Penunggu Asrama

Penunggu Asrama
Ustad Irwan


__ADS_3

"Mad, temenin ustad ke pondok tahfidz gunung binjai?" ajak ustad Irwan ke Ahmad


"Mau ngapain ustad malam-malam ke gunung binjai?" tanya Ahmad balik


"Mau hadirin undangan pembukaan PORSENI santri gunung binjai." jawab ustad Irwan


"oke ustad, saya siap-siap dulu."


Ahmad pun segera lari ke kamarnya untuk ganti pakaian menggunakan baju koko putih, mengenakan sarung, dan peci putih serta tak lupa membawa Qur'an saku yang selalu tersedia di dalam saku baju koko nya.


Ahmad segera lari kembali menghampiri ustad Irwan


"Saya sudah siap ustad."


"Ayo sudah masuk ke dalam mobil." ajak ustad Irwan sambil memasuki mobil avanza bewarna putih.


Ahmad dan ustad Irwan pun berangkat ke gunung binjai yang kurang lebih di tempuh sekitar 45 menit di karena kan jalan yang masih batu sirtu yang besar-besar dan masih banyak lubang yang lumayan besar dan dalam.

__ADS_1


Sebelum masuk ke daerah gunung binjai, ustad Irwan mengajak Ahmad mampir ke warung nasi goreng untuk makan malam dulu. Ustad Irwan sangat terkenal dengan kebaikan dan kedermawanan nya.


"Ayo kita makan malam dulu, santai aja jangan buru-buru." ajak ustad Irwan setengah bercanda


Ahmad hanya tersenyum dan membalas tawa ustad Irwan.


"Mau pesan apa pak?" tanya pemilik warung nasi goreng tersebut.


"Nasi goreng spesial satu sama es teh satu. Kamu mau apa Mad? Pilih aja janyan malu-malu" tanya ustad Irwan


Dengan malu-malu tapi mau, Ahmad pun menyamakan pesanan nya seperti ustad Irwan.


"Nasi goreng spesial dua sama es teh nya dua ya mbak." ustad Irwan memesan kembali kepada penjual nasi goreng.


"iya pak, segera di antarkan." jawab pemilik warung nasi goreng sambil bergegas menggoreng nasi dan di bantu oleh satu orang wanita lagi untuk membuat es teh yang di kita pesan tadi.


Sambil menunggu, ustad Irwan bertanya sama Ahmad.

__ADS_1


"Cerita dari ustad Jumardi katanya Ahmad peka ya terhadap makhluk ghaib seperti jin dan lain sebagainya yang bersifat ghaib?" tanya ustad Irwan dengan penasaran.


Ahmad terkejut dan mau tidak mau akhirnya Ahmad jujur dan menceritakan semuanya kepada ustad Irwan.


"Saya gak peka ustad terhadap makhluk ghaib, tapi setelah saya masuk pondok sini saya merasa bisa mendengarkan hal-hal yang orang lain tidak bisa mendengar, dan parah nya lagi saya bisa melihat sekelebat bayangan tapi hanya sekilas aja. Pesan dari ustad Jumardi di suruh banyak-banyak dzikir dan tidak lepas dari wirid malam serta baca Al qur'an." Ahmad menjelaskan kepada ustad Irwan kenapa dia dapat mendengar dan melihat hal-hal ghaib.


"oh, berarti kamu di senangi sama salah satu penghuni asrama mu itu. Kamu pernah dengar cerita Noni Belanda kah?" tanya ustad Irwan


"pernah ustad, yang ceritakan Abi waktu kita mau makan siang di dapur." jawab Ahmad yang mulai penasaran dengan cerita Noni Belanda yang di kalangan santri terkenal dengan sebutan Si Manis.


Ustad Irwan pun menceritakan Noni Belanda ini.


"Noni Belanda ini dulunya warga Belanda yang menikah dengan penduduk pribumi, dan pada waktu pembantaian oleh Jepang, Noni Belanda ini salah satu korban pembantaian Jepang. Suaminya di bunuh di beda tempat." jelas ustad Irwan


Pesanan pun datang dan mereka melahap nya dengan lezat. Disela mereka makan Ahmad pun bertanya kepada ustad Irwan.


"Ustad tapi Noni Belanda ini katanya masih sering berkeliaran di asrama?" tanya Ahmad

__ADS_1


"iya bener, dia itu nyari suaminya yang di bunuh juga sama Jepang. Noni Belanda ini baik dia gak jail atau jahat sama manusia. Tapi jika ada yang mirip dengan suaminya baik sifat, wajah, atau tutur bahasanya maka Noni ini akan ngikutin terus manusia yang mirip salah satu karakter dari suaminya ini. Dan siapa saja yang di ikutin sama Noni pasti bisa melihat atau mendengar makhluk-makhluk ghaib. Kemungkinan besar kamu itu ada kemiripan dari salah satu yang ada pada suaminya, jadi Noni ini ngikutin kamu tapi ketika kamu di asrama aja. Noni ini dikenal sama santri dengan sebutan Si Manis, karena memang cantik wujud nya tapi ya hantu...hehehehe." jelas ustad Irwan panjang lebar, sehingga membuat Ahmad menjadi takut tapi juga penasaran gimana wujudnya Si Manis ini, kata orang yang pernah lihat Si Manis itu cantik.


Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan ke pondok tahfidz gunung binjai untuk menghadiri undangan pembukaan PORSENI.


__ADS_2