
HARI ini adalah hari pertama masuk sekolah bagi seorang Reynatasya Silviana Deandra dan hari ini adalah hari yang paling dia benci, yaitu hari senin.
"Kak Silvia ayo bangun," - Ucap seorang cewek berseragam putih biru sambil mengetuk pintu kamar Ana.
"Kak Silpiiia,"
"kak Silpiia jelek ayo bangun."
"WOI, AYO BANGUN KAK NTAR TELAT LO!"
"AYO BANGUN WOII KAK!"
"Bangun woi!" - Ketukan pintu kamar Ana berubah menjadi gedoran.
"Ka-"
"Apa sih?" - Jawab Ana sambil mengucek kedua matanya lalu menatap cewek berseragam putih biru itu.
"Kakak Silvia yang jelek kembarannya kebo nyungsep, cepetan mandi ya ditunggu Tante Riana dibawah." - Ucap Lisya-Saudara Ana yang biasa Ana panggil dengan sebutan 'Lisya gembel' atau 'Sya gembel'
"Iya sya gembel sana lo turun, gue mau mandi." - Jawab Ana kemudian diangguki oleh Lisya.
Ana pun langsung masuk ke dalam kamar mandi menjalankan ritual mandi pagi nya.
Ana pun sudah siap dengan seragam yang dia keluar kan dan tidak memakai dasi. Setelah bersiap, Ana pun keluar dari kamar dan turun ke meja makan untuk sarapan.
"Pagi nak," - Sapa seorang wanita yang bernotabe sebagai Mama Ana.
"Pagi ma," - Balas Ana sambil tersenyum kearah mama nya.
"Kamu berangkat bareng mama atau berangkat sendiri?" - Tanya Riana sambil menuangkan air ke gelas Ana.
"Sendiri aja ma," - Jawab Ana sambil memakan nasi nya kemudian meminum airnya.
"Ma, Ana berangkat dulu."
"Iya nak, hati hati!"
Ana mengambil kunci motor dan berjalan menuju garasi lalu melajukan motornya dengan kecepatan sedang tanpa takut terlambat datang ke sekolah.
****
Ana sudah sampai disekolah, seperti biasa datang telat dan gerbang sekolah pun sudah ditutup.
"Buka gerbang."
"Gak boleh, ini sudah lebih dari jam masuk sekolah jadi kamu harus tunggu disini sampai anak osis atau guru bk datang."
"Buka atau gue tabrak nih pager?"
"Maaf, tidak bisa."
"Buka gak?!"
"Tidak!"
"Ada apa ya pak?" Tanya seorang cowok bernotabe sebagai ketua osis yang terkenal dengan kedisplinan nya-Brian Ardyansyah.
"Eh, ini Bri ada cewek yang terlambat tapi minta dibuka kan gerbangnya, ya saya gak mau buka kan gerbangnya soalnya cewek ini datangnya terlambat."
"Bukain gih gerbangnya pak," - Satpam itu mengganguk lalu membuka kan pagarnya dan Ana langsung masuk ke dalam.
Ana memarkir kan sepeda motornya di tempat biasa dia parkir lalu berjalan menuju kelasnya tapi sebelum itu tangan Ana dicekal oleh Brian.
"Eh, tunggu!" - Cegah Brian sambil mencekal tangan Ana
Ana pun menghempaskan tangan Brian yang mencekal tangannya kemudian menatap Brian sinis.
"Lo mau kemana heh?" - Ana memutar kedua mata nya malas.
"Kelas,"
"Gak boleh, sebelum itu lo ikut gue!" - Brian langsung menarik tangan Ana menuju ruang bk dan Ana meronta ronta agar tangannya terlepas dari tangan Brian.
Tok tok tok
"Permisi bu, apa saya boleh masuk?"
__ADS_1
"Silahkan Brian," - Jawab Bu Anita, tanpa basa basi Brian langsung masuk ke dalam ruang bk dan menarik Ana kedalam.
"Jadi ada apa Brian?" - Tanya Bu Anita to the point karena sibuk membaca buku yang berisi anak anak yang terlambat.
"Ini bu ada yang telat, seperti biasa." - Jawab Brian sambil melirik Ana.
Bu Anita menatap Ana dengan tatapan sedikit marah "Kamu lagi? udah berapa kali kamu terlambat?"
"Brian, kamu baca absensi terlambat milik anak ini." - Brian pun mengangguk kemudian membaca data itu.
"Reynatasya Silviana Deandra, telat hampir 20 lebih."
Bu Anita pun menghela nafasnya panjang "Oke Ana, hari ini Ibu lagi baik gak mau ngehukum kamu, tapi cepat lari ke lapangan ikut upacara sana dan kamu Brian, keliling cari anak yang tidak mengikuti upacara."
Brian mengangguk dan sedangkan Ana, dia tanpa basa basi langsung keluar meninggalkan ruang bk dan membanting pintu ruang bk.
Brak
"Dasar murid tidak punya sopan santun!" - Umpat Bu Anita tapi masih bisa didengar oleh Ana dan dia hanya mengabaikannya. Dia malas lama-lama didalam, bisa panas kuping nya ngedengerin omelan Bu Anita.
Ana berjalan melewati koridor koridor yang sepi karena masih upacara. Ana merogoh saku rok abu-abunya lalu menelfon temannya.
"Dimana?"
"Di rooftop tempat biasa."
"Oke," - Ana langsung memutuskan telfonnya dan berjalan menuju ke rooftop, karena di rooftop adalah tempat biasanya dia bolos bersama temannya.
"Psett, na," - Ana menoleh dan langsung berjalan ditempat temannya berada lalu duduk.
"Pagi, Racer Queen." - Sapa cewek yang seragamnya dikeluarkan dan Ana hanya berdeham sebagai jawaban.
Kenapa Ana dijuluki Racer Queen? Karena itu julukan Ana di sirkuit balap, dia sering ikut balapan dan itupun yang mengetahuinya hanya sahabat nya saja.
"Lo kok datengnya lama na? darimana lo?" Tanya cewek tidak memakai dasi.
"Telat," - Jawab Ana sambil memejamkan mata nya.
"Ada Brian," - Sahut Rena sambil menunjuk Brian yang berjalan dari arah kanan dengan gerakan mata.
"Yuk cabut, ntar dihukum." - Ujar Karina dan Tania langsung menonyor kepala Karina.
"Iya tuh beda, kalau di hidup kita gak cari masalah itu gak asik. Seperti julukan kita yaitu Bad Girl, cewek nakal yang suka buat onar dan masalah." - Ujar Rena sambil melihat ke bawah rooftop.
"Yaudah, kuy kantin?"
"Kuy."
Mereka berjalan beriringan seperti ini urutannya. Ana dipojok kanan, disebelah kiri Ana adalah Tania, sebelah kiri Tania adalah Rena, dan Karina dipojok kiri.
"Heh kalian," - Mereka berempat menoleh ke belakang dan melihat guru mereka yang sedang berkacak pinggang.
"Kalian mau jadi anak bandel, iya? bolos di jam pelajaran saya gitu?" - Ucap Bu Elena sambil menunjukkan mereka berempat bergiliran.
"Males bu, bosen saya dikelas lihat papan tulis terus. Mendingan saya bolos, daripada ikutin pelajaran yang bikin otak pusing tujuh keliling." - Jawab Ana santai membuat Bu Elena mendelik.
"Dasar nakal!" - Umpat Bu Elena sambil berkacak pinggang.
"Terus kalo saya nakal emang kenapa bu? Ini hidup saya bu, kenapa Bu Elen yang sewot? Saya nakal-nakal gini juga ya gak pernah absen masuk sekolah, bener gak?" - Jawab Ana santai dan diangguki mereka bertiga.
"Aih terserah kamu lah Ana, saya pusing kalo ngomong sama kamu!" - Jawab Bu Elena menyerah.
"Yaudah bu, kalo pusing ya jangan ngomong sama saya. Mendingan ibu mandi, makan, minum obat terus tidur" - Ujar Ana dan mereka bertiga tertawa.
"Haih sana sana kamu, saya tambah pusing kalo ngomong sama kamu!" - Usir bu Elena sambil memijat pelipisnya.
Karena lagian kalo ngomong sama Ana harus ekstra sabar, kalo gak ya kalah omongan sama Ana atau pusing.
"Wah makasih loh bu atas hukumannya, yaudah ya bu kita mau pergi dulu dahhh Bu Elen cantik tapi boong." - Ucap Ana sambil tertawa.
Mereka berempat berjalan menuju kantin, Ana berjalan sambil menutup mata dan menabrak seorang cowok yang berlawanan arah dengannya dan membuatnya terjatuh.
Bruk
"Jalan lihat-lihat!" - Ucap seorang cowok yang seragamnya dikeluarkan dan tidak memakai dasi.
"Maksud lo?" - Sahut Ana sambil menunjuk muka cowok yang menunduk melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Eh, sorry ya Fian, temen gue rada ngelag otaknya jadi maklumi aja ya." - Ucap Tania dengan nyengir sambil menginjak jari tangan Ana dan Ana pun meringis kesakitan.1
"Lo gak apa apa kan bro?" - Tanya cowok tidak memakai dasi yang bername tag Azzarel Alfrandi.
"Hm," - Jawab cowok itu lalu berjalan meninggalkan sahabatnya yang sedang mengobrol.
"Emang kalian ngapain?" - Tanya cowok yang seragamnya dikeluarkan bername tag Danu Zevandra.
"Kita lagi-"
"ARRGGHHH TANIA GOBLOK, ENYAHIN KAKI LO DARI JARI GUEEE!" - Ucap Ana berteriak histeris dan mengusap jari nya yang di injak oleh Tania.
"Sorry na, ayo gue bantu berdiri." - Sahut Tania sambil mengulurkan tangannya dan uluran tangan Tania diterima langsung oleh Ana.
"Oiya kita belom kenalan, nama kalian siapa?" - Tanya cowok yang gak pake dasi bername tag Dani Zevandra.
"Gue, Tania."
"Gue, Karina."
"Gue, Rena."
"Sebelah lo namanya siapa?" - Tanya Dani sambil melirik Ana.
"Ana."
"Kenalin gue Danu Zevandra gans nya yang gak ketulungan, panggil aja Danu" - Ucap Danu memperkenalkan dirinya.
"Gue Dani Zevandra kembaran si bucin Danu, panggil aja Dani" - Danu langsung melempar tatapan tajam ke Dani.
"Gue Azzarel Alfrandi, panggil aja Zarel."
"Lo anak IPA-1 kan ya?" - Tanya Rena sambil melihat bet kelas Dani dan Dani pun mengganguk.
"Kalian anak IPA-7 kan? Bukannya kalian itu Bad Girl yang lagi famous itu?" - Tanya Danu sambil melihat muka cewek cewek yang ada didepannya.
"Yoi,"
"Kuy buat grup woi!"
"Weh, bagus juga ide lo abang gue yang bucin." - Ujar Dani mengejek dan langsung diberi tatapan tajam dari Danu.
"Oke, gue minta nomer salah satu dari kalian."
"Nomer gue aja,"
"Oke, siniin hp lo." - Karina langsung menyodorkan hp nya ke Azzarel dan langsung diterima oleh Azzarel.
"Nih, entar gue tambahin terus lo tambahin temen lo." - Azzarel mengembalikan kembali hp milik Karina dan langsung diterima oleh Karina.
"Bang,"
Danu menoleh kemudian menaikan satu alisnya "Apa?"
"Traktir bang, gue laper nih." - Ujar Dani sambil memegangi perutnya yang sedaritadi berbunyi.
"Iya, bentar." - Ucap Danu lalu menoleh ke arah sahabatnya.
"Nyuk ayo ke kantin kasian nih adek gue udah kelaperan, jadinya gue juga ikutan laper." - Ajak Danu ke empat sohibnya.
"Traktir?" Sahut Azzarel tiba- tiba.
Danu menghela nafas "Iya, Zarel." Mata Azzarel pun berbinar dan jingkrak jingkrak kesenangan.
"Yeyy Danu baik, ayo ayo cepet ke kantinn!" - Pekik Azzarel kesenangan sambil menarik narik tangan Danu.
"Jijay su lo pegang pegang tangan gue, Kek gak ada cewek aja lo!" - Umpat Danu sambil menghempaskan tangan Azzarel dan Azzarel hanya nyengir.
"Ckckck, Zarel kek bocil yang baru dibeliin emak nya mainan." - Celetuk Dani asal dan mereka semua tertawa.
"Yaudah yuk ke kantin, duluan ya." - Ucap mereka bertiga kompak.
"Bareng aja, kita sekalian juga mau ke kantin. Mau lanjutin bolos, ya gak guys?" - Ucap Tania dan diangguki mereka bertiga.
"Yaudah yuk."
"Yukkk!"
__ADS_1
****