PERFECT BAD COUPLE

PERFECT BAD COUPLE
CHAPTER 25


__ADS_3

HAPPY READING


AUTHOR BY AXRANS


**********


"Maap yank keblabasan tadi, ehehehe." Jawab Fino sambil nyengir.


"Nah begini dong jangan bertengkar terus gak baik tau, apalagi kalian kan udah suami istri. Pemikiran kalian juga harus lebih dewasa dalam menyelesaikan masalah. Jangan lari gitu aja dari masalah, karena itu bukan cara menyelesaikan masalah tapi malah membuat masalah kalian tambah rumit." Ucap Azzarel menasehati sejoli itu dan mereka semua melongo dengan omongan Azzarel yang bijak itu. Karena biasanya Azzarel kalo ngomong suka ngawur dan gak pernah bener, lah ini? Azzarel tiba-tiba berubah jadi bijak dan benar.


"Rel, sehat? gak panas kan badan lu" Tanya Danu polos sambil menyentuh kening Azzarel.


"Ya sehat lah goblok!" Sahut Azzarel sambil mendorong bahu Danu dan mereka semua tertawa


"Kalian ngapain kesini gak bilang bilang lagi kalo mau kesini?" Tanya Fian sambil duduk santai di sofa dan menyetel tv.


"Yaelah si onta temennya gak dipersilahkan duduk dulu kek malah nyetel tv, ******* emang." Ucap Danu kesal sedangkan Fian memutar bola matanya malas.


"Duduk tinggal duduk yaelah. Apa susahnya sih? kayak sama siapa aja lu." Fian menoleh lalu melihat tv lagi karena bosan melihat Danu si kutu kupret.


"Ehehe, bener juga sih ya." Danu nyengir dan duduk diikuti semua nya.


"Jadi ada apa kalian kesini?" Tanya Ana to the point.


"Mau maling." lanjut Ana sambil menaikan satu alisnya.


"Ya mau main lah goblok, gitu juga masih nanya!" Mereka semua memutar kedua bola mata nya malas, udah tau kalo temen dateng ke rumah ya namanya main.


"Aelah kalian mah ganggu gue mau buat Fian jr aja!" Ucap Fian frontal dan Ana pun langsung mendelik ke arah Fian.


"Oo kita ganggu kalian ya? Maap deh Yan, Na." Jawab Azzarel merasa bersalah.


"Eh eh enggak ganggu kok! Lo mah apaan sih jangan gitu deh gak suka gue!" Ana mendorong tubuh Fian dan Fian hanya terkikik.


"Lo beneran mau bikin Fian jr yan?" Tanya Dani kepo.


"Iya dong!" Jawab Fian sambil melirik Ana.


"Lo mau kan yang?"


"Gak!"


"Kenapa lo gak mau? Bukannya rumah kita bakalan jadi rame kalau nanti ada anak kita?" Ucap Fian menggoda Ana.


"BIG NO FIAN! BIG NO!" Jawab Ana sambil menggerakkan ke telunjuknya ke kanan dan ke kiri.

__ADS_1


"Halah yang padahal lo belum kasih gue jatah lho!"


"GAK ADA JATAH JATAHAN! GUE NGAMBEK BODO AMAT!" Ana langsung lari menuju kamar dan menggebrak pintu kamarnya sedangkan mereka semua tertawa karena Ana ngambek.


"Parah lo yan bini lo ngambek tuh, ntar malah gak di kasih jatah beneran mampus lo!" Ucap Danu sambil tertawa.


Fian menepuk keningnya "Waduh bener juga lo, bentar gue samperin dulu." Jawab Fian lalu naik ke atas menuju kamar dan mengetuk pintu kamar.


"Yang,"


"Sayang keluar dong,"


"Sayang,"


"Na, sayang ayo keluar dong!"


"Na,"


"Na, Anaa."


"Naaa sayang."


"Reynatasya Silviana Deandra sayang,"


"Yangg keluar dongg."


"Ayo lah sayang, gue cuma bohongan gak beneran tadi soal jatah itu yang. Sekarang lo keluar ya?" Ucap Fian membujuk Ana agar Ana mau keluar dari kamar.


"GAK MAU!"


"Ayolah yang keluar dong."


"Gak mau Fian!"


"Sayang ayolah!"


"Gak!"


"Yaudah terserah lo deh, gue mau turun dulu." Ucap Fian menyerah dan turun ke bawah.


"Gimana? " Tanya Dani menghampiri fian.


" Ngambek dia? " Tanya Azzarel.


"Iya, ngambek beneran ***** bini gue." Jawab Fian dengan wajah yang memelas dan masam sambil duduk santai disofa.

__ADS_1


"Alamat, gak dapet jatah beneran yan." Sahut Danu dan mereka semua tertawa sedangkan Fian hanya cemberut.


"Hahaha yaudah kami pamit pulang dulu ya bro." Ucap mereka semua.


"Sabar ya Pian." Ucap ReTiKa (Rena, Tania, Karina) sambil menepuk bahu Fian dan Fian hanya mengganguk pelan dengan wajah memelas.


"Bayy brooo sayonaraa!" Fian menghela nafas lalu berlari menuju kamar.


Dug


"Aduh mak," Fian meringis sambil memegang keningnya yang kejedot pintu kamar.


Tau kenapa Fian tiba tiba kejedot? Ya dia langsung dorong pintu kamar tanpa mikir kalo pintu kamarnya dikunci atau gak. Dia kira pintu kamar nya gak di kunci, biasanya gak pernah dikunci sama Ana meskipun ngambek atau gak soalnya sudah malam, eh ini di kunci.


"Yang buka pintunya dongg please, gue mau masuk nih udah ngantuk banget mau tidur yang." Ucap Fian sambil ngusap keningnya yang kejedot tadi.


"Gak mau!" Jawab Ana dengan nada ngambek dari dalam pintu.


"Kalo gue gak tidur di kamar terus mau tidur di mana gue? Lo gak kasian sama gue?" Tanya Fian dengan nada memelas.


"Bodo amat, tidur di ruang tamu sana!" Sahut Ana mengusir Fian karena masih ngambek.


Fian pun mengalah, daripada malah tambah ngambek gak mau ngomong lagi ntar malah berabe. Udah gak dapat jatah, malah tambah lama ngambeknya. Dia pun turun ke ruang tamu lalu merebahkan tubuhnya di sofa.


POV FIAN


"Loh tuan muda? Ngapain tidur disini? Bukannya biasanya tidur dikamar sama nyonya muda?" Tanya seorang wanita paruh baya yang dulunya bekerja dirumah orang tua Fian-Hasna dan sekarang di pindahkan kesini untuk membantu mengurus rumah Fian dan Ana sekalian menjadi mata-mata mama Fian-Gina Revaline Dominic.


"Saya gak boleh tidur di kamar bi sama Ana." Jawab Fian sambil menyetel tv dengan wajah memelas.


"Tuan muda ngusillin nyonya muda lagi ya?" Tanya Bi Hasna


"Iyaa bi hehehe " Jawab Fian tertawa kecil.


Bi Hasna tertawa kecil juga "Tenang aja tuan muda, saya yakin nyonya muda gak bakalan lama ngambek nya saya jamin deh." Ucap Bi Hasna sambil tersenyum.


"Yaudah tuan, Saya pamit mau pulang dulu karena sudah malam." Pamit Bi hasna.


"Iyaa bi hati hati ya di jalan" Jawab Fian sambil melambaikan tangan.


"Iyaa tuan " Jawab bi hasna sambil melambaikan balik fian.


Fian pun memejamkan matanya dan mulai masuk kedalam alam mimpinya.


************

__ADS_1


**NIH AUTHOR TAMBAHIN CERITANYA ATAS PERMINTAAN KALIAN HEHEHE JADI BUAT KALIAN YANG MINTA AUTHOR CRAZY UP CERITA INI


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN VOTE BIAR AUTHOR BISA CRAZY UP SECEPATNYA 😍😁**


__ADS_2