
Maaf 17+ yaaa , habis nya terdapat banyak kekerasan , darah bahkan pembunuhan .
#2 Minggu kemudian .
Kenzi sudah keluar dari rumah sakit , sekarang ia sedang berada dimarkas mafia nya tersebut .
" Hormat kepada tuan boss..!! " hormat semua anggota mafia tersebut dengan menunduk . sedang kan Kenzi hanya menyeringai seram saja .
" Bagaimana penjualan gelap kita.. , apakah ada yg menurun dari penjualan nya.." ucap tegas nan dingin Kenzi .
" Tidak tuan , malah penjualan kita semakin menaik..." ucap salah satu anggota laki laki berkulit sawo matang berbadan kekar yg mewakili semua anggota .
" Bagus..." seringai senyum Kenzi .
" Dan bagaimana dengan wanita itu... , kalian sudah menjaga nya dengan baik kan.." tambah Kenzi dengan senyum mengerikan nya seperti iblis .
" Tentu tuan , wanita tersebut sekarang sudah ada di dalam . dan sesuai perintah anda....tidak dikasih makan maupun minum.." ucap dingin LG laki laki berkulit sawo matang itu .
Kenzi pun tambah menyeringai dan masuk ke dalam gudang yg banyak berisi pisau , pistol dan bahkan samurai .
Tetapi disamping itu semua , ada wanita yg digantung . wanita itu seperti sudah sekarat .
Badan nya kurus dan kering , bibir nya yg dulu merah sekarang sudah pucat serta kulit putih nya pun ikut memucat .
" Bagaimana...rasa nya nona Allen Alexander.." dingin Kenzi , sedang kan Jihya pun mendongak kan kepala nya kaget dan menyeringai .
Nama asli dari Jihya adalah Allen Alexander , Jihya merupakan campuran antara Amerika yaitu ayah nya , dan ibu nya yg berasal dari Korea .
" Baby , lepaskan lah aku..." ucap Jihya serak mencoba memanjakan suara nya .
Andra yg setia menemani Kenzi dibelakang pun bergidik ngeri , ada ya..?? manusia udh mau sekarat malah berbuat menjijikan seperti ini .
" (Memang GK waras nih cewek..) " geleng Andra yg masih ngeri dengan pemandangan di depan nya .
Kenzi berjalan ke arah Jihya yg digantung , Kenzi pun memegang rahang Jihya dengan kasar .
Jihya yg dapat perlakuan Kenzi yg kasar pun bkn nya takut malah semakin bersifat manja yg membuat semua orang pasti jijik .
" Haha...kau mau mencium ku yaa.." ucap kepedean tak tau diri Jihya .
Kenzi pun menyeringai dan ia menghempas rahang Jihya , serta menampar keras keras pipi Jihya .
Plakkkkk
" Aghhhh..!! " ringis Jihya , sebenar nya Kenzi tak mau membuat kekerasan pada perempuan .
Tetapi jika perlakuan perempuan itu bisa menghilang kan kesabaran diri nya . jangan salah , bahkan bisa lebih parah dari tamparan .
__ADS_1
Jihya hanya lah menyeringai mendapat perlakuan tersebut dari Kenzi .
" Minta maaf lah pada istri ku..!! atau , Lo bakal gw bunuh secara sadis..!! " ucap Kenzi dengan menyeringai sambil meng lap tangan nya dengan tissue yg dibawakan oleh seorang anggota grup mafia nya .
" Maaf..?? haha , baby . kau sungguh bodoh , mengapa kau lebih memilih diri nya dari pada aku yg cantik dan seksi ini..." ucap naif Jihya .
Mau mati saja , masih sempat menyombong kan diri nya . gumam Andra dan anggota mafia yg lain yg berada di dalam ruangan penyiksaan Jihya tersebut dengan bergidik ngeri kan bahu nya .
" Padahal sudah jelas , aku lebih seksi dari nya yg berpakaian seperti orang kampun- "
Plakkkkk
Tamparan kali ini lebih keras dari yg td sampai menyisah kan luka baret di pipi Jihya .
" Kau memang tak ada ampun nya ya.."
" Reza..!! mana pisau ku..!! " panggil Kenzi pada lelaki yg ada dibelakang nya .
Dengan sigap , Reza langsung membawakan pisau tersebut yg berada dikotak hitam yg menjadi sakti tersebut .
Kenzi pun mengambil pisau tersebut .
Sangat Tajam dan kecil . merupakan ciri khas dari pisau yg telah turun temurun dari keluarga Albert yg bergenerasi mafia tersebut .
Pisau pun diarah kan ke tangan Jihya yg mulus dan cantik tersebut . perlahan tapi pasti , Kenzi mulai memotong tangan Jihya yg membuat erangan keras dari Jihya .
Anggapan tentang " Kecil - Kecil cabai rawit " pun mulai dipercayai oleh Jihya yg meringis .
Memang pisau itu kecil , tp sangat lah menyakit kan .
Tangan Jihya sudah terputus dari lengan Jihya yg menyisakan darah mengucur begitu banyak .
Andra yg merupakan seorang mafia , malah meringis . sebab ia tau jika pisau itu sangat lah berbahaya , dan baru pertama kali pisau itu digunakan oleh Kenzi .
biasa nya Kenzi akan memakai samurai (sm aja itu mah) jika ingin menghabis kan musuh nya .
Jihya yg sudah pucat pun masih menyeringai , memang yaa manusia genit centil ini tidak ada habis nya , bahkan sampai membuat Andra dan anggota yg lain menggeleng .
" Bagaimana rasa nya..." senyum devil Kenzi yg membuat semua orang diruangan tersebut merinding .
" Sangat lah memuas kan..." ucap Jihya dengan nada bergetar .
Kenzi pun bertambah emosi , ia sekarang tak memperhatikan gender kembali . ia langsung menancap kan pisau ke arah perut Jihya .
Tetapi Jihya tak langsung meninggal begitu saja , ia masih bertahan walau sangat lah sakit . mungkin inilah cara Tuhan membalas perbuatan Jihya terhadap Hayya selama ini .
" Aggghhh..!! " pisau pun tertancap di perut Jihya , badan Jihya pun tambah bergetar .
__ADS_1
Kenzi menarik kembali pisau kecil tersebut dengan kasar dan membuat Jihya memuntah kan darah dari mulut nya .
" MINTA MAAF ATAU KAU AKAN KU BUNUH..?!!?! " teriak Kenzi kesal , beberapa detik Jihya pun terdiam .
Jihya pun menarik nafas untuk berkata kata .
" Aku...t - tak akan Sudi..!! me - meminta maaf pa - pada nya..!! " ucap Jihya dengan sedikit berteriak .
Kenzi yg sudah kesal nya minta ampun pun menancap kan pisau tersebut ke arah dada Jihya dan Jihya pun menghembus kan nafas untuk terakhir kali nya digudang mafia tersebut .
" ANDRA..!! " teriak Kenzi kesal sampai mata nya memerah .
" Bereskan mayat jal*Ng anj*Ng ini..!! aku tak mau satu pun darah atau pun bekas kulit nya terdapat di gudang ini..!! " ucap tegas Kenzi yg masih dengan mata memerah nya .
Kenzi meng lap tangan nya dengan tissue dan membuang nya tepat dihadapan anggota nya yg membawa tissue tersebut , sampai tissue itu ada diatas kepala anggota tersebut .
" (Ya tuhan..!! apa salah ku..!! untung bos..!! kalo nggak...) " kesal anggota yg membawa tissue tersebut dan melempar kan tissue berselimpah darah Jihya ke sembarang arah .
" (Mentang mentang boss..!! , nih anak main bilang beres beresin aja..!! mang gw kayak pelayan cafe apa , gw suruh beresin..!!) " gumam Andra berdecak pusing akan sifat sahabat nya tersebut .
" (mending makanan..!! lah ini mayat nji*...!! dah dipotong potong pula lg kayak daging sapi kurban..!!) " mencak mencak Andra dalam hati .
Andra sedang mencak mencak , sedang kan Kenzi sedang bersiap untuk pulang ke rumah utama Albert .
Dengan sigap , para bodyguard nya membuka gerbang rumah kediaman Albert tersebut ketika Kenzi berada di depan rumah mewah tersebut .
Kenzi turun dari mobil dan masuk kerumah nya , ia berjalan celingak celinguk agar tidak ketahuan Hayya bahwa diri nya sudah pulang dengan keadaan baju nya berwarna merah bekas darah dari Jihya .
Dengan berjalan jinjit tidak mengeluar kan suara apa pun , Kenzi memberanikan diri nya berjalan ke kamar .
" Mas..?? " panggil seseorang dari belakang dengan memegang pundak Kenzi .
GLEKKK
tamat lah riwayat Kenzi , jika Hayya mengetahui nya .
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa untuk meninggal kan jejak vote , like and komen ya kak😘😘 .
Kutunggu see you🥰🥰
__ADS_1