
Di suatu ruangan yg bernuansa elegan terlihat seorang pria yg sedang melamun akan kejadian yg ia alami beberapa saat yg lalu .
" Gw yakin itu Hayya... tatapan itu... wangi itu... , harus gw selidiki lebih lanjut . Gw GK mau kehilangan seseorang kembali " batin Kenzi sambil tersenyum tipis .
Tok.. tok.. tok...
Ketukan di pintu ruang kerja nya membuat Kenzi terbangun dari lamunan nya . Ia memijat kening nya yg terasa sedikit pusing .
" Masuk ! " teriak Kenzi dari dalam ruangan . Ketika pintu dibuka , terlihat lah seorang pria berjas dengan senyum manis buaya nya yg dpt membuat seorang wanita pingsan di tempat .
" Kenapa lu kesini? Jangan bikin gw emosi . Gw LG pusing " tegas Kenzi sebelum kawan nya itu berucap sesuatu .
" Aelahh , gw Dateng kayak musibah aja buat lu Ken . " cibir Andra yg kesal dengan teman nya itu . Sedangkan Kenzi hanya melirik dan melanjutkan membaca dokumen yg ada di tangan nya yg sempat terhenti akibat lamunan nya td .
Andra berjalan ke arah meja sahabat nya itu , ia menaruh sebuah gelang berwarna putih dengan perintilan bunga matahari .
" **** ... " umpat lirih kenzi saat melihat gelang tersebut , ia pun mengambil gelang tersebut dan mengingat semua memori akan orang yg ia sedang cari .
" Lu sepemikiran kan sm gw? " tanya Andra sambil tersenyum miring .
" Siapa.. "
" Siapa yg dapetin gelang ini... " tanya kenzi lirih sambil menengok ke arah Andra yg berada di depan nya .
" Anak buah lu , kata nya mereka dapat gelang itu dari orang yg nabrak lu . " ucap Andra sembari berjalan ke arah sofa untuk ia duduki .
" **** , seperti nya dugaan gw bener ... Hayya ... , gw kangen lu " batin Kenzi yg tersenyum tipis menemukan setitik harapan yg kian membesar .
" Selidiki orang yg nabrak gw . jangan tinggal sejengkal pun informasi orang itu " ucap Kenzi dengan raut wajah yg datar dan memasukkan gelang yg sangat spesial bagi nya ke dalam kantong jas nya .
" Siap bos , udh gw duga . Semangat Ken " ucap Andra lalu pergi keluar dari ruangan itu .
Disisi lain , ada seorang wanita yg sedang bervideo call dengan 2 orang sahabat nya . Ia terlihat sangat senang sampai senyum nya tak pernah luntur dari wajah yg nan ayu itu .
" Gimana kabar lu Zi ? " tanya Luna salah seorang teman ziyya .
" Baik , gimana kabar kalian?? " tanya ziyya dnegan semangat dan riang .
" Baek kok " jawab Luna dan Zoya .
__ADS_1
" Ada apa lu pagi pagi vidcall kita berdua? , habis keserempet apa lu? . Keserempet cabe cabean dikuala lumpur? " cibir Zoya karena seperti nya ia tau bahwa sahabat nya itu akan meminta bantuan terhadap diri nya dan Luna .
" Negatip thinking mulu km bawaan nya sm aku zoy " cembetut Ziyya tetapi memang benar ada yg ia inginkan .
" Tp bener jg sih hehe , bantuin aku dongg buat nyari identitas sm kenangan masa lalu kakak kuu " senyum manis ziyya yg membuat kedua sahabat nya berdecak .
" Mending td gw nggak angkat vidcall nya sumpah Ziy " sinis Luna dan Zoya bersamaan yg membuat Ziyya tertawa cekikikan .
" Pliss yaa plisss mau kannn ?? " puppy eyes Ziyya kepada Luna dan Zoya .
" Hadehh , kakak Hayya maksud nya nihh? yg lu suruh buat kita cari identitas nya?? " tanya Luna dengan nada jutek .
" Iyaa , memang nya kakak siapa LG? . akang brewok? ada noh di turki " ledek Ziyya yg mendapat umpatan dari Zoya .
" Oncom lu ziy " umpat Zoya dengan nada sinis .
Sedangkan Luna menggeleng kan kepala nya melihat kedua sahabat nya yg selalu bersifat kekanakan itu .
" Boleh kirimin foto kak Hayya ke gw? , gw mau cari sekarang nihh mumpung LG vidcall jg " sahut Luna menghentikan kedua nya yg sedang bercandaan dengan saling meledek .
" Kirimin jg ke gw ziy , foto nya si kak Hayya . penasaran gw ngeliat muka nya , gw selama ini cuman ngedenger cerita lu doang " sinis Zoya .
" Iya iya , dasar bawel ! " ledek Ziyya lalu ia langsung mencari keberadaan handphone nya .
Bunyi motif dari hp Zoya dan Luna yg terdengar di vidcall an mereka tersebut . Kedua nya sontak membuka hp nya untuk melihat foto Hayya .
" Wahh gilee , cantik jg kakak mu Ziy . Tp kok Adek nya jelek ya kayak kangkung layu " ledek Zoya yg membuat Ziyya ingin melemparkan bantal ke sahabat nya itu tetapi naas mereka berdua sedang berjauhan .
" Wt- " ucap Luna yg hampir mengumpat sambil menutup mulut nya .
Zoya dan Ziyya yg sedang bercanda ria langsung mengalihkan tatapan nya ke arah Luna yg sedang menatap kaget layar laptop nya .
" Kenapa lun? " tanya Ziyya ke sahabat nya itu .
" Sebentar , gw kirim ke kalian ... " lirih Luna yg masih syok sambil mengirimkan sebuah foto ke kontak Zoya dan Ziyya .
Kedua nya langsung membulatkan mata melihat informasi yg didapat kan Luna .
" UANJ*NGGG BENERAN ITU..?? " teriak Zoya yg syok . Sedangkan Ziyya , diri nya sedang melamun menatap foto yg dikirimkan Luna .
" Dpt darimana informasi ini Lun... " tanya lirih Ziyya sambil menatap ke arah laptop yg masih terdapat wajah cengok kedua sahabat nya itu .
__ADS_1
" Deepweb " santai Luna menjawab pertanyaan Ziyya .
Sedangkan Zoya , ia masih terdiam sambil trs menerus berulang membaca info yg didapat Luna tersebut .
" Gokil sihh , kalo beneran kakak mu itu istri dari Mr. Albert yg merupakan pemimpin sekelompok mafia terbesar di Asia , yg menghilang selama 8 bulan ini " kekeh Luna yg mendapat tatapan tajam dari Ziyya .
" Kenapa kakak menyembunyikan identitas penting nya dari aku... " batin Ziyya merasa kecewa karena telah dibohongi Hayya .
" Anak... , Alvaro Raharsya Albert?. Jd kakak selama ini beneran punya anak? Apa bayi itu anak nya kakak? " batin Ziyya yg teringat akan handphone nya yg diciumi oleh Hayya dan nama dari Baby yg kemarin ia temui .
Sedang kan di suatu rumah sakit , seorang dokter nampak seperti kehilangan sesuatu yg selalu ia pakai .
" Dokter LG cari apa dok? " tanya seorang suster yg kebingungan karena dokter nya itu sedang mengobrak Abrik ruangan kerja nya sendiri .
" Ada liat gelang putih bunga matahari saya nggak sus? , td saya kayak nya make . Tp tiba tiba ilang , trs baru keinget sekarang " rengek dokter itu yakni Hayya sambil menepuk jidat nya akan kecerobohan diri nya sendiri .
" Nggak ada dok , tp td kek nya pas dokter masuk rumah sakit memang nggak memakai apa apa dilengan dokter " ucap Suster itu yg kebingungan .
Hayya sekarang menjadi tambah pusing karena memikirkan gelang yg sering dibilang kekanakan itu oleh Kenzi yg kini telah hilang entah dimana .
" Jangan jangan... " tiba tiba Hayya teringat kalau lengan nya td ditahan oleh bodyguard Kenzi yg bisa saja gelang nya diambil oleh lelaki tersebut .
" Matilah aku ! " ucap Hayya lalu menubruk kan kepala nya dengan tembok yg ada disamping nya membuat sang suster kebingungan .
" Mati knp dok? , dokter kan masih hidup?"
" Saya udh mati sus " sinis Hayya lalu memberikan dokumen yg diperlukan sang suster . Lalu suster pun meninggal kan ruangan tersebut .
" Masa sihh aku harus ketahuan secepat ini?? . Drama indosiar aja kalo kabur dari rumah nggak bakal ketemu secepat ini , pasti 5/10 tahun kemudian . Masa aku kalah dari drama indosiar " batin Hayya yg masih blm siap bertemu dengan suami nya itu .
Ia masih kecewa terhadap suami nya yg berselingkuh terang terangan saat ulang tahun nya dihadapan diri nya .
" Apa aku pindah negara dan ganti nama aja ? " batin Hayya memikirkan segala cara untuk tidak ketahuan oleh suami nya tersebut .
.
.
.
*b**ersambung*
__ADS_1
Jangan lupa , Like dan dukung aku trs yaa walau aku kurang sering update . Sering putus nyambung hehe (◍•ᴗ•◍)✧*。Have a Nice Day Everyone ! 🥀