Penunggu Asrama

Penunggu Asrama
Apakah Itu Si Manis???


__ADS_3

 


Dibawah panas yang terik segerombolan santri pulang dari masjid dan menuju ke dapur untuk menyantap makan siang yang telah di sediakan oleh chef-chef yang ada di Pondok Pesantren yang tak lain adalah ibu warga yang di tugaskan untuk memasak makanan santri. Santri mulai berdatangan satu persatu menuju tempat makan. Sesampainya di dapur mereka tidak langsung makan melainkan duduk yang rapi dan menunggu piket dapur mebagikan makanan baru seluruh santri di perbolehkan makan.


Sambil menunggu makanan dibagikan macam-macam yang di bicarakan oleh para santri ada yang membicarakan soal pelajaran tadi di kelas, ada yang membahas tentang apa yang di sampaikan ketika kultum ba'da dzuhur tadi, ada yang menceritakan santri putri, bahkan ada yang tidur lelap mungkin karena kelelahan. Namun ada tiga santri yang menceritakan tentang wanita berbaju merah penunggu asrama. Tiga santri ini bernama Abidena (anak warga Pondok Pesantren), Arbain, dan Ifnu. Ahmad mendengar apa yang di cerita kan mereka pun penasaran dan bergabung lah bersama tiga teman nya ini.


 


"cerita apa an nih?" sapa Ahmad dengan senyuman dan salaman


"ini lo cerita tentang keangkeran pondok kita, kan pondok kita ini bekas pembantaian penduduk pribumi yang di bantai oleh penjajah Jepang. Banyak penampakan-penampakan yang terjadi di pondok ini." ujar Abidena


"iya kah, baru tau malah aku." sela Ahmad memotong penjelasan Abidena

__ADS_1


"iya benar Mad, apa lagi di asrama kita tuh, terkenal banget ke angkeran nya. Karena dulu nya itu tanah yang ada di asrama kita itu tepat sekali sama tempat pembantaian warga pribumi. Jadi istilahnya itu asrama kita di dirikan di atas kuburan warga pribumi yang di bantai sama orang-orang Jepang." tambah Abidena


"yang di asrama kita ada apa aja Bi?" tanya Ahmad yang penuh penasaran


"di gedung MTs itu kamar 6B, itu ada pocong merah sudah banyak santri yang melihat terutama yang pernah di kamar itu. Tapi melihatnya bukan dengan mata telanjang gini, kita di kasih liat lewat mimpi dan itu bukan kebetulan tapi setiap santri yang pernah di kamar itu setelah di mimpiin besoknya pasti sakit masuk UKS, pas di tanya dia jawab kalau melihat pocong merah, itu gak akan sembuh tunggu di ruqyah sama ustad baru sembuh. Jadi itu bukan sakit karena penyakit itu istilahnya ketempelan." jelas Abidena


"terus-terus dikamar yang lain ada apa aja?" tanya Arbain yang juga sudah penasaran sama kelanjutan ceritanya


"di tengah pendopo kan ada empat tiang tuh, nah di situ Affan pernah liat pocong juga pas dia mau ke WC malam-malam sekitar jam 2." ujar Abidena


"kayak mana tuh ceritanya?" potong Ahmad yang sedari tadi penasaran banget.


"awalnya itu Affan mau ke wc, dia bangunin Adam untuk nemanin nah mereka berdua ke WC, pas lewatin samping pendopo Affan dengar kayak ada suara orang negur gitu 'heemmm...', Affan langsung noleh dia liat kain putih terus di kepalanya ada ikatan, itu cuma setengah aja dia liat karena sisi lainnya tertutupi sama tiang pendopo. Affan diam aja supaya Adam gak takut, kan kalau sama-sama takut malah lain ceritanya. Jadi Affan tetap buang air kecil yang di temani sama Adam, setelah buang air kecil merekapun kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur. Namun pocong itu sudah gak ada di tiang pendopo tadi." jelas Abidena panjang lebar.

__ADS_1


"angker juga ya asrama kita itu, baru kata nya ada cewek pake daster warna merah ya di asrama kita itu? aku pernah dengar cerita itu dari kak Nabhan" tanya Ahmad


"Oh cewek baju merah itu, itu Noni Belanda, dia salah satu warga belanda yang menikah sama orang pribumi. Pada saat Jepang menjajah Indonesia Noni Belanda ini salah satu korban pembantaian itu." abidena menjelaskan semuanya panjang lebar


"waktu itu Tullah pernah liat cewek duduk di dalam kamar pas dia mau ngunci pintu kamar. Tullah liat tuh setelah azan magrib, dia kan piket asrama jadi dia ngunciin kamar. Pas giliran ngunci kamar dia ngeliat ada cewek duduk menghadap cermin memakai baju merah, katanya Tullah wajahnya cantik sambil sisir rambut. Tapu Tullah yakin itu bukan cewek beneran, kan ini asrama putra gak ada cewek boleh masuk." Ujar Ifnu yang sedari tadi diam saja.


"Gak tau juga ya aku, soal nya cewek baju merah ini memang cantik bagi orang yang bisa melihat. Dia tinggal memang di asrama, katanya sih dia mencari suami nya karena mereka di bunuh di tempat yang terpisah. Santri sini sih kasih nama cewek baju merah itu Si Manis. Dia baik gak usil, tapi nama nya hantu ya manusia takut lah... hahahaha"


 


Makanan pun sudah dibagikan, Ahmad dan teman-teman mengakhiri cerita nya dan mereka melahap makan siang dengan nikmat karena lapar sekali habis menguras tenaga untuk berpikir di kelas dan menghapal Al-Qur'an. Maka harus di isi tenaga dengan makan siang.


 

__ADS_1


__ADS_2