
HAPPY READING
AUTHOR BY AXRANS
*********
Ana masih tertidur dengan pulas sampai sampai tidak mendengar kalau mama nya menggedor gedor pintu kamar nya daritadi sambil berteriak teriak.
"SILVIA BANGUN!"
"SILVIA KAMU NANTI KESIANGAN!"
"SILVIA SUDAH DITUNGGU ZIDAN DIBAWAH!"
"SILVIA!"
"Biar Zidan."
"Yaudah, kalo gak bisa dibangunin siram aja pake air." - Zidan mengangguk.
Ceklek
"Ck, dasar."
"Bangun." - Fian menggoyang goyang tubuh Ana.
"Na,"
"Ana,"
"Na, bangun."
"Ish, lima menit lagi!" - Ana membalik kan tubuhnya.
"Bangun Ana."
"Enghh, apa sihh orang masih ngantuk kok malah di bangunin sih?!" - Teriak Ana sambil mendudukkan dirinya dan Fian menaikan satu alisnya.
"Eh? Lo ngapain disini yan? Kan hari ini hari minggu sih?" - Tanya Ana sambil mengucek kedua mata nya.
"Senin." - Jawab Fian.
"Hah? Berarti sekolah dong?" - Ana mengecurutkan bibirnya.
"Hm,"
"Yaudah, lo tunggu dibawah aja. Gue mau mandi" - Ucap Ana turun dari kasurnya dan Fian mengangguk.
"Gimana Zi? Silvia udah bangun?" - Tanya Riana.
"Udah." - Jawab Fian lalu duduk di sofa ruang tamu sambil memainkan hp nya.
__ADS_1
"Oiya Zi, mama mau tanya."
"Apa?"
"Kamu pernah punya temen cewek yang namanya Selvin gak?" - Tanya Riana.
"Ada, teman kecil." - Jawab Fian.
FLASHBACK ON
"Huaaa hiks hiks" - Fino mendengar tangisan seorang anak perempuan.
"Bang, denger suara tangisan gak?" - Tanya Fino dan Fian mengangguk.
"Tapi dimana ya? Apa ada disitu? Ayo kita cari disana bang"
"Ayo sini bang." - Fino menarik Fian dan akhirnya menemukan anak perempuan yang sedang menangis.
"Hiks hiks"
"Hei, kamu kenapa kok nangis?" - Tanya Fino sambil menepuk bahu anak perempuan itu.
"A-adek aku hilang, tadi aku suruh dia diam di sini tapi sekarang dia gak ada hiks hiks. Aku takut kalau dia hilang." - Jawab anak perempuan itu.
"Oiya, nama mu siapa?" - Tanya Fino.
"N-nama ku Silviana, kamu bisa panggil aku Silvia" - Jawab Silvia dengan sesengukkan.
"Kalian kembar?" - Fino mengangguk.
"Oya, kami mau bantuin kamu nemuin adek mu, nama adek mu siapa?" - Tanya Fino.
"Namanya Selvin." - Jawab Silvia sambil mengelap air mata nya.
"Oke, sekarang ayo kita cari adek kamu." - Mereka berjalan mencari selvin dan akhirnya.
"Lepasin aku! Aku gak mau ikut kalian!" - Teriak Selvin sambil meronta ronta.
"ADEK!" - Pekik Silvia dan Selvin pun menoleh, begitupun dengan golongan anak laki laki yang melingkar di depan dan dibelakang Selvin.
"Bang lihat adeknya Silvia di ganggu, ayo kita usir dia!" - Fian mencegah Fino.
"Biar aku." - Fian berjalan santai menuju kerumunan itu.
"JAUHIN ADEK NYA SILVIA!" - Ancam Fian dengan nada ketus dan wajah datarnya.
"Heh, bocil ngapain lo disini? Sana pergi jauh jauh, minum susu sana!" - Usir anak laki laki yang bermata biru.
"Haha iya masih bocah mau ngancam ngancam, mau main main sama kita." - Teman anak laki-laki itu mendorong Fian hingga Fian terjatuh.
"Emangnya bocil bisa apa ya? Bukannya bisanya cuma nangis?" - Sindir anak laki laki yang memakai kaos hitam.
__ADS_1
"HAHAHA!" - Emosi Fian memuncak dan akhirnya dia mengeluarkan sesuatu.
"Berani ya, pergi atau ini?" - Tanya Fian dingin sambil menodongkan pisau itu dan membuat segerombolan anak laki laki itu bergidik ngeri.
"I-iya k-kami p-pergi" - Jawab segerombolan anak laki laki itu lalu langsung berlari
"Kakak,"
"Adek," - Silvia dan Selvin berpelukan.
"Maafin adek kak." - Ucap Selvin.
"Enggak dek, ini semua bukan salahanmu tapi salahku juga." - Ujar Silvia
"Zi, kakakmu tadi itu bawa pisau asli atau palsu?" - Tanya Silvia polos.
"Ini pisau palsu Sil, bukan asli." - Jawab Fino lalu mengacak acak rambut Silvia.
"Ihh, Ziyad kamu kok berantakin rambutku sih?!" - Omel Silvia lalu memukul tangan Zidan.
"Aduhhh, iya iya aku gak ngacak ngacak rambut mu lagi." - Ucap Fino sambil menata rambut Silvia kembali.
"Masih mau lanjut?" - Tanya Ana.
"Gak, ayo" - Jawab Fian sambil berdiri dari sofa.
"Ma, kita berangkat dulu" - Pamit Ana.
"Iya hati hati dijalan, Zidan jangan ngebut ngebut bawa motornya!" - Ujar Riana.
"Iya."
"Pake," - Fian menyodorkan sebuah helm dan Ana menolaknya
"Gak perlu." - Tanpa basa basi Fian langsung memakai kan helm itu ke kepala Ana.
"Demi keamanan."
"Hm, terserah."
********
HAPPY NEW YEAR ALL 🎉🎆🎇🎊
QOUTES ME :
"TERKADANG DALAM HIDUP SEMUA BERJALAN LANCAR. TERKADANG SESUATU YANG TIDAK DIHARAPKAN TERJADI. YANG TERPENTING ADALAH KAMU HARUS TAU BAGAIMANA MENJADIKAN MASALAH SEBAGAI PELUANG" - AXRANS ❤️
IT WAS GOOD AT 2020 ALL YOU WOULD WANT TO BE REACHED AND GIVEN HEALTH ALWAYS AS WELL AS LONG AGE.
THANKS YOU FOR MY SUPPORT UNTIL NOW.
__ADS_1
DON'T FORGET LIKE, COMMENT, AND VOTE.