
" Hayyaa !! "
Kenzi terbangun dengan meremas rambut nya , ia pun melihat ke arah sekitar kamar nya .
" Ternyata cuman mimpi... " ucap pelan Kenzi sambil mencoba meredakan detak jantung nya yg berdebar cepat .
Kenzi bangun dari tempat tidur nya , ia mengintip sedikit pemandangan dibalik jendela yg ternyata hari sudah pagi .
" GK , kejadian itu GK boleh terjadi " batin Kenzi dnegan keringat yg masih bercucuran dari dahi nya lalu ia berlari dengan cepat ke arah kamar mandi .
🍫🥀
Sementara diruangan lain , terlihat seorang perempuan yg sedang melamun di sofa dengan ponsel yg masih berada digenggaman nya .
" Aku harap keputusan ku untuk kabur ini benar " batin wanita tersebut yg tak lain adalah Hayya , ia pun pergi ke dapur untuk memasak sarapan diri nya dan Ziyya sebelum mereka pergi ke bandara .
1 Jam pun berlalu , Setelah Hayya selesai memasak ia langsung pergi ke kamar sang adik untuk membangunkan Ziyya .
" Ziyya , bangun . Dasar kebo !! " ucap Hayya sambil menguncangkan tubuh Ziyya , Ziyya yg merasa terganggu pun langsung bangun dari tidur nya .
" Iya iya " sahut Ziyya dengan mata masih tertutup , Ziyya mengambil handuk yg berada disamping nya dan menuju kamar mandi . Sedangkan Hayya menggeleng melihat sikap sang adik .
Jduggg
" Aduhh !! " ringis Ziyya lalu membuka mata nya sambil menyentuh dahi nya .
Hayya menoleh dan tertawa melihat Ziyya yg menabrak tembok disamping kamar mandi .
" Rasain , maka nya jangan begadang " celetuk Hayya dengan tawa nya sedangkan Ziyya menatap sinis pada sang kakak .
Setelah Ziyya masuk kedalam kamar mandi , Hayya bergegas ke kamar nya untuk mandi jg mengingat tinggal 1 jam LG mereka harus berangkat ke bandara .
🍫🥀
Setelah mandi , Hayya dan Ziyya langsung pergi ke meja makan dan memakan sarapan mereka masing masing .
" Kak , pesawat kita berangkat nya sekitar jam 8 an kan? " tanya Ziyya sambil melihat jam tangan yg melingkar dipergelangan tangan nya .
" Iya " sahut Hayya cuek dan melanjutkan makan nya .
" Kakak kebayang nggak sih kak , kalo tiba tiba suami kakak
ngehentiin kakak pas mau pergi ke bandara gitu? " tanya Ziyya menggoda Hayya , tiba tiba Hayya mengehentikan makan nya menatap dan berfikir sesuatu .
" Kalau itu terjadi... mungkin aku akan mati karena lari meninggalkan Kenzi begitu saja . " batin Hayya yg sudah berfikiran negatif .
__ADS_1
" Ishh , si kakak malah ngelamun " sinis Ziyya membuat Hayya terbangun dari lamunan nya .
" Nggak usah pikirin yg macem macem Ziy , dia jg nggak tau kali kalo kakak ada disini ataupun mau pergi ke mana aja dia jg GK tau . Yg dia tau cuman kakak udh meninggal " ucap Hayya menepis segala ketakutan nya padahal sudah terbukti dengan jelas .
Ziyya menghentikan makanan nya dan menatap Hayya dengan tatapan kebingungan .
" Heyy kakak ku tersayang , apakah kau lupa bahwa tuan Kenzi Albert adalah mafia yg selalu bisa menelusuri apapun? . Hanya dengan menjentikkan jari nya saja , ia bisa saja langsung mendapat seluruh bio data para masyarakat dikota ini " ucap Ziyya dengan memperagakan wajah datar Kenzi dan jentikkan dijari .
Hayya pun mengabaikan perkataan sang adik dan lantas mencuci piring nya setelah ia selesai makan .
🍫🥀
" Ohh jd begitu , gw punya sebuah rencana . Tetapi ada barang ada uang dongg " ucap Andra dengan nada meledek membuat Kenzi memutar bola mata nya .
Kenzi telah bercerita mengenai mimpi nya pada Andra , dan meminta bantuan Andra untuk menyiapkan segala cara untuk menggagalkan Hayya pergi dari negara tersebut .
" Dasar matre , apa yg lu mau? " ucap Kenzi sambil menggelengkan kepala nya .
" Eitss bro , gw bkn matre tp realistis . Gw bkn mau minta uang , tetapi lu harus bantuin gw jg dalam mengambil hati wanita . Iyaa yaa?? " ucap Andra membuat Kenzi menatap nya penuh arti .
" Seorang Casanova meminta bantuan untuk menjerat hati wanita? , Udh hilang kah kemampuan playboy lu? atau itu lu yg udh hilang maka nya wanita udh pada GK mau? " ejek Kenzi membuat Andra menatap sinis pada diri nya .
" Ini wanita nya beda bro , Ini wanita baik baik . Bkn wanita yg biasa nya gw jd in pasangan gituan " ucap Andra dengan serius sedangkan Kenzi tambah tergelak .
" Bodo amat Ken " ucap Andra lalu beranjak keluar dari ruangan tersebut .
Brakkk
" Lahh ngambek nya kek gadis perawan " teriak Kenzi dengan tawa nya saat Andra keluar dengan kekanakan dari pintu ruangan kerja nya .
🍫🥀
" Udh dibawa semua Ziy? " tanya Hayya pada Ziyya yg terlihat sedang mengunci pintu apartement mereka .
" Udh kak , yuk " ajak Ziyya lalu berjalan melewati lorong apartement .
" Kakak !! " panggil seseorang dari belakang mereka , mereka berdua menoleh dan melihat Seorang gadis cantik dan seorang bayi digendongan nya .
" Kakak mau kemana? " tanya Shasha bergantian menatap Hayya dan Ziyya .
Deg
Tatapan Hayya beradu pada Varo yg melebarkan tangan nya meminta gendong pada Hayya .
" Bun bun... " celoteh pelan Varo , yg membuat mereka bertiga beralih menatap pada Varo .
__ADS_1
Hayya mengambil Varo dari gendongan Shasha , ia menepuk dan mengelus pelan punggung Varo dengan mata yg berkaca kaca .
" Maaf ya Buna cuman bisa gendong km sebentar " batin Hayya , Saat air mata nya ingin tumpah ia langsung mengasihkan Varo pada Shasha dan menarik tangan Ziyya untuk pergi dari sana .
" Bun Bun !! , Hu - huwaaa " tangis Varo , Shasha yg pertama nya melamun karena sikap aneh yg ditunjukkan Hayya pun sedikit repot menenangkan Varo yg biasa nya jarang menangis .
🍫🥀
" Kakak kenapa sihh?? " tanya Ziyya dengan nafas nya yg blm teratur karena diri nya diajak lari larian sambil membawa koper nya oleh Hayya , tetapi hayya tetap bungkam dan tidak berkata apapun .
Hayya menyadari , dan menatap aneh pada ban mobil nya yg terlihat kempes seperti tertancap paku .
" Kok ban nya kempes ya? , Padahal kemaren sudah ku cek kalau ban nya aman dan tidak ada paku " Batin Hayya yg mulai curiga , ia menatap pada Ziyya dengan tatapan kebingungan .
" Kenapa kak? " tanya Ziyya .
" Ban belakang nya kempes , coba km liat ban depan nya . Kempes nggak? " perintah Hayya , Ziyya langsung melihat ke ban depan yg ternyata ban depan sebelah kanan mobil mereka jg kempes .
" Kempes kak !! "
Hayya hanya menggeleng dan menepuk jidat nya , ia melihat kesekeliling mereka dan baru menyadari seperti ada yg tidak beres .
" Kok sepi ya? , taksi jg nggak ada yg lalu lalang " batin Hayya cemas , ia berfikir pasti ini ulah Kenzi .
Saat Hayya sedang berdebat dengan pikiran dan hati nya , ia mendengar suara yg sudah lama ia tak dengar dan terdengar tidak asing pada telinga nya .
" Apa kabar Namila Hayya istri kesayangan ku? " ucap lelaki dengan suara bariton nya , Hayya pun berbalik menatap ke pemilik suara tersebut .
" Mati aku... " batin Hayya ketakutan .
" Ja - jangan mendekat !! , aku tau km mau membunuh ku kan karena aku meninggalkan mu? . Sudah cukup aku dikhianati oleh mu dihari spesial ku saat itu " ucap Hayya dnegan nada yg bergetar mengingat perkataan Kenzi dahulu bahwa ia akan membunuh Hayya jika Hayya meninggalkan diri nya .
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa like , dan komentar nya yaa
Terima kasih telah membaca cerita ini .
See you (◍•ᴗ•◍)❤ 🥀 !
__ADS_1