
Mereka bertiga pun berjalan kaki menuju ke mini market untuk mencari makanan pengganjal perut mereka. Jalur menuju ke mini market mereka melewati hutan jati yang tidak besar, melewati laboratorium, melewati masjid dan mini market berada tepat di sebelah kanan masjid. Di sebelah mini market terdapat ATM Bank Muamalat, Depot Air Mineral Taqwa, BMT Umat Mandiri, serta kantor LPPH.
Sesampainya di mini market, mereka bertiga masuk menuju rak makanan yang berisi roti, mie instan, dan makanan ringan lainnya.
"Kamu mau makan apa Mad?" tanya Dio
"Beli roti aja yo, lumayan nih ada yang harga seribuan". ajak Ahmad sambil mengambil beberapa bungkus roti buatan asli Kabupaten Penajam Paser Utara yaitu roti gepeng.
"Aku ini aja ah". ucap Aden sambil mengambil kue sagu yang harganya dua ribu lima ratus perbiji nya.
"Kamu apa?" tanya Ahmad ke Dio yang bingung mau beli makanan apa.
__ADS_1
"Aku mie aja lah, nanti masak di asrama minta air panas sama pengasuh". ucap Dio sambil mengambil tiga bungkus mie sarimi rasa bakso.
Setelah mereka bertiga selesai membeli makanan tambahan untuk mengisi perut mereka yang kurang kenyang karena dapat jatah sedikit di dapur.
Mereka bertiga membayar belanjaannya kepada kasir mini market pondok tersebut, dan segera bergegas kembali menuju ke asrama tercinta mereka. Mereka bertiga kembali ke asrama melalui bawah pohon-pohon jati.
Saat mereka asik bercerita tiba-tiba Ahmad dan Dio di kaget kan dengan seorang anak kecil menabrak mereka berdua dari belakang sambil tertawa-tawa dan terus berlari ke arah depan hingga tak terlihat lagi.
"Siapa itu?" tanya Dio
"Siapa apanya?" tanya Aden kembali yang kebingungan maksud dari pertanyaan Dio.
"Tadi ada anak-anak nabrak kita kan Mad?" tanya Dio kepada Ahmad yang sudah paham dengan kondisi seperti ini.
Sesampainya di asrama mereka bertiga segera masuk kamar yang kebetulan Ahmad sama Dio satu kamar sedangkan Aden beda kamar dia berada di lantai atas.
Dio pun memburu Ahmad dengan kejadian yang membuat dia terus bertanya-tanya.
"Mad, tadi kamu di tabrak juga kan?" tanya Dio.
"Iya aku di tabrak juga sama anak kecil itu, itu bukan orang tapi tuyul yang kebetulan sedang kejar-kejaran sama temannya dan tidak sengaja menabrak kita berdua. Sebenarnya kamu gak akan tau jika si tuyul ini hanya menabrak kamu, tapi karena si tuyul juga nabrak aku yang peka dan bersentuhan sama kamu, secara tidak sengaja kamu kena serempetannya gitu jadi kamu kena juga." ucap Ahmad menjelaskan apa yang terjadi dan siapa anak kecil itu sebenarnya.
__ADS_1
"oh gitu, jadi kamu peka sama makhluk gitu ya?" tanya Dio.
"Iya, kamu diam aja pura-pura gak tau dan jangan cerita ke Aden nanti dia takut kalo tau kejadian sebenarnya". pinta Ahmad agar Dio dapat merahasiakan.
"Ayo sudah tidur, nanti di marahi sama piket malam" ajak Dio.
Ahmad hanya mengangguk dan terus melihat ke arah jendela. Ahmad melihat Si Manis berdiri di depan jendela namun wajahnya tidak tersenyum dan terlihat menyeramkan.
Ahmad berbicara dalam hati berharap Si Manis bisa mendengarnya.
"Kamu kenapa? Apa yang terjadi dengan mu?" tanya Ahmad dalam hati.
Si Manis hanya diam dan perlahan berjalan ke arah pendopo entah mau kemana dia.
Ahmad terus bertanya dalam hati ada apa sebenarnya. Ahmad segera keluar kamar dan mencari Si Manis, Si Manis sudah berada di ujung asrama. Ahmad segera mengejar Si Manis dan menangkap tangannya namun tembus tidak bisa di sentuh sama Ahmad.
"Hei... Kamu ada masalah apa?" tanya Ahmad sambil jalan menghadap ke depan Si Manis. Si Manis hanya tertunduk tidak membuka suara sedikit pun dan terus berjalan menembus tubuh Ahmad perlahan menghilang.
Ahmad berkata dalam hati.
"Sebenarnya ada hal apa yang mau kamu sampaikan sama aku, kalo mau sampaikan ngomong aja". ucap Ahmad dalam hati, Ahmad kembali ke kamarnya dan baring berusaha untuk menutup matanya. Belum sempat tertutup Ahmad mendengar suara di telinga kanan nya.
__ADS_1
"Terima kasih kamu sudah baik sama aku, aku pasti akan cerita sama kamu". ucap suara itu.
Ahmad terbangun dan mencari sumber suara tadi dan tidak ada siapa-siapa yang terdengar hanya suara ngorok teman-temannya yang sudah lelap dalam tidurnya.