PERFECT BAD COUPLE

PERFECT BAD COUPLE
CHAPTER 4


__ADS_3

HAPPY READING


AUTHOR BY AXRANS


"Cih takut amat, padahal ya si Tania itu orang baik baik. Dia tuh gak bakalan punya cowok lain lah di belakang lo, ya kan Tan?" - Cibir Rena dan Tania mengangguk.


"Dih kambing udara, gue kan cuma takut" - Kata Danu.


"Mata lo kambing udara miber ke angkasa!"


"Udah ih jangan bertengkar nu, rin!" - Lerai Tania.


"Lagian gue gak ada niatan buat cari cowok baru, kalau disini udah ada cowok yang bersedia nerima gue apa adanya terus ngapain gue nyari yang baru?" - Sambungnya lagi.


"Tuh, dengerin." - Danu hanya memutar bola mata nya malas.


"Oiya, inimah pj gak lupa kan su?" - Ucap Azzarel sambil menaik turunkan alis nya.


"Iya, Zarel guguk." - Ketus Danu lalu mereka semua tertawa kecuali Ana dan Fian.


"Oi, kalian berdua kok diem? Ada apakah gerangan?" - Tanya Azzarel.


"Gue mau dijodohin"


"Sama"


"Oh-"


"HAH?! LO BERDUA MAU DIJODOHIN?!"


"Hust, jangan heboh dong!"


"Ya gimana dong."


"Lo mau dijodohin sama siapa na?" - Tanya Rena dengan wajah serius.


"Gue gak kenal tapi gue tau namanya" - Jawab Ana.


"Siapa namanya?"


"Zidan."


"Zidan? Bukannya itu nama depannya Fian?" - Batin Danu.


"Kenapa bang?" - Tanya Dani didalam batinnya.


"Kok aneh ya?" - Jawab Danu.


"Apanya yang aneh bang?" - Tanya Dani lagi.


"Lo tau kan nama panjang nya Fian kan? Kan depannya ada Zidan nya."


"Iya ya bang, apa jangan-jangan Ana mau dijodohin sama Fian?"


"Semoga aja"

__ADS_1


"Iya bang, gue juga mo tau kalo es bertemu es gimana reaksinya." - Dani terkikik dan Danu hanya menggelengkan kepalanya.


"Zidan? Kan itu panggilan gue pas dirumah? Wahh gue bakalan dijodohin sama Ana dong" - Batin Fian


"Hoi, lo berdua kenapa? Gila?" - Tanya Azzarel.


"Mata mu gila! Gue sama si bocil nih lagi bicara di dalam batin, biasa twins." - Jawab Danu.


"Oh,"


"Cih, gue bukan bocil! Dasar abang bucin!" - Umpat Dani.


"Gue juga bukan bucin!"


"Bucin!"


"Bocil!"


"Bucin!"


"Bocil!"


"Woi udahlah su, gak disekolah gak diluar masih aja bertengkar, akur sehari gak bisa apa?"


"Gak bisa Zarel guguk!"


"Yaudah terserah kalian"


"Kalo lo yan mau dijodohin sama siapa?" - Tanya Dani.


Drrrttt drrrt drrrtt


"Bentar, ngangkat telfon." - Fian langsung berdiri dan mengangkat telfonnya.


"Halo?"


"Nak, pulang sekarang!!"


"Ya"


"Kenapa yan?" - Tanya Danu.


"Disuruh mama pulang," - Jawab Fian lalu menggelengang pergi meninggalkan teman-temannya.


"Oiya, gue lupa kalo emak gue nyuruh gue pulang sekarang." - Ucap Ana.


"Oi, ayo pulang."


"Yaudah."


"Babay, kita mo pulang duluu." - Ucap Karina sambil melambaikan tangannya ke Fian dkk.


"Bayy."


Mereka berempat langsung berjalan menuju parkiran dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah Rena.

__ADS_1


•~•~•~•


"Gue duluan" - Ucap Ana lalu melajukan sepeda motornya.


Ana mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan kencang dan akhirnya Ana sudah sampai diperkarangan rumahnya.


"Silvia pulang."


"Akhirnya kamu pulang juga nak, ayo duduk mama mau bahas perjodohan mu," - Ucap Riana dan Ana langsung duduk disebelah mama nya.


"Jadi, nanti orang tua nya Zidan bakalan kesini. Kamu siap-siap dulu, pakai baju yang bener jangan pakai baju yang aneh-aneh" - Kata Riana.


"Iya ma" - Ana berjalan menuju kamar nya dan langsung merebahkan di kasur king size nya.


"Zidan siapa ya?" - Batin Ana


"Huft sa bodo ah mending gue main free fire aja." - Ana langsung mengambil hp nya disaku hoodie nya dan langsung memencet free fire.


"Modeee ranked aja deh" - Ana memencet mode ranked dan squad lalu memainkan nya.


*******


"Eh, Gina apa kabar? Udah lama ya kita gak ketemu." - Ucap Riana.


"Baik, iya juga ya kita gak pernah ketemu" - Ucap Gina.


"Ayo, duduk dulu Gi"


"Iya Ri"


"Ini, Zidan ya Gi? Wah tambah tinggi dan ganteng aja sih, cocok banget pastinya kalau dijodohkan sama Silvia." - Riana melihat tubuh cowok yang bernama Zidan itu dari atas hingga bawah.


"Bisa aja kamu Ri."


"Oiya Ri, anakmu kemana?" - Tanya Gina.


"Masih di dalam kamarnya, gak tau kok lama." - Jawab Riana


"Zi, kamu panggil gih Silvia." - Suruh Gina


"Mama aja," - Cowok kembali fokus ke hp nya


"Zidan cepet lakuin apa hp kamu mama sita!" - Ancam Gina dan cowok itu hanya mengganguk kan kepala nya.


Tok tok tok


Pemilik kamar belum juga merespon nya dan cowok itu langsung membuka pintu kamar itu.


Ceklek


Cowok itu langsung memasuki kamar itu dan melihat sekeliling kamar itu, lalu penglihatannya terhenti di kasur tempat seorang cewek yang sedang tertidur pulas.


"Eh? Ana? Jadi Silvia adalah Ana?" - Batin cowok itu.


*******

__ADS_1


__ADS_2